Bus Hop-On Hop-Off London: Apakah Benar-Benar Worth It?

Bus hop-on hop-off bertebaran di London, tapi apakah itu cara terbaik menjelajahi kota? Panduan ini mengulas operator utama, apa yang kamu dapat, siapa yang paling diuntungkan, dan kapan lebih baik tidak beli tiketnya.

Bus tingkat hop-on hop-off City Sightseeing London berwarna merah cerah diparkir di bawah pohon rindang, dengan landmark ikonik kota dan sungai di latar belakang.
Photo Andrei Dan Suciu (CC BY 3.0) (wikimedia)

Rencanakan dan pesan perjalanan ini

Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Penerbangan

Peta hotel

Ringkasan

  • Ada tiga operator utama bus hop-on hop-off di London: Big Bus Tours, Tootbus London (sebelumnya The Original Tour), dan City Sightseeing London (dioperasikan oleh Golden Tours). Ketiganya menggunakan format bus tingkat dua atap terbuka dengan beberapa rute berbentuk lingkaran.
  • Tiket umumnya dijual dalam durasi 24, 48, atau 72 jam, meski pilihan pastinya berbeda tiap operator. Bus beroperasi setiap 15-20 menit di rute utama, melewati tempat-tempat ikonik seperti Tower of London, Buckingham Palace, dan London Eye.
  • Tiket sering sudah termasuk paket bonus seperti wisata perahu di Sungai Thames dan tiket masuk prioritas ke atraksi tertentu — tambahan ini bisa mengubah perhitungan nilai tiket secara signifikan.
  • Buat wisatawan pertama kali yang ingin gambaran umum kota tanpa repot merencanakan rute, bus ini masuk akal. Tapi kalau kamu wisatawan hemat atau sudah terbiasa naik Tube, cek dulu cara keliling London dengan transportasi umum — hampir selalu jauh lebih murah.
  • Hindari pagi hari di musim panas kalau ingin duduk di dek atas. Naik bus atap terbuka saat hujan itu tidak nyaman sama sekali.

Cara Kerja Bus Hop-On Hop-Off London

Penumpang duduk di dek atas terbuka bus hop-on hop-off merah London, melewati gedung-gedung batu bersejarah dan Katedral St. Paul's.

Konsepnya sederhana: kamu beli tiket dengan batas waktu tertentu, lalu bebas naik dan turun dari bus operator tersebut di halte-halte yang sudah ditentukan selama masa berlaku tiket. Durasi tiket yang paling umum adalah 24, 48, dan 72 jam. Banyak tiket dihitung dari pertama kali digunakan, bukan berdasarkan hari kalender, meski sebagian operator masih memakai sistem hari kalender. Bus mengikuti rute melingkar berkode warna melalui pusat London, berhenti di dekat tempat-tempat wisata utama kota. Kamu bisa tetap duduk di atas untuk satu putaran penuh sambil mendengarkan komentar audio lewat headphone, atau turun di halte mana saja untuk jalan-jalan kaki lalu naik bus berikutnya saat sudah siap.

Tiket bus ini sama sekali terpisah dari jaringan Transport for London (TfL). Tiket hop-on hop-off tidak bisa dipakai di Underground, London Overground, atau bus merah TfL biasa. Operator tur punya armada dan rute sendiri yang independen. Perbedaan ini penting lebih dari yang kedengarannya: kalau kamu ketinggalan bus terakhir atau perlu melintasi kota dengan cepat, kamu tetap harus bayar transportasi TfL di luar tiket tur kamu.

⚠️ Yang bisa dilewati

Tiket hop-on hop-off tidak menggantikan kartu Oyster atau pembayaran nirsentuh untuk layanan TfL. Siapkan anggaran untuk keduanya jika kamu berencana naik Tube atau bus biasa selama kunjungan.

Operator Utama: Siapa Mengoperasikan Apa

Ada tiga operator yang mendominasi pasar bus hop-on hop-off London. Tempat-tempat ikonik yang dilayani pada dasarnya sama di ketiga operator, jadi perbedaannya terletak pada cakupan rute, bonus yang disertakan, frekuensi bus, dan harga.

