Kafe Kopi Terbaik di Chiang Mai: Tempat Minum Kopi Enak di Setiap Sudut Kota

Chiang Mai diam-diam telah menjadi salah satu kota kopi paling serius di Asia Tenggara, dengan budaya yang dibangun di atas biji arabika lokal dari dataran tinggi Thailand utara, barista terampil, dan suasana kafe yang menawan. Panduan ini membahas kawasan terbaik untuk menjelajahi kopi di seluruh kota.

Tampilan luar kafe bergaya rustic di Chiang Mai dengan dekorasi kayu, tanaman hijau, dan tempat duduk yang nyaman, mencerminkan budaya kafe kota yang unik.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini

Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Penerbangan

Peta hotel

Dunia kopi Chiang Mai sungguh kaya. Pegunungan yang mengelilingi Kota Tua, dari Doi Inthanon hingga dataran tinggi dekat Chiang Rai danChiang Dao, menghasilkan biji arabika terbaik Thailand. Para pemilik kafe di sini memanfaatkannya sepenuhnya. Entah kamu sedang nongkrong di kawasan seni Nimmankawasan Nimman atau menjelajahi Kota Tua, kopi enak selalu ada dalam jangkauan beberapa menit. Untuk gambaran lebih lengkap soal tempat menginap, lihat panduan kawasan Chiang Mai kami dipanduan tempat menginap di Chiang Mai. Di bawah ini, kami mengelompokkan kafe-kafe terbaik berdasarkan kawasan dan suasananya, agar kamu bisa merencanakan pagi (dan sore) dengan lebih baik.

✨ Tips pro

Arabika Thailand utara adalah keistimewaan lokal di sini. Tanya baristamuasal biji kopinya — banyak roaster Chiang Mai yang mengambil biji langsung dari ladang suku pegunungan di sekitar Doi Inthanon, Doi Chang, dan Chiang Rai.

Nimman: Jantung Budaya Kopi Chiang Mai

Eksterior kedai kopi yang nyaman di Chiang Mai dengan dekorasi kayu, meja kecil, papan nama gantung, dan tanaman hijau lebat di pintu masuk.
Photo trung do

Jalan Nimmanhaemin beserta soi-soinya merupakan salah satu kawasan dengan konsentrasi kafe specialty tertinggi di kota ini. Roaster independen, espresso bar minimalis, dan kafe taman yang fotogenik saling bersaing menarik perhatianmu dalam beberapa blok yang bisa dijelajahi kaki. Kawasan ini cocok untuk pagi yang santai dan menjelajah dari satu kafe ke kafe lain di sore hari. Kalau kamu berencana menghabiskan seharian penuh di sini, panduan digital nomad kami membahas tempat-tempat terbaik untuk bekerja dengan Wi-Fi yang andal.

Persimpangan ramai di Nimmanhaemin Road di Chiang Mai dengan gedung-gedung modern, arsitektur tradisional Thailand, lampu lalu lintas, dan sekelompok orang yang menyeberang jalan.

1. Mulai Jelajah Kopi di Jalan Nimmanhaemin

Soi-soi yang membelah Nimman dipenuhi kafe specialty independen, banyak yang menyajikan biji kopi single-origin dari Thailand utara. Soi 7 dan Soi 9 punya kepadatan kafe tertinggi. Pagi di sini terasa santai, dengan tempat duduk yang nyaman dan barista yang serius.

Jelajahi
Bangunan bata dengan atap terakota mengelilingi alun-alun yang tenang berbaris pohon hijau di One Nimman di Chiang Mai, di bawah langit berawan.

2. Nikmati Kopi di Deretan Kafe Pilihan One Nimman

Mal gaya hidup terbuka ini menjadi pusat scene kopi Nimman dengan beberapa kafe berkualitas dalam satu plaza yang mudah dijangkau. Cocok untuk kopi pertama sebelum menjelajahi soi-soi, dengan tempat duduk outdoor teduh dan suasana pagi yang menyenangkan.

Jelajahi
Waduk Ang Kaew di Universitas Chiang Mai dikelilingi pohon-pohon rindang, pantulan jernih di danau, pegunungan dan langit biru di latar belakang.

