Panduan Arsitektur Shanghai: Dari Art Deco ke Pencakar Langit
Jelajahi kekayaan arsitektur Shanghai: 52 bangunan kolonial di Bund, koleksi Art Deco terbesar di Asia, dan gedung-gedung super tinggi Lujiazui. Temukan informasinya per era dan wilayah.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini
Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Penerbangan
Peta hotel
Ringkasan
- Bund membentang 1,5 km di tepi Sungai Huangpu dengan sekitar 52 bangunan bergaya Barat, namun umumnya bergaya Eropa Revival, bukan Art Deco seperti klaim populer.
- Era Art Deco di Shanghai memuncak di tahun 1920-1930an, melahirkan gaya fusion khas Tiongkok. Jelajahi jejaknya dengan jalan kaki arsitektur mandiri di kawasan French Concession Lama dan Jing'an.
- Dek observasi lantai 118 Shanghai Tower tarif standar dewasa sekitar ¥180, terbaik dikunjungi saat cuaca cerah dan polusi rendah — cek kualitas udara sebelum memesan.
- Sekitar 30% bangunan Art Deco pra-1937 telah dibongkar sejak 1980, sehingga yang tersisa menjadi warisan penting yang layak dicari secara khusus.
- Untuk panorama ikonik Shanghai, gabungkan jalan kaki di Bund dengan wisata kapal di Sungai Huangpu dan naik ke dek observasi di Lujiazui.
Mengenal Garis Waktu Arsitektur Shanghai

Untuk memahami arsitektur Shanghai, bayangkan kotanya sebagai tumpukan tiga era berbeda. Dimulai dari masa treaty-port (1840-an–1910-an), ketika kekuatan kolonial Eropa membangun bank, kantor dagang, dan klub bergaya Eropa Revival seperti Neoklasik, Romanesque, Gotik, serta Barok. Berikutnya periode Republik tahun 1920-1930an, saat Shanghai menjadi salah satu kota terkaya di Asia dan arsitek setempat menggabungkan Art Deco internasional dengan ornamen dekoratif Tiongkok melahirkan gaya khas lokal. Terakhir, ledakan pembangunan pasca 1990 menumbuhkan hutan pencakar langit super-tinggi di Lujiazui, Pudong, yang kini menjadi salah satu siluet kota paling dikenal di dunia.
Ketiga era ini jarang tumpang tindih secara geografis, jadi cukup mudah untuk menelusurinya. Arsitektur kolonial terkonsentrasi di Bund dan kawasan konsesi lama di barat kota tua. Art Deco banyak ditemui di French Concession Lama, Jing'an, serta sudut-sudut Huangpu. Deretan pencakar langit menjulang hampir seluruhnya di Lujiazui, bagian timur Sungai Huangpu di Pudong. Anda bisa mengalokasikan satu hari penuh khusus satu era tanpa perlu kembali ke titik semula.
ℹ️ Perlu diketahui
Shanghai adalah munisipalitas tingkat provinsi di Republik Rakyat Tiongkok, bukan sebuah provinsi. Wilayahnya meliputi 16 distrik dengan luas 6.340,5 km² dan jumlah penduduk tetap 24,8 juta per akhir 2024. Kota ini berada di muara delta Sungai Yangtze, sekitar 31,23°LU dan 121,47°BT.
Bund: Kemegahan Kolonial dan Miskonsepsi Umum

Bund (外滩, Waitan) adalah kawasan arsitektur paling dikunjungi di Shanghai, bentangan tepi sungai sepanjang 1,5 km di tepi barat Sungai Huangpu yang dihiasi sekitar 52 gedung bergaya Barat. Sebagian besar dibangun antara 1870-an–1930-an oleh lembaga keuangan Eropa dan Amerika: bank, asuransi, kantor dagang, serta konsulat yang membentuk Shanghai sebagai ibu kota ekonomi Asia Timur. Gayanya didominasi Eropa Revival: markas Hongkong & Shanghai Banking Corporation bergaya Neoklasik, Customs House campuran Neoklasik-Art Deco, dan bekas Konsulat Inggris bergaya Gotik Victoria. Untuk detail lebih lanjut tentang kawasan promenade-nya sendiri, promenade Bund layak Anda baca sebelum berkunjung.