  • Big Bus Tours Operator terbesar di London, menjalankan beberapa rute dengan bus setiap 15-20 menit di rute utama. Tiket biasanya sudah termasuk wisata perahu satu arah di Sungai Thames dan, untuk paket premium, tiket masuk prioritas London Eye. Komentar audio tersedia dalam berbagai bahasa. Umumnya dianggap pilihan paling terpercaya untuk wisatawan pertama kali.
  • City Sightseeing London Bagian dari jaringan waralaba internasional, City Sightseeing mengoperasikan tiga rute berkode warna yang mencakup sebagian besar objek wisata utama di pusat kota. Paket tiket bisa sudah termasuk tur jalan kaki dan opsi wisata sungai. Tiket mereka cenderung menarik lebih banyak wisatawan mandiri dan kadang sedikit lebih murah di luar musim ramai.
  • Tootbus London Sebelumnya dikenal sebagai The Original Tour, Tootbus beroperasi di rute-rute pusat London yang serupa. Mereka mengunggulkan bus ramah lingkungan dan menawarkan paket tiket yang termasuk tiket masuk atraksi. Alternatif yang layak jika tiket Big Bus habis terjual secara daring atau jika promosi mereka saat ini lebih menarik.

Pada praktiknya, pengalaman di ketiga bus ini hampir sama: dek atas atap terbuka, komentar audio rekaman melalui sistem bersama, dan halte setiap 10-15 menit berkendara. Kualitas komentar bervariasi, tapi tidak ada satu pun dari ketiganya yang jauh lebih baik atau lebih buruk dalam hal itu. Pesan tiket secara daring terlebih dahulu daripada di kios pinggir jalan — biasanya lebih hemat (sering sekitar 10% atau lebih) dan kamu terhindar dari tekanan penjual tiket di trotoar.

Apa yang Sebenarnya Kamu Lihat: Rute dan Cakupan

Sebuah bus tingkat merah khas London melintas di depan Big Ben dan Houses of Parliament di bawah langit cerah, menampilkan pemandangan klasik rute wisata.
Photo Sebastian Sollfrank

Rute utama di semua operator mencakup kawasan wisata inti London: Trafalgar Square, Buckingham Palace, Westminster Abbey, London Eye, Tower of London, dan Katedral St Paul. Rute sekunder meluas ke kawasan seperti Kensington dan South Bank.

Satu putaran penuh di rute utama memakan waktu sekitar 90 menit hingga 2 jam tanpa berhenti. Kalau kamu duduk di dek atas sepanjang satu putaran, kamu akan mendapat gambaran solid tentang tata letak dan arsitektur London sebelum memutuskan mau menghabiskan waktu di mana. Ini salah satu argumen terkuat untuk membeli tiket: saat pertama kali datang, melakukan satu putaran penuh sebelum turun di mana pun membantumu memahami bagaimana kota ini tersusun — sesuatu yang sama sekali tidak kamu rasakan kalau naik Underground.

Kekurangan rute ini: bus tidak menjangkau kawasan seperti Shoreditch, Hackney, Brixton, atau Peckham. Kalau minatmu melampaui pusat wisata utama, bus ini tidak akan membawamu ke sana. Camden masuk di beberapa rute tambahan, tapi cakupan London timur dan selatan sangat terbatas. Untuk merasakan kota secara lebih luas, sungai sebenarnya jauh lebih berguna.

✨ Tips pro

Wisata perahu di Sungai Thames yang sering sudah termasuk dalam paket premium memberikan perspektif yang sama sekali berbeda tentang kota ini. Pemandangan sepanjang Westminster Bridge hingga Tower Bridge dari atas air adalah salah satu perkenalan visual terkuat dengan London yang bisa kamu dapatkan. Kalau tiketmu sudah termasuk ini, manfaatkan di hari pertama.

Harga: Yang Perlu Kamu Ketahui dan Kapan Membeli

Harga berfluktuasi mengikuti permintaan dan musim, jadi angka spesifik di sini hanya perkiraan. Sebagai panduan umum, tiket dewasa 24 jam dari operator besar secara historis berada di kisaran £30-50, dengan pilihan 48 jam dan 72 jam yang lebih mahal. Tiket anak biasanya ditawarkan dengan diskon, dan beberapa operator membebaskan biaya untuk anak di bawah 5 tahun. Paket premium yang sudah termasuk tiket masuk prioritas ke atraksi tertentu bisa mendorong harga jauh lebih tinggi, tapi ada baiknya dihitung dulu apakah atraksi-atraksi tersebut memang rencanamu beli tiketnya secara terpisah.