3. Padukan Kopi Pagi dengan Jalan Santai di Danau CMU

Kafe-kafe di tepi kampus Universitas Chiang Mai dekat Waduk Ang Kaew menyajikan kopi dengan latar belakang pegunungan. Datanglah pagi-pagi, jalan santai di pinggir danau, lalu duduk santai menikmati kopi. Ini salah satu tempat ngopi paling tenang di kota.

Jelajahi
Gang sempit di Baan Kang Wat yang dipenuhi studio seniman dari kayu, tanaman hijau yang rimbun, papan tanda dekoratif, dan seseorang berjalan di depan.

4. Ngopi Bareng Para Seniman di Baan Kang Wat

Klaster studio kayu dekat Wat Umong ini punya kafe kecil yang tersembunyi di antara toko seni dan penjual keramik. Pagi akhir pekan adalah waktu terbaik: ambil flat white, telusuri barang-barang buatan tangan, dan berlama-lama di taman. Sama sekali tidak terasa seperti tempat wisata biasa.

Jelajahi
Tampilan dari atas pasar outdoor yang ramai dengan sayuran segar berwarna-warni, buah-buahan, dan pedagang lokal yang sedang berinteraksi, menangkap suasana hidup Pasar Petani Jing Jai di Chiang Mai.

5. Nikmati Kopi Specialty di Pasar Petani Jing Jai

Setiap akhir pekan, beberapa vendor kopi specialty hadir di pasar organik ini, banyak yang menyeduh biji langsung dari ladang dataran tinggi. Padukan dengan sarapan dari warung makanan. Datang sebelum pukul 10 pagi untuk pilihan terbaik dan udara yang lebih sejuk.

Jelajahi

Kota Tua: Suasana Bersejarah dengan Kopi yang Tak Kalah Enak

Pemandangan Kota Tua Chiang Mai dengan bangunan kuil bersejarah dari kayu jati dan suasana taman, menampilkan tanaman tropis dan patung tradisional.
Photo Peter Borter

Kota Tua lebih dikenal dengan kuil-kuilnya daripada espresso third-wave, tapi scene kafe di sini sudah berkembang cukup pesat. Beberapa kafe telah dibuka di ruko kayu jati bersejarah dan taman-taman di sekitar parit kota, memberimu alasan untuk bersantai di antara kunjungan kuil. Padukan sesi kopi dengan rute wisata kuil untuk pagi yang efisien dan menyenangkan.

Pemandangan sepanjang parit Kota Lama Chiang Mai dengan air mancur, tepi jalan berpepohonan, dan latar pegunungan di kejauhan di bawah langit biru cerah.

6. Temukan Kafe Tepi Parit di Sepanjang Tembok Kota Tua

Beberapa kafe berjajar di sepanjang jalan parit, menawarkan pemandangan tembok bata kuno dari teras yang teduh. Sudut timur laut dekat Gerbang Tha Phae memiliki kepadatan tertinggi. Cahaya pagi di atas parit menciptakan suasana ngopi yang sungguh memanjakan.

Jelajahi
Para pengunjung berjalan dan memberi makan burung merpati di dekat tembok bata ikonik Tha Phae Gate di Chiang Mai di bawah langit yang sebagian berawan.

7. Jadikan Gerbang Tha Phae sebagai Titik Awal Jelajah Kopi

Kawasan sekitar Gerbang Tha Phae punya deretan kafe yang terus berkembang di ruko-ruko tua. Ini titik awal yang praktis untuk ngopi pagi sebelum menjelajahi kuil-kuil Kota Tua, dengan pilihan yang cukup beragam antara espresso bar dan kopi Thai tradisional.

Jelajahi
Tampak depan aula utama Wat Phra Singh, dihiasi ornamen emas yang kaya, dikelilingi pepohonan hijau dan langit biru cerah saat matahari terbenam.

8. Mampir Ngopi Dekat Wat Phra Singh Sebelum Ramai Pengunjung

Beberapa kafe kecil bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Wat Phra Singh. Kunjungi kuil lebih dulu di pagi hari, lalu mampir ke kafe terdekat. Gang-gang yang lebih sepi di sebelah barat kuil punya beberapa spot bergaya ruko tua paling charming di Kota Tua.