Di sinilah miskonsepsi paling umum sering terjadi: Bund sering disebut sebagai galeri Art Deco, padahal menurut riset ahli arsitektur, hanya sekitar tiga sampai lima bangunan di Bund yang benar-benar bergaya Art Deco. Sisanya lebih tua, umumnya Eropa Revival yang hadir sebelum gerakan Art Deco. Customs House (1927) dan Bank of China Building (1937) adalah contoh Art Deco paling jelas di Bund. Bangunan Bank of China sangat penting: satu-satunya di Bund yang dirancang arsitek Tiongkok, Lu Qianshou, dan dengan sengaja mengadopsi bentuk pagoda dalam struktur Art Deco, contoh awal elegan dari perpaduan gaya Deco-Tionghoa yang jadi ciri Shanghai tahun 1930-an.
⚠️ Yang bisa dilewati
Banyak tur jalan kaki dan artikel perjalanan keliru menobatkan seluruh Bund sebagai 'Art Deco'. Kalau Anda peduli detail arsitektur, cari jam Custom House dan gedung Bank of China, jangan asal berasumsi seluruh Bund Art Deco.
Promenade Bund terbuka sepanjang tahun dan gratis untuk diakses. Jalan-jalan sore hingga malam adalah waktu paling menarik: fasad kolonial di tepi barat dan menara Lujiazui di timur sama-sama menyala terang, pantulan di Sungai Huangpu menambah daya tarik visual yang tak dapat ditemukan di siang hari. Akhir pekan pukul 19.00-21.00 ramai pengunjung, sementara pagi hari sebelum jam 09.00 relatif tenang. Stasiun metro terdekat adalah East Nanjing Road (Jalur 2 dan 10). Untuk penjelasan kawasan lebih luas, panduan distrik Bund membahas kuliner, atraksi sekitar, dan peta wilayah.
Art Deco Shanghai: Di Mana Mencari yang Asli

Masa kejayaan Art Deco di Shanghai berlangsung sekitar 1925–1941 dan menurut banyak sejarawan arsitektur, menjadi salah satu konsentrasi Art Deco terbesar di dunia bersama New York dan Miami. Ciri utamanya adalah massa geometris streamline, siluet berundak atau zigurat, ornamen sunburst, frieze zigzag, dan penekanan vertikal. Sentuhan khas lokalnya hadir lewat motif naga, teratai, atau kisi Tiongkok yang dilebur dalam struktur Barat — kombinasi yang benar-benar unik dan tidak ada di kota lain.
Urgensi untuk melihatnya memang nyata. Data Shanghai Municipal Planning Bureau menunjukkan sekitar 30% bangunan Art Deco pra-1937 hilang sejak 1980. Yang tersisa tersebar tidak merata di beberapa distrik. Survei kelompok pelestarian menyebut French Concession Lama, Jing'an, dan beberapa titik di Huangpu sebagai kantong terpadatnya. Banyak orang keliru hanya mencari Art Deco di Bund dan melewatkan kawasan yang jauh lebih kaya satu-dua kilometer ke arah daratan.
- Distrik Jing'an Memiliki blok-blok perumahan dan komersial Art Deco 1930-an yang sangat terawat, termasuk gedung apartemen dengan lobi dan tangga asli. Area sekitar Nanjing West Road cocok untuk eksplorasi santai.
- French Concession Lama Wukang Road dan gang-gang di sekitarnya dipenuhi vila era Republik dan apartemen Art Deco rendah. Banyak yang kini menjadi kafe atau butik sehingga kadang bagian dalamnya juga bisa dilihat.
