Pemakaman Père Lachaise: Kota Para Abadi di Paris
Cimetière du Père-Lachaise adalah pemakaman yang paling banyak dikunjungi di dunia sekaligus ruang hijau terluas di Paris bagian timur. Masuk gratis, luasnya 44 hektar dengan jalan-jalan berbukit, makam-makam berukir indah, dan pohon kastanye tua — tempat ini layak dijelajahi sebagai museum terbuka sekaligus ruang untuk merenung.
Fakta Singkat
- Lokasi
- 16 Rue du Repos, 75020 Paris (arrondissement ke-20)
- Cara ke sini
- Philippe Auguste (Lini 2, pintu masuk utama) atau Gambetta (Lini 3, pintu masuk atas)
- Waktu yang dibutuhkan
- 2–4 jam untuk kunjungan terarah; setengah hari jika ingin menjelajah lebih dalam
- Biaya
- Gratis
- Cocok untuk
- Pecinta sejarah, penggemar seni dan arsitektur, pelancong solo, fotografi
- Situs web resmi
- www.paris.fr/pages/le-cimetiere-du-pere-lachaise-1843

Sebenarnya, Apa Itu Père Lachaise?
Cimetière du Père-Lachaise bukan tempat wisata biasa. Ini adalah pemakaman aktif, sebuah taman, museum terbuka penuh patung makam, sekaligus salah satu tempat paling berkesan di Paris — semua dalam satu tempat. Dibuka pada 1804 di lereng berhutan yang kala itu masih di pinggiran timur kota, pemakaman ini dirancang oleh arsitek Alexandre-Théodore Brongniart di atas bekas kediaman Père François de la Chaise, bapa pengakuan Raja Louis XIV. Kini luasnya mencapai 44 hektar, memuat sekitar 70.000 petak makam, dan setiap tahunnya menjadi pemakaman paling banyak dikunjungi di seluruh dunia.
Angka itu bisa memberi kesan yang keliru. Pada kebanyakan pagi hari kerja, terutama antara November dan Februari, pemakaman ini sungguh-sungguh sepi. Yang terdengar hanya suara merpati, derik kerikil, dan deru lalu lintas Paris timur dari kejauhan. Kamu tidak akan mendengar pemandu wisata berbicara kecuali memang mencarinya. Père Lachaise punya kelebihan langka di antara landmark Paris: ia mampu menyerap keramaian tanpa terasa penuh, sebagian besar karena 44 hektar itu memang ruang yang sangat luas.
💡 Tips lokal
Ambil peta gratis di pintu masuk utama di Boulevard de Ménilmontant atau di Porte des Amandiers (April hingga Oktober). Tanpa peta, menjelajahi lebih dari 5.000 jalur di sini bisa bikin bingung, bahkan dengan bantuan ponsel sekalipun.
Jam Buka dan Cara Masuk
Pemakaman ini mengikuti dua jadwal musiman. Dari 16 Maret hingga 5 November, buka pukul 08.00 pada hari kerja, 08.30 pada hari Sabtu, dan 09.00 pada hari Minggu serta hari libur nasional, dengan penutupan pukul 18.00 sepanjang musim tersebut. Pintu terakhir dibuka pukul 17.15. Dari 6 November hingga 15 Maret, jam buka tetap sama namun tutup pukul 17.30 pada hari kerja dan Sabtu, serta pukul 17.00 pada hari Minggu dan hari libur nasional. Masuk gratis setiap saat.
Ada beberapa pintu masuk. Gerbang utama di Boulevard de Ménilmontant (seberang nomor 21) adalah yang paling ramai dan dilayani oleh stasiun Philippe Auguste di Métro Lini 2. Pintu masuk Gambetta, lebih tinggi di sisi timur laut bukit, berguna jika kamu datang dari arah itu atau ingin memulai dari bagian yang lebih baru. Porte des Amandiers, dekat stasiun Métro Père Lachaise (Lini 2 dan Lini 3), juga bisa menjadi pilihan. Setiap pintu masuk akan membawamu ke bagian pemakaman yang berbeda, jadi pilihan gerbang benar-benar memengaruhi rute jalanmu.
⚠️ Yang bisa dilewati
Jika kamu melihat keranda atau sekumpulan orang di dekat sebuah makam, beri mereka ruang. Père Lachaise masih merupakan pemakaman aktif, dan prosesi pemakaman berlangsung secara rutin. Sikap tenang dan hormat bukan sekadar permintaan sopan — memang sudah seharusnya.
