Taman Beihai: Kebun Kekaisaran Kuno Beijing di Atas Air

Taman Beihai adalah salah satu kebun kekaisaran tertua dan terawat di Beijing, dengan luas sekitar 69 hektar, lebih dari separuhnya berupa danau besar. Sudah berdiri lebih dari seribu tahun, taman ini menggabungkan arsitektur kekaisaran, monumen Buddha, dan ruang hijau di pusat kota, hanya sepelemparan batu dari Kota Terlarang.

Fakta Singkat

Lokasi
No. 1 Wenjin Street, Distrik Xicheng, Beijing
Cara ke sini
Bus 5, 101, 103, 109 (pintu selatan); 13, 42, 105, 107, 111, 118 (pintu utara). Tidak ada stasiun metro langsung; stasiun terdekat Beihai North atau Nanluoguxiang (Jalur 6).
Waktu yang dibutuhkan
2–3 jam untuk berkeliling santai; setengah hari jika ingin bersantai di danau atau mengunjungi beberapa aula
Biaya
Musim ramai (Apr–Okt): tiket masuk CNY 10, paket gabungan CNY 20; harga diskon CNY 5 & CNY 10. Musim sepi (Nov–Mar): tiket masuk CNY 5, paket gabungan CNY 15; harga diskon CNY 2,5 & CNY 7,5.
Cocok untuk
Pencinta sejarah, fotografi lanskap, keluarga yang ingin ruang hijau, pejalan kaki pagi
Pemandangan luas Taman Beihai dengan danau di tengah, pepohonan rimbun, dan White Dagoba ikonik di atas bukit di bawah langit dramatis.

Taman Beihai Itu Sebenarnya Apa Sih?

Taman Beihai (北海公园, Běihǎi Gōngyuán) adalah bekas kebun kekaisaran di Distrik Xicheng, persis di barat laut Kota Terlarang. Selama hampir seluruh sejarahnya, taman ini tertutup untuk umum dan hanya boleh dinikmati oleh para kaisar sejak Dinasti Liao, lebih dari seribu tahun lalu. Sejak dibuka untuk publik pada 1925, Beihai menjadi salah satu taman ibu kota yang paling sering dikunjungi, meski tak pernah terasa seramai area seremonial di Tiananmen.

Ciri khas utama taman ini adalah Danau Beihai yang meliputi lebih dari separuh area dari total sekitar 69 hektar. Di tengah danau berdiri Pulau Qionghua yang di puncaknya berdiri White Dagoba, sebuah stupa ala Tibet setinggi 36 meter yang dibangun pada 1651 untuk memperingati kunjungan pertama Dalai Lama Kelima ke Beijing. Menara putihnya, terlihat jelas dari banyak area sekitar dan menjadi ikon taman, serta objek wajib untuk hampir setiap jepretan foto di sini.

ℹ️ Perlu diketahui

Sebagian besar area indah di luar Round City (Tuancheng) tutup setiap Senin, kecuali libur nasional. Jika ingin ke pulau atau aula dalam, hindari datang hari Senin.

Bagaimana Suasana di Taman Beihai Sepanjang Hari

Datang sebelum jam 8:00 di hari kerja, Taman Beihai hampir seluruhnya milik warga lokal. Lansia berlatih tai chi di teras batu dekat gerbang selatan, kelompok kecil berkumpul dengan speaker portabel untuk menari bersama, dan pemancing duduk sunyi di tepi danau. Air danau tenang, White Dagoba tampak jelas terpantul di permukaan. Aroma dedaunan willow dan air danau sangat terasa di pagi hari.

Di akhir pekan, terutama musim semi dan musim gugur, area gerbang selatan cepat dipadati pengunjung pada pertengahan pagi. Keluarga dengan anak kecil ramai menyewa perahu kayuh maupun dayung di danau. Jalur pejalan beratap di tepi utara, dikenal sebagai Painted Gallery, jadi lintasan santai yang ramai. Suasana tetap santai, tidak tergesa-gesa, tapi tidak lagi sunyi. Bila mengutamakan ketenangan, sisi utara dan area Lima Paviliun Naga cenderung lebih sepi sepanjang hari dibanding pulau di tengah.