Jelajahi
Dua orang berada di dalam terowongan bata kuno Wat Umong, salah satunya sedang memotret yang lain di dekat patung Buddha di ujung terowongan.

9. Bawa Kopi untuk Menemani Jelajah Kuil Terowongan

Kafe-kafe dekat Wat Umong adalah tempat yang sempurna untuk isi energi sebelum menjelajahi kompleks kuil berhutan dengan terowongannya. Kawasan di sebelah barat parit punya nuansa lokal yang santai, dengan beberapa tempat yang menyajikan kopi drip Thai utara dan kue segar di taman yang tenang.

Jelajahi
Monumen Tiga Raja di Chiang Mai menampilkan tiga patung perunggu yang berdiri di atas alas marmer di depan gedung putih beratap genteng.

10. Jelajahi Kafe Museum Budaya Dekat Monumen Tiga Raja

Alun-alun di sekitar Monumen Tiga Raja punya pilihan kafe di dalam dan di sekitar museum budaya. Cara yang nyaman untuk memecah kunjungan museum, dan tempat duduk di plaza yang teduh terasa sangat melegakan di sore yang terik di Kota Tua.

Jelajahi

Riverside: Ngopi Santai dengan Pemandangan Sungai

Tempat duduk kafe tepi sungai di luar ruangan dengan meja kayu dan tirai di tepi air, dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun di Chiang Mai.
Photo Shermin Ng

kawasan riverside di sebelah timur Kota Tua punya energi yang lebih lambat dan santai dibanding Nimman. Kafe-kafe di sini cenderung memanfaatkan lingkungannya — dengan dek terbuka, furnitur kayu jati, dan pemandangan Sungai Ping. Kawasan ini cocok untuk ngopi sore yang panjang, bukan espresso kilat di pagi hari.

Jembatan Nawarat yang diterangi cahaya di malam hari, dengan lampu-lampunya memantul di Sungai Ping yang tenang, tepi sungai berpepohonan, dan gedung-gedung di kejauhan.

11. Temukan Kafe Tepi Sungai Dekat Jembatan Nawarat

Di kedua tepi Sungai Ping dekat Jembatan Nawarat terdapat kafe dengan teras outdoor menghadap sungai. Cahaya pagi di atas sungai sangat indah, dan kawasan ini jauh lebih tenang dibanding jalur Night Bazaar. Beberapa tempat buka cukup pagi untuk kopi sebelum mengunjungi kuil.

Jelajahi
Pemandangan interior Pasar Warorot dengan kios-kios ramai yang menjual makanan dan pakaian, pengunjung yang padat, dan papan nama Thailand yang berwarna-warni di beberapa lantai.

12. Minum Kopi Es Gaya Thai di Dalam Pasar Warorot

Jauh di dalam pasar beratap bersejarah ini, para penjual meracik kopi es Thai tradisional gaya oliang, dituang di atas es batu dengan susu kental manis. Rasanya kuat, manis, dan sama sekali berbeda dari kopi specialty. Pengalaman wajib coba dengan harga sekitar 30 baht.

Jelajahi
Kerumunan berkumpul di bawah lampu pasar di Saturday Walking Street Chiang Mai di Wua Lai Road, menjelajahi stan-stan berwarna-warni dan pakaian tradisional di malam hari.

13. Cicipi Kopi dari Para Vendor di Saturday Walking Street

Setiap Sabtu malam, beberapa kios kopi specialty dan roaster kecil hadir di sepanjang Jalan Wua Lai. Kopi single-origin Thai utara dengan pour-over dan cold brew banyak tersedia. Ini cara yang asyik untuk mencicipi berbagai roaster secara santai sebelum memutuskan duduk di kafe tertentu.

Jelajahi
Kerumunan orang berjalan di sepanjang Chiang Mai Sunday Walking Street di Ratchadamnoen Road, menjelajahi kios pasar yang terang benderang dan toko-toko lokal saat senja.