Lebih dari Sekadar Pemakaman: Lanskap yang Hidup
Desain asli Brongniart memadukan tradisi taman bergaya Inggris dengan pemahaman Prancis tentang keagungan ruang publik. Hasilnya adalah pemakaman yang terasa seperti kota kecil di lereng bukit, lengkap dengan jalan-jalan bernama, persimpangan, dan kawasan-kawasan berbeda yang masing-masing punya karakter visual tersendiri. Bagian tertua, yang kerap disebut Seksi Romantis, terletak di barat daya dan mencakup enam belas hektar pertama dari tahun 1804. Makam-makam di sini termasuk yang paling dramatis di dunia: puncak menara bergaya Gothic Revival, obelisk Mesir, kubah era Haussmann dengan gerbang besi, dan lempengan modernis berdiri berdampingan tanpa aturan jelas selain pergantian zaman.
Medannya sungguh berbukit. Bagian tengah sekitar Divisi 36 hingga 49 memiliki beberapa tanjakan paling curam di lokasi ini, dan jalurnya bervariasi dari gang lebar beraspal hingga jalur kerikil sempit di antara makam-makam yang berdempetan. Gunakan alas kaki yang tidak licin. Di musim gugur, daun-daun yang berguguran membuat lereng menjadi licin; saat hujan, beberapa jalur tanah berubah menjadi berlumpur. Pohon-pohon — sebagian besar kastanye dan linden — memberikan keteduhan di musim panas, dan membentuk kanopi ranting-ranting telanjang di musim dingin yang menambah atmosfer tersendiri.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan ruang terbuka Paris secara lebih luas, pemakaman ini cocok dipadukan dengan jalan-jalan di Parc des Buttes-Chaumont, sebuah taman yang dirancang di busur timur laut kota yang sama dan menampilkan wajah berbeda dari desain Paris abad ke-19.
Siapa Saja yang Dimakamkan di Sini: Makam-Makam Paling Banyak Dikunjungi
Kampanye pemasaran awal pemakaman ini merupakan salah satu babak paling tidak biasa dalam sejarah komersial Paris. Ketika Père Lachaise pertama kali dibuka, warga Paris enggan memakamkan orang-orang tercinta mereka sejauh itu dari pusat kota. Para pengelola merespons dengan memindahkan jenazah Molière, La Fontaine, Héloïse, dan Abelard ke dalam kawasan ini — sebuah langkah yang seketika mengangkat gengsi pemakaman tersebut. Cara itu berhasil. Dalam beberapa dekade, dimakamkan di sini menjadi tanda pencapaian budaya, dan daftar penghuninya tumbuh menjadi semacam kanon informal kehidupan intelektual dan seni Prancis.
Makam yang paling banyak dicari pengunjung antara lain Frédéric Chopin (Divisi 11), yang nisannya selalu dihiasi bunga dari para peziarah Polandia; Marcel Proust (Divisi 85); Honoré de Balzac (Divisi 48); Guillaume Apollinaire (Divisi 86); dan Colette (Divisi 4). Makam Oscar Wilde di Divisi 89, dirancang oleh Jacob Epstein pada 1914, adalah salah satu objek yang paling sering difoto di pemakaman ini. Selama beberapa dekade, pengunjung menutupinya dengan cap bibir lipstik; sebuah penghalang kaca dipasang pada 2011 untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada batunya.
Makam Jim Morrison di Divisi 6 tetap menjadi petak yang paling banyak dikunjungi. Letaknya di bagian sederhana dari area pemakaman yang lebih tua, dikelilingi makam-makam Prancis biasa — dan kontras itulah yang membuatnya menarik. Biasanya selalu ada sekumpulan orang di sana, tak peduli musim apa. Di pagi hari sekitar pukul 08.30, kamu bisa mengunjunginya dalam suasana yang jauh lebih tenang.
ℹ️ Perlu diketahui
Nomor divisi pada peta gratis adalah alat navigasi utamamu. Pelajari cara mencocokkan kisi-kisi divisi di peta dengan penanda bernomor pada tiang-tiang batu di persimpangan jalur. Butuh sekitar sepuluh menit untuk terbiasa.