Sore hari memberi cahaya terbaik untuk fotografi. Matahari rendah menyinari genteng dan menjadikan dagoba berwarna keemasan. Pada musim gugur yang cerah, kontras menara putih dengan birunya langit begitu menakjubkan. Di musim dingin saat danau membeku, suasana taman berubah total: orang-orang bermain seluncur es dan dedaunan willow yang gundul membingkai dagoba berlatar langit kelabu. Saat salju turun, taman serasa potongan lukisan klasik. Kondisi cuaca bisa berbeda setiap tahun, jadi cek prakiraan jika ingin datang saat musim atau cuaca tertentu.

Tiket dan tur

Pilihan terpilih dari mitra pemesanan kami. Harga bersifat indikatif; ketersediaan dan harga akhir dikonfirmasi saat Anda menyelesaikan pemesanan.

  • Jingshan Hill, Beihai Park and Old Beijing tour with imperial meal

    Mulai dari 243 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Beihai Park online reservation for a self-guided tour

    Mulai dari 6 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Beihai boat ride, imperial cuisine, and Beijing's old part guided tour

    Mulai dari 255 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Small group tour of Tian'anmen Square and the Forbidden City

    Mulai dari 43 €Konfirmasi instanPembatalan gratis

Lapisan Kekaisaran: Seribu Tahun Satu Taman

Bangunan kebun kekaisaran pertama di lokasi ini berasal dari Dinasti Liao pada abad ke-10. Dinasti Jin memperluasnya di abad ke-12, dan di bawah Dinasti Yuan (abad 13–14), taman ini masuk kompleks ibu kota kekaisaran Khanbaliq, seperti yang digambarkan Marco Polo. Wadah batu giok raksasa di Round City, disebut Dadu Jade Jar dari era Yuan, adalah salah satu peninggalan kekaisaran tertua di Beijing.

Kebanyakan bangunan yang kita lihat sekarang adalah peninggalan Dinasti Ming dan Qing: paviliun, lorong tertutup, aula, serta jalur resmi di Pulau Qionghua. White Dagoba sendiri bangunan era Qing, didirikan atas perintah Kaisar Shunzhi untuk menghormati kunjungan bersejarah Dalai Lama Kelima. Memahami lapisan sejarah ini akan membuat suasana taman lebih bermakna, bukan sekadar deretan bangunan acak. Untuk gambaran lebih luas tentang warisan kekaisaran Beijing, panduan sejarah kekaisaran Beijing memberi latar belakang menarik soal keterkaitan Beihai, Istana Musim Panas, dan Kota Terlarang.

Round City (Tuancheng), tak jauh dari gerbang selatan, berbeda gaya dengan bagian taman lain. Letaknya di atas platform bundar dan memiliki Aula Cahaya yang Menyambut, yang berisi patung Buddha giok putih besar. Area ini tetap buka meski hari Senin ketika bagian lain ditutup, jadi bisa jadi opsi kunjungan bila ada keterbatasan waktu.

Menyusuri Taman: Rute Paling Praktis

Sebagian besar pengunjung masuk dari gerbang selatan di Jalan Wenjin, langsung berada di depan Round City. Dari sini, jalur utama menyeberangi jembatan batu menuju Pulau Qionghua. Jalur menuju White Dagoba agak curam di beberapa bagian, dan anak tangga batunya licin halus karena ribuan tahun dipijak. Dari atas, pemandangan danau dan tepi utara tampak lapang. Saat langit cerah, kita juga bisa melihat garis atap Menara Genderang di timur laut.