14. Temukan Kopi Artisan di Sunday Walking Street

Di antara para pedagang pasar malam minggu di Jalan Ratchadamnoen, kamu akan menemukan penjual kopi specialty yang menawarkan drip single-origin dan cold brew dari ladang suku pegunungan. Datang sebelum pukul 7 malam saat lapak masih segar dan jalanan belum terlalu padat.

Jelajahi

Di Luar Kota: Kopi dengan Pemandangan atau Cerita yang Berkesan

Pertanian di lereng bukit yang indah dengan struktur kayu pedesaan yang menghadap lembah hijau yang subur dan pegunungan jauh di luar Chiang Mai.
Photo Shermin Ng

Beberapa pengalaman kopi paling berkesan di sekitar Chiang Mai justru ada di luar kota, di mana ladang dataran tinggi, waduk dengan pemandangan indah, dan desa ramah lingkungan menyajikan biji kopi yang ditanam hanya beberapa meter dari tempat kamu duduk. Spot-spot ini sangat cocok dipadukan dengan perjalanan sehari. Untuk ide menggabungkannya dengan aktivitas lain, panduan wisata sehari dari Chiang Mai bisa jadi titik awal yang berguna.

Penginapan kayu dan toko-toko lokal berjajar di sepanjang jalan basah di Mae Kampong Village, dengan hutan hijau yang rimbun di latar belakang.

15. Nikmati Kopi Langsung dari Kebun di Desa Mae Kampong

Desa ramah lingkungan di pegunungan sebelah timur kota ini adalah salah satu tempat terbaik di Thailand untuk minum kopi dengan asal-usul yang jelas dari ladang. Kafe-kafe kayu kecil menyajikan biji yang ditanam dan diproses secara lokal. Suasana tepi anak sungai dan udara sejuk menjadikannya sepadan dengan perjalanan 45 menit.

Jelajahi
Seseorang meluncur dengan zipline di atas Danau Huay Tung Tao, dengan pondok bambu di tepi danau, pepohonan, dan langit biru di bawah sinar matahari siang hari.

16. Ngopi di Gubuk Bambu Tepi Danau Huay Tung Tao

Gubuk bambu di tepi waduk ini bisa disewa per jam dan menyajikan kopi gaya Thai beserta makanan. Ini bukan soal biji specialty — melainkan soal suasananya: air yang tenang, pemandangan pegunungan, dan kerumunan warga lokal yang otentik. Pelarian sempurna di akhir pekan dari hiruk-pikuk kota.

Jelajahi
Taman yang terawat dan rumah kaca kaca di Mon Cham, Chiang Mai, dikelilingi oleh perbukitan hijau subur dan jalur batu berkelok-kelok di bawah langit berawan.

17. Saksikan Lautan Kabut Sambil Ngopi di Mon Cham

Titik pandang dataran tinggi di Mon Cham punya kafe kecil dan pedagang yang menyajikan kopi panas saat matahari terbit, ketika kabut memenuhi lembah di bawah. Datang sebelum pukul 7 pagi untuk mendapatkan kabut terbaik. Perpaduan udara pegunungan yang sejuk dan kopi seduhan segar di ketinggian ini sulit ditandingi.

Jelajahi
Matahari terbit menerangi ladang berterasering dan lereng bukit berkabut di Stasiun Pertanian Kerajaan Doi Ang Khang di Chiang Mai, dikelilingi tanaman hijau yang subur.

18. Coba Kopi Royal Project di Doi Ang Khang

Stasiun pertanian kerajaan dekat perbatasan Myanmar ini menanam kopi beriklim sedang bersama stroberi dan persik. Kafe-kafe di sini menyajikan biji hasil kebun sendiri dalam suasana dataran tinggi yang sejuk dan berkabut di ketinggian sekitar 1.400 meter. Rencanakan perjalanan sehari penuh dari kota.