- Peace Hotel (Sassoon House, 1929) Tepat di Bund pada sudut East Nanjing Road, inilah bangunan Art Deco paling ikonik di Shanghai. Atap piramida perunggu, bar jazz, dan detail interior aslinya layak dinikmati bahkan jika Anda tidak menginap di sini.
- Paramount Ballroom (1933) Di Yuyuan Road, Jing'an, salah satu venue hiburan Art Deco terindah yang masih bertahan di Asia. Fasad melengkung, papan neon, dan interior bertingkat masih asli. Masih aktif sebagai ballroom dansa.
- Gedung Bank of China (1937) Satu-satunya bangunan di Bund karya arsitek Tiongkok. Massa bertingkatnya memadukan Art Deco dan bentuk atap tradisional Tiongkok — sangat berpengaruh bagi generasi arsitek Shanghai selanjutnya.
Ada juga miskonsepsi penting kedua: Art Deco di Shanghai bukan 100% hasil impor arsitek Prancis. Penelitian membuktikan para perancangnya sangat beragam: firma Amerika, arsitek Inggris, dan arsitek Tiongkok seperti Robert Fan serta Poy Gum Lee yang sempat belajar ke luar negeri dan pulang membangun lokal. Art Deco di Shanghai benar-benar diadopsi serta diadaptasi, bukan sekadar dipasang begitu saja. Kini, kelompok pelestari mengamati geliat 'Deco Echo' — bangunan modern yang mengambil inspirasi dekoratif Art Deco — tersebar di berbagai distrik, menunjukkan gaya ini masih jadi rujukan aktif, bukan sekadar peninggalan sejarah. Untuk rute jalan kaki tematik, panduan jalan kaki mandiri terbaik di Shanghai menawarkan rute khusus Art Deco di beberapa ruas utama Shanghai.
Pencakar Langit Lujiazui: Tiga Menara yang Perlu Dipahami

Kawasan distrik keuangan Lujiazui di Pudong menaungi tiga pencakar langit paling berpengaruh dalam sejarah arsitektur modern Tiongkok – masing-masing mewakili dekade dan filosofi berbeda. Ketiganya juga mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 500 meter satu sama lain dan tampak jelas dari Bund.
- Menara Jin Mao (1999, 420,5m) Didesain firma SOM dari Amerika Serikat, Jin Mao menginterpretasi bentuk pagoda dengan pendekatan post-modern, memiliki 13 undakan mirip menara kayu tradisional. 88 lantainya dianggap membawa keberuntungan menurut tradisi Tiongkok. Dari dek observasi lantai 88 Anda bisa melihat atrium Grand Hyatt—pemandangan dalam gedung yang cukup unik di Shanghai.
- Shanghai World Financial Center (2008, 492m) SWFC sempat menuai kontroversi: bagian atasnya semula berlubang bundar namun direvisi jadi trapesium karena dikritik mirip lambang matahari terbit. Bentuk akhirnya memang logis dari sisi konstruksi (mengurangi beban angin), walau dari sudut tertentu tampak aneh. Fasilitas Sky Walk di lantai 94, 97, dan 100 menawarkan lantai kaca yang benar-benar bikin deg-degan.
- Shanghai Tower (2015, 632m) Gedung tertinggi di Tiongkok dan nomor tiga tertinggi dunia (sudah rampung). Bentuk berpilin memutar 120 derajat dari kaki ke puncak ini mengurangi tekanan angin sekitar 24% dibanding desain kotak biasa. Dek observasi di lantai 118 buka sekitar 08.30–22.00, tiket dewasa mulai sekitar ¥180, naik jadi ±¥199 saat puncak/high season atau libur nasional. Tiket gabungan plus atraksi mass damper sekitar ¥268. Pastikan cek harga terbaru di shanghaitower.com.cn sebelum kunjungan.