Setelah turun dari pulau, tarik napas dan berjalanlah melawan arah jarum jam di tepi utara untuk mencapai Lima Paviliun Naga, gugusan lima paviliun yang berjajar saling terhubung di atas danau lewat jembatan batu meliuk. Pemandangan White Dagoba dari sini termasuk yang terbaik seluruh taman. Painted Gallery (Changlang) membentang di tepi utara dan sangat nyaman untuk berteduh saat panas atau hujan. Jika masih punya waktu dan tenaga, area gerbang utara dekat Houhai dan Shichahai sangat pas disambung jalan sore menyusuri kawasan danau.

💡 Tips lokal

Gunakan sepatu dengan sol anti-selip untuk jalur di pulau. Permukaan batu bisa sangat licin setelah hujan atau saat lembap, dan beberapa area tidak tersedia pegangan.

Transportasi dan Info Penting

Tidak ada stasiun metro persis di depan Taman Beihai. Cara paling mudah adalah naik Subway Beijing Jalur 6 dan turun di stasiun Beihai North (dekat pintu utara), atau stasiun Nanluoguxiang dan berjalan sebentar ke barat. Bus 5, 101, 103, 109 melayani pintu selatan; bus 13, 42, 105, 107, 111, 118 melayani pintu utara. Taksi dan kendaraan online (seperti DiDi) mudah dijemput di kedua pintu. Taman ini juga bisa dicapai jalan kaki sekitar sepuluh menit dari sisi barat Kota Terlarang.

Tiket gabungan (CNY 20 musim ramai, CNY 15 musim sepi) sudah termasuk akses taman utama, Pulau Qionghua, dan Round City. Tiket reguler (CNY 10 musim ramai, CNY 5 musim sepi) hanya untuk area taman, tidak semua bangunan bagian dalam. Sewa perahu tersedia terpisah di dermaga danau selama jam operasional. Jika ingin sehari penuh di kawasan, Jingshan Park hanya beberapa menit jalan kaki ke timur dan menawarkan pemandangan tinggi atap Kota Terlarang yang populer itu.

Musim ramai: 1 April–31 Oktober, taman buka pukul 06:00–21:00 (tiket terakhir 20:30). Musim sepi: 1 November–31 Maret, buka 06:30–20:00 (tiket terakhir 19:30). Selalu cek info jam buka terbaru, karena jadwal bisa berubah saat musim libur.

Catatan Musim dan Kondisi Foto

Musim semi (akhir Maret–April) menghadirkan bunga willow dan tunas teratai, bikin jalur danau semakin menarik. Musim gugur (September–Oktober) paling optimal untuk foto dengan cahaya sore kemasan dan langit cerah. Musim panas tetap bisa dikunjungi, meski Juli–Agustus panas lembap dan rawan hujan petir. Bunga teratai di utara danau biasanya mekar akhir Juni–Agustus, menarik keramaian akhir pekan. Info tips memotret taman & monumen Beijing bisa dibaca di panduan fotografi Beijing yang membahas rekomendasi alat hingga area terbatas dan waktu terbaik di kota.

Kualitas udara terasa sangat berpengaruh saat musim dingin dan awal musim semi. Saat berkabut, dagoba tampak lumer dan tepi danau hampir menghilang. Cek info kualitas udara real-time jika jadwal kunjungan fleksibel. Namun, di hari cerah, bahkan musim dingin pun, taman ini bisa sangat indah.

Siapa yang Sebaiknya Melewatkan Beihai

Jika waktu di Beijing sangat terbatas, misal hanya dua hari, mungkin Taman Beihai akan bersaing dengan Kota Terlarang, Kuil Surga, atau Tembok Besar dalam agenda Anda. Taman ini bukan destinasi yang menawarkan satu momen tak terlupakan seperti landmark tersebut. Keistimewaannya justru dalam gabungan air, bangunan, sejarah, dan ruang. Pengunjung yang menginginkan museum lengkap dengan penjelasan detail mungkin akan kecewa karena signboard berbahasa Inggris di dalam taman sangat minim. Anak-anak yang suka wahana aktif sepertinya akan lebih senang di tempat dengan aktivitas terstruktur.