Makna Sejarah dan Budaya
Père Lachaise tidak hanya penting karena para penghuninya yang terkenal. Pada Mei 1871, perlawanan terakhir Komune Paris berakhir di sini. Para Komunard yang tersisa terpojok di dalam pemakaman dan ditembak di hadapan tembok yang kini dikenal sebagai Mur des Fédérés — Tembok Kaum Federalis — di Divisi 76. Lebih dari seratus jenazah dikubur dalam kuburan massal di kaki tembok tersebut. Tempat ini kemudian menjadi titik ziarah bagi kaum kiri Prancis sepanjang abad ke-20 dan tetap menjadi tempat penuh memori politik hingga kini.
Patung-patung makam di seluruh area pemakaman ini membentuk salah satu koleksi seni monumental abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang paling lengkap di Eropa dalam format terbuka. Kamu akan menemukan karya mulai dari patung potret neo-klasik, relief besi Art Nouveau, hingga penanda modernis yang sederhana. Beberapa karya paling memikat justru ada di makam orang-orang yang namanya tidak dikenal pengunjung asing — dan itu menjadi alasan kuat untuk berkeliaran tanpa itinerary tetap, setidaknya untuk sebagian kunjunganmu.
Jika patung-patung di Père Lachaise memantik minatmu pada tradisi seni monumental Paris, Musée Bourdelle dan Musée Rodin menawarkan konteks yang lebih lengkap, meski keduanya berada di bagian kota yang berbeda.
Bagaimana Suasananya Berubah Sesuai Waktu dan Musim
Pagi hari, dari jam buka hingga sekitar pukul 10.00, adalah waktu paling berkesan untuk berkunjung. Cahaya datang dari sudut rendah menembus pepohonan — sangat indah di musim gugur saat dedaunan berwarna keemasan dan jingga. Kamu akan berbagi jalur dengan para pelari, pemilik anjing, dan sesekali petugas kebersihan yang menyapu daun. Aroma yang tercium adalah batu basah dan tanah, sesekali tersela harum bunga segar yang baru diletakkan di sebuah makam.
Siang hari membawa keramaian wisatawan terbesar. Rombongan biasanya datang antara pukul 10.30 hingga 14.00, berkumpul di sekitar selusin makam terkenal. Jika kamu berkunjung di musim semi atau panas dan peduli pada foto tanpa kerumunan, datanglah lebih awal atau setelah pukul 15.30 saat banyak rombongan wisata sudah bergerak. Pada akhir pekan di bulan Mei dan Juni, gang-gang utama dekat makam Molière, Chopin, dan Morrison bisa terasa benar-benar padat.
Kunjungan di musim dingin punya pesona tersendiri. Antara November dan Februari, pemakaman ini dingin dan sering kelabu, tapi ketiadaan dedaunan justru membuat arsitektur makam-makam terlihat lebih jelas, dan suasananya bergeser dari indah ke sesuatu yang lebih sunyi dan khidmat. Kenakan pakaian berlapis. Angin bertiup bebas di bagian atas bukit.
Père Lachaise terletak di arrondissement ke-20, di tepi kawasan Canal Saint-Martin dan Belleville. Setelah berkunjung, jalan-jalan di sekitar Belleville dan Ménilmontant menawarkan beberapa kafe dan restoran independen paling menarik di Paris timur — penutup yang sempurna untuk harimu.
Hal-Hal Praktis untuk Kunjunganmu
Makan dan minum di dalam pemakaman tidak diperbolehkan. Toilet tersedia di dekat pintu masuk utama, tapi sebaiknya bawa tisu sendiri. Medan pemakaman ini cukup menantang bagi pengguna kursi roda dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas: beberapa jalur datar di dekat pintu masuk utama masih bisa dilalui, tapi sebagian besar area melibatkan tangga, tanjakan, dan kerikil yang tidak rata. Bangku sangat terbatas, jadi pertimbangkan hal ini jika kamu berencana berkunjung lama.
Fotografi diperbolehkan di seluruh area, dan pemakaman ini adalah salah satu lokasi fotografi gratis terbaik di Paris. Perpaduan cahaya, bayangan, arsitektur, dan tekstur alam menghasilkan gambar yang sulit dicapai di tempat lain di kota ini. Pagi hari di musim gugur, atau setelah gerimis saat batu-batu tampak basah dan gelap, menghasilkan gambar yang sangat kuat.
Untuk informasi lebih lanjut tentang lokasi fotografi di seluruh Paris, panduan spot foto terbaik di Paris mencakup berbagai lokasi yang melengkapi kunjunganmu ke sini.