✨ Tips pro
Jarak pandang dari dek observasi sangat bergantung cuaca dan polusi udara. Sore musim panas (Juni–Agustus) biasanya berkabut dan jarak pandang minim. Kondisi paling jernih biasanya saat hari dingin dan kering di Oktober–November atau Maret–April. Cek indeks kualitas udara Shanghai pagi hari sebelum kunjungan. Kalau PM2.5 di atas 100, sebaiknya reschedule. Situs resmi Shanghai Tower juga menyebut kondisi berkabut sangat mengurangi kualitas panorama dari lantai 118.
Untuk panorama tiga menara sekaligus, promenade Bund adalah titik pandang ideal, namun promenade tepi sungai Lujiazui di sisi Pudong menawarkan sudut unik untuk melihat kembali Bund dan fasad kolonialnya. Sementara pemandangan terbaik di Shanghai membahas spot-spot favorit lain—termasuk rooftop bar serta teras luar ruangan yang bebas antrean panjang seperti dek utama.
Zona Jalan Kaki Arsitektur: Rencanakan Rutenya

Atraksi arsitektur Shanghai tersebar di area-area yang saling berjauhan, tidak bisa ditempuh jalan kaki tanpa bantuan metro. Solusi praktis: kelompokkan kunjungan per distrik, anggap satu distrik cukup untuk setengah hari eksplorasi. Ada tiga zona utama yang bisa Anda pakai sebagai acuan.
Zona 1 mencakup Bund dan People's Square, terhubung lewat metro Jalur 2 dan 10. Kombinasikan fasad kolonial tepi sungai dengan Shanghai Museum dan Shanghai Urban Planning Exhibition Center, di mana Anda bisa melihat maket kota Shanghai yang detail — membantu orientasi visual sebelum eksplorasi berjalan kaki.
Zona 2 meliputi French Concession Lama dan Jing'an, akses mudah lewat metro Jalur 1 dan 12. Di sinilah kepadatan bangunan Art Deco dan hunian era Republik paling tinggi. Wukang Road adalah jalan paling sering difoto, tapi blok antara Huaihai Road–Fuxing Road menyimpan kawasan lebih otentik. Sediakan waktu 3-4 jam agar bisa menikmatinya tanpa terburu-buru.
Zona 3 adalah Lujiazui di Pudong, akses langsung dengan metro Jalur 2 (stasiun Lujiazui) atau ferry dari Bund (biaya sekitar ¥2, waktu tempuh ±10 menit). Jika waktu cukup, pilih ferry supaya rasakan sensasi mendekati pencakar langit dari sungai seperti di poster. Alokasikan 2-3 jam untuk naik dek observasi dan berjalan-jalan di luar ketiga menara.
- Pagi (08.00-09.30): Jalan kaki di Bund promenade sebelum rombongan tur tiba. Cahaya pagi tepat mengarah ke fasad kolonial dari timur.
- Siang (10.00-13.00): Menyusuri Art Deco di French Concession Lama—akses metro ke South Shaanxi Road atau Changshu Road.
- Sore (14.00-17.30): Naik ferry ke Lujiazui atau metro Jalur 2. Kunjungi dek observasi Shanghai Tower. Berjalan di sekitar tiga menara.
- Malam (18.30-21.00): Kembali ke Bund dengan ferry, nikmati siluet kota yang menyala penuh habis pukul 19.00.
Rincian Praktis: Biaya, Waktu, dan Yang Bisa Dilewati
Promenade Bund dan fasad bangunan luarnya gratis. Lobi Peace Hotel bisa dimasuki non-tamu pada siang hari, tapi jika berlama-lama biasanya diarahkan ke bar/restoran. Sebagian besar bekas bank kolonial di Bund kini berfungsi sebagai kantor bank/hotel, hanya sedikit yang masih bebas diakses bagian dalamnya. Museum Sejarah Bund (di ujung utara terowongan promenade) kecil namun gratis dan layak 20 menit kunjungan.