Jelajahi

Untuk Digital Nomad: Tempat Terbaik Kerja Sambil Ngopi

Latte dengan seni unicorn di sebelah laptop di atas meja kayu, menggambarkan suasana tempat kerja kafe yang nyaman.
Photo Elle inlom

Budaya kafe Chiang Mai dan reputasinya sebagai pusat pekerja jarak jauh memang tidak bisa dipisahkan. Banyak kafe specialty di kawasan Nimman dirancang dengan kebutuhan pengguna laptop: Wi-Fi cepat, jam buka panjang, dan colokan listrik yang mencukupi. Kota ini secara konsisten masuk daftar destinasi teratas Asia Tenggara bagi pekerja mandiri, dan kualitas kopinya menjadi salah satu daya tarik utama.

Rumah kayu tradisional Thailand utara dengan atap curam dan ukiran rumit, dikelilingi pepohonan tropis yang rimbun di area kampus museum yang teduh.

19. Bekerja dengan Inspirasi di Kafe-Kafe Sekitar Kampus CMU

Kawasan Universitas Chiang Mai punya banyak kafe yang cocok untuk sesi kerja panjang, beberapa dengan suasana taman atau bangunan bersejarah dekat museum rumah Lanna. Lalu lintas pengunjung lebih rendah dari soi-soi Nimman, dengan Wi-Fi andal dan atmosfer yang tenang dan kondusif.

Jelajahi
Kios makanan di pasar malam dengan sayuran segar dan peralatan dapur yang terang benderang, dilihat dari belakang seorang pengunjung yang duduk santai di suasana malam yang hidup.

20. Pindah ke Kawasan Ploen Ruedee untuk Kopi Sore hingga Malam

Saat sore berganti malam, kafe-kafe di sekitar pasar malam Ploen Ruedee beralih dari tempat kerja menjadi tempat bersosialisasi. Beberapa buka hingga larut dengan minuman espresso dan musik live di sekitarnya. Ini titik akhir yang alami dari sehari penuh menjelajah kopi di Nimman.

Jelajahi

Tanya Jawab

Apakah Chiang Mai punya kopi specialty yang bagus?

Ya, Chiang Mai adalah salah satu kota kopi terbaik di Asia Tenggara. Kota ini dikelilingi dataran tinggi penghasil arabika, dan scene roaster lokalnya sudah sangat berkembang, dengan puluhan kafe independen yang menyajikan biji Thai single-origin, pour-over, dan minuman espresso berkualitas tinggi.

Kawasan mana yang punya kafe kopi terbanyak di Chiang Mai?

Jalan Nimmanhaemin (Nimman) memiliki salah satu konsentrasi kafe specialty tertinggi. Soi-soi yang membelah jalan utama, terutama Soi 7, Soi 9, dan Soi 17, dipenuhi kafe independen. Kawasan ini mudah dijelajahi kaki dan kamu bisa mengunjungi lima hingga enam kafe dalam satu pagi.

Di mana saya bisa mencicipi kopi Thai lokal di Chiang Mai?

Banyak kafe di Chiang Mai mengambil biji dari ladang dataran tinggi di pegunungan sekitarnya. Untuk pengalaman farm-to-cup yang paling langsung, kunjungi Desa Mae Kampong di sebelah timur kota, coba gerai Royal Project, atau cari kafe yang secara khusus menyebut asal Doi Chang, Doi Inthanon, atau Chiang Rai di menu mereka.

Apakah kafe di Chiang Mai cocok untuk bekerja dari jarak jauh?

Sebagian besar kafe specialty di kawasan Nimman punya Wi-Fi kencang dan sudah terbiasa melayani pekerja laptop. Kafe yang lebih besar biasanya punya cukup tempat duduk dan colokan listrik untuk sesi kerja setengah hari. Sebaiknya pesan setidaknya satu minuman per jam jika kamu duduk lama di jam-jam sibuk.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Chiang Mai untuk wisata kopi?

November hingga Februari umumnya merupakan waktu paling nyaman untuk menjelajahi kota dari satu kafe ke kafe lain, dengan cuaca kering yang sejuk. Hindari Maret hingga Mei ketika kabut asap dari pembakaran ladang bisa membuat tempat duduk outdoor terasa tidak nyaman. Untuk informasi lebih lengkap soal waktu kunjungan, lihat panduan waktu terbaik mengunjungi Chiang Mai.