Taman Beihai juga kurang cocok jika Anda ingin memahami suasana komunitas hutong Beijing secara langsung. Untuk itu, kawasan sekitar Nanluoguxiang atau kawasan hutong jauh lebih mendalam. Beihai lebih pas sebagai pelengkap pengalaman tersebut, bukan penggantinya.

Tips Orang Dalam

  • Masuk lewat gerbang utara bila ingin ke Lima Paviliun Naga dan Painted Gallery lebih dulu sebelum dipadati pengunjung dari selatan. Area gerbang utara biasanya lebih sepi di pagi akhir pekan.
  • Tiket gabungan hampir selalu layak dibeli jika ingin naik ke pulau Qionghua: tiket masuk reguler tidak mencakup akses pulau bagian dalam atau Round City, sedangkan selisih harganya kecil.
  • Sewa perahu di dermaga danau hanya tersedia musiman dan bisa habis lebih awal di sore akhir pekan saat cuaca cerah di musim semi atau gugur. Jika ingin menyewa perahu, datanglah sebelum pukul 10:00.
  • Warung teh dan jajanan kecil di tepi utara menjual minuman hangat dan camilan kemasan dengan harga cukup terjangkau. Namun, membawa air sendiri dapat menghemat pengeluaran untuk kunjungan yang lama.
  • Pagi hari kerja antara jam 7:00 dan 9:00 adalah waktu paling otentik untuk merasakan taman ini sebagai fasilitas warga: penduduk lokal berolahraga, bermain musik, dan bersosialisasi tanpa gimmick turis.

Untuk Siapa Taman Beihai?

  • Pelancong yang benar-benar tertarik dengan desain kebun kekaisaran Tiongkok dan arsitektur Buddha
  • Pecinta fotografi lanskap saat musim gugur atau dingin di Beijing yang ingin objek berbeda dari situs seremonial utama
  • Keluarga yang menginginkan ruang terbuka tenang dengan danau, lintasan khusus pejalan, dan pemandangan menarik untuk anak-anak
  • Pengunjung yang ingin menggabungkan Beihai dengan setengah hari menjelajahi kawasan danau Xicheng, termasuk Shichahai dan gang hutong di utara
  • Pagi-pagi sekali ingin melihat budaya taman ala Beijing yang otentik sebelum wisatawan ramai

Atraksi Terdekat

Hal lain yang bisa dilihat di Distrik Xicheng:

  • Planetarium Beijing

    Planetarium Beijing (北京天文馆) berada di Distrik Xicheng dekat Kebun Binatang Beijing. Ada pertunjukan teater kubah, pemutaran film 3D & 4D, dan pameran sains tetap di dua gedung. Intip suasana kunjungannya di sini.

  • Kebun Binatang Beijing

    Kebun Binatang Beijing adalah salah satu kebun binatang tertua dan terbesar di Tiongkok, menempati lahan lebih dari 80 hektar di Distrik Xicheng. Di sini, kamu bisa melihat panda raksasa tanpa harus jauh-jauh keluar kota. Panduan ini membahas apa yang perlu kamu ketahui—waktu terbaik berkunjung, rute, hingga tips supaya pengalamanmu maksimal.

  • Museum Ibukota

    Museum Ibukota (首都博物馆) di Distrik Xicheng adalah museum utama milik kota Beijing yang menelusuri sejarah kota ini selama tiga milenium. Masuk gratis, galeri permanennya sangat mengesankan, dan biasanya tidak seramai Kota Terlarang — pilihan cerdas saat keliling pusat kota Beijing.

  • Kuil Fayuan

    Didirikan tahun 645 M pada masa Dinasti Tang, Kuil Fayuan adalah kuil Buddha tertua yang masih bertahan di kawasan pusat Beijing. Tiket masuk hanya 5 RMB, nyaris tak pernah ramai, dan penuh jejak sejarah lintas 1.300 tahun. Cocok buat kamu yang ingin menjauh dari jalur turis di Xicheng.