Untuk dek observasi pencakar langit, Shanghai Tower (standar dewasa sekitar ¥180) paling mahal, tertinggi, dan paling menarik secara arsitektur. SWFC Sky Walk (lantai 94-100) sekitar ¥180 untuk paket kombo. Dek Menara Jin Mao (lantai 88) biasanya yang termurah, ±¥120-140. Harga bisa berubah — selalu cek situs resmi. Tiket gabungan ketiga menara memang ada, tapi masuk akal jika ingin naik semuanya di hari yang sama (siap-siap naik lift berkali-kali, bisa terasa monoton).
💡 Tips lokal
Kalau ingin hemat, lewati semua dek observasi berbayar. Naik ferry Sungai Huangpu (±¥2) antara Bund dan Lujiazui. Berdiri di dek terbuka di titik tengah penyeberangan, Anda bisa melihat panorama dua sisi kota sekaligus tanpa penghalang. Cahaya terbaik untuk perjalanan ini saat golden hour menjelang senja.
Mobilitas antar zona sangat mudah dengan Shanghai Metro, salah satu jaringan transportasi tercepat dunia. Jalur 2 adalah poros utama timur-barat, menghubungkan Bandara Pudong, Lujiazui, People's Square, dan Jing'an Temple. Tarif dalam kota sekitar ¥3-6 tergantung jarak. Untuk penjelasan transportasi lengkap, berkeliling Shanghai membahas detil metro, taksi, ferry, dan aplikasi transportasi daring di Shanghai.
Tanya Jawab
Apakah Bund di Shanghai benar-benar Art Deco?
Sebagian besar tidak. Sekitar 52 bangunan di Bund sebenarnya dominan bergaya Eropa Revival: Neoklasik, Barok, Romanesque, dan Gotik. Hanya sekitar tiga sampai lima bangunan yang benar-benar bergaya Art Deco — yang paling jelas adalah Customs House (1927) dan Bank of China Building (1937). Panduan wisata kebanyakan terlalu menyederhanakan. Konsentrasi Art Deco sesungguhnya justru berada di kawasan French Concession Lama dan Jing'an.
Berapa harga tiket dek observasi Shanghai Tower?
Tiket dewasa standar sekitar ¥180 untuk dek 118–119. Saat high season dan hari libur naik jadi sekitar ¥199. Tiket gabungan beserta pameran mass damper dan ruang seni Sky 632 sekitar ¥268. Harga bisa berubah, cek situs resmi shanghaitower.com.cn sebelum kunjungan. Buka sekitar 08.30–22.00, last entry 21.30.
Kapan waktu terbaik berjalan kaki di Bund?
Pagi hari di hari kerja sebelum pukul 09.00 biasanya sepi dan cahaya matahari dari timur menerangi fasad kolonial. Sore-malam antara 19.00–21.00 adalah waktu paling dramatis — Bund dan menara Lujiazui sama-sama bermandikan cahaya. Hindari akhir pekan malam karena promenade bisa sangat padat.
Di mana melihat arsitektur Art Deco terbaik di Shanghai?
French Concession Lama, khususnya sekitar Wukang Road, Huaihai Middle Road, dan ruas antara Fuxing–Julu Road punya konsentrasi Art Deco dan hunian era Republik terbanyak. Di Jing'an, seputar Nanjing West Road dan Yuyuan Road banyak bangunan Art Deco komersial seperti Paramount Ballroom (1933). Bund sendirian tidak cukup mewakili warisan Art Deco asli Shanghai.
Bisa melihat panorama skyline Shanghai tanpa bayar tiket dek observasi?
Bisa. Jalan promenade Bund gratis dan memberikan pandangan lepas ke menara Lujiazui di seberang sungai. Naik ferry Sungai Huangpu (±¥2) Bund–Lujiazui justru memberi panorama bergerak dari permukaan air — kadang malah lebih dramatis ketimbang dek observasi. Beberapa rooftop bar di French Concession dan Bund juga punya view tinggi tanpa biaya masuk khusus, meski biasanya ada minimum pemesanan minuman.