Jika kamu sedang menyusun itinerary yang memadukan tempat-tempat ikonik dengan destinasi yang kurang umum, panduan itinerary Paris 3 hari memadukan Père Lachaise bersama kawasan-kawasan lain di kota dalam urutan yang logis.
Tips Orang Dalam
- Pintu masuk Gambetta di sisi timur laut langsung membawa kamu ke Divisi 70–97, tempat makam Proust, Apollinaire, dan Mur des Fédérés berada — jauh lebih sepi dibanding pintu masuk utama di boulevard.
- Makam Jim Morrison selalu ramai dikunjungi, tapi Divisi 6 di sekitarnya menyimpan beberapa makam Belle Époque paling indah di seluruh pemakaman ini. Jangan hanya terpaku pada nisan yang terkenal — jelajahi juga area di sekitarnya.
- Peta gratis tersedia di pintu masuk termasuk Porte des Amandiers (April hingga Oktober). Petugas bisa membantu kamu dengan pertanyaan navigasi dalam bahasa Prancis.
- Mur des Fédérés di Divisi 76 adalah salah satu sudut paling bersejarah di pemakaman ini, tapi sering terlewatkan pengunjung. Berupa tembok bata biasa dengan prasasti kecil di pojok tenggara — kesederhanaannya justru kontras tajam dengan beban sejarah yang dibawanya.
- Kalau kamu berkunjung akhir Oktober atau awal November sekitar Hari Semua Orang Kudus (Toussaint), pemakaman ini dipenuhi bunga krisan segar yang ditaruh keluarga di makam mereka. Pemandangannya benar-benar berbeda dari waktu-waktu lain.
Untuk Siapa Pemakaman Père Lachaise?
- Pecinta sejarah dan sastra yang ingin menelusuri jejak nyata kehidupan budaya Prancis selama tiga abad
- Penggemar arsitektur dan seni yang tertarik pada patung makam dari era Romantis hingga desain modernis awal
- Fotografer yang mencari lokasi gratis dan penuh atmosfer dengan subjek alam dan arsitektur yang kuat di segala musim
- Pelancong solo yang lebih suka berkeliaran tanpa jadwal ketat daripada mengantre di tempat wisata populer
- Pengunjung yang punya setengah hari luang dan ingin sesuatu yang benar-benar berbeda dari tur monumen Paris pada umumnya
Atraksi Terdekat
Hal lain yang bisa dilihat di Canal Saint-Martin & Belleville:
- Atelier des Lumières
Menempati gedung pabrik pengecoran besi seluas 3.300 m² yang dibangun pada 1835, Atelier des Lumières memproyeksikan pameran digital monumental ke seluruh permukaan ruangan. Ini adalah salah satu ruang budaya paling khas di Paris, memadukan arsitektur industrial dengan penceritaan visual mutakhir.
- Belleville
Berada di ketinggian 108 meter di atas permukaan laut, Parc de Belleville adalah taman umum tertinggi di Paris dan salah satu dari sedikit tempat di mana kamu bisa menyaksikan matahari terbenam di balik Menara Eiffel secara gratis. Dibuka pada 1988 di atas bukit Belleville yang bersejarah, taman ini memadukan panorama kota yang luas, air terjun bertingkat sepanjang 100 meter, kebun anggur Pinot Meunier yang masih aktif, dan suasana lokal yang autentik — sesuatu yang jarang kamu temukan di taman-taman pusat kota yang penuh turis.
- Canal Saint-Martin
Membentang sepanjang 4,6 kilometer menembus arrondissement ke-10, Canal Saint-Martin menawarkan jembatan besi, deretan pohon plane, dan sebuah kawasan yang memadukan semangat kelas pekerja Paris tempo dulu dengan dunia kreatif modern. Entah kamu berjalan santai di sepanjang dermaga pada Minggu sore atau ikut kapal melewati sembilan pintu air, ini adalah salah satu pengalaman gratis terbaik di kota ini.
- Parc des Buttes-Chaumont
Dibangun di atas bekas tambang batu kapur dan tempat eksekusi, Parc des Buttes-Chaumont adalah lanskap 25 hektar berisi tebing, gua, dan kuil di pulau tengah danau yang jarang ditemukan wisatawan. Gratis, dicintai warga lokal, dan benar-benar berbeda dari taman mana pun di kota ini.