Aturan utama membeli tiket: jangan pernah beli dari calo di pinggir jalan atau kios tanpa penjaga sebelum mengecek situs resmi operatornya terlebih dahulu. Harga daring hampir selalu lebih murah. Kalau bepergian bersama keluarga, cek apakah tiket keluarga menawarkan nilai per orang yang lebih baik dibanding beli tiket satu per satu. Beberapa platform perjalanan pihak ketiga juga menawarkan diskon, tapi pastikan tiketnya langsung diterbitkan oleh operator sebelum memutuskan.

Penting Diketahui: Siapa yang Sebaiknya Beli Tiket Ini

Bus hop-on hop-off paling cocok untuk jenis wisatawan tertentu. Kalau kamu sedang menjalankan itinerary 3 hari di London yang fokus sepenuhnya di kawasan wisata pusat kota, ingin menghindari naik Tube bersama anak kecil, atau sekadar ingin menikmati kota dari atas sebelum memutuskan mau jelajahi apa, tiket ini memberikan nilai yang cukup sepadan.

  • Wisatawan pertama kali yang ingin gambaran geografis kota sebelum memilih atraksi spesifik
  • Keluarga dengan anak kecil yang merasa naik Tube terlalu melelahkan atau rumit secara logistis
  • Wisatawan dengan keterbatasan mobilitas yang kesulitan naik turun transportasi umum
  • Wisatawan dengan waktu terbatas yang ingin melihat pemandangan kota dan landmark utama tanpa perlu menyelami satu kawasan secara mendalam
  • Siapa pun yang tiket paketnya sudah termasuk atraksi (seperti London Eye atau wisata perahu sungai) yang memang akan dibeli secara terpisah

Di sisi lain, tiket ini kurang sepadan untuk wisatawan yang hemat anggaran. Kartu Oyster bayar-sesuai-pemakaian atau kartu bank nirsentuh sudah mencakup seluruh jaringan TfL dengan biaya yang jauh lebih kecil. Jalan-jalan hemat di London sangat mungkin dilakukan tanpanya. Begitu pula kalau kamu sudah pernah ke London atau sudah hafal tata letaknya — satu putaran penuh tidak akan memberimu banyak hal baru. Dan kalau rencanamu lebih banyak menghabiskan waktu di galeri, pasar, atau kawasan tertentu, bus ini pada akhirnya hanya menduplikasi rute jalan kaki yang sudah akan kamu lalui.

Kesimpulannya: ini bukan jebakan wisata dalam arti yang negatif, tapi juga bukan penawaran terbaik untuk semua orang. Nilainya hampir sepenuhnya bergantung pada bagaimana kamu akan menghabiskan waktu dan uangmu kalau tidak naik bus ini. Untuk kunjungan pertama dengan waktu terbatas dan tidak mau repot navigasi Tube, ini adalah pembelian kenyamanan yang masuk akal. Untuk semua orang lainnya, perhitungannya jarang berpihak pada bus.

Realita Musiman dan Tips Praktis

Dek atas yang ramai dari bus wisata hop-on hop-off London, dikelilingi jalanan kota yang sibuk dengan arsitektur klasik London.
Photo Matheus Bertelli

Musim panas (Juni hingga Agustus) adalah musim ramai, dan bus-bus ini pun ikut sibuk. Di halte populer seperti Trafalgar Square dan London Eye, kamu mungkin perlu menunggu bus dengan tempat duduk di dek atas yang masih tersedia, terutama di jam-jam sibuk. Saat terik, dek atas yang langsung terkena sinar matahari bisa sangat tidak nyaman. Datanglah lebih awal ke halte, usahakan naik bus pertama atau kedua di pagi hari, dan hindari jendela pukul 11 pagi hingga 2 siang kalau ingin tempat duduk yang layak. Sebaliknya, naik di dek atas sore hari di musim panas bisa sangat menyenangkan — cahayanya bagus untuk foto dan keramaian sedikit mereda.

Kunjungan di musim dingin mengubah perhitungan secara signifikan. Antara November dan Februari, naik bus atap terbuka butuh banyak lapisan pakaian dan toleransi terhadap dingin serta angin. Cuaca London memang sedang-sedang saja tapi tidak bisa diprediksi — hujan bisa turun kapan saja, dan dek atas sama sekali tidak ada pelindungnya. Beberapa operator menyediakan selimut di hari dingin, tapi ini tidak selalu ada. Cek waktu terbaik berkunjung ke London untuk ulasan lebih lengkap soal perbandingan setiap musim. Secara keseluruhan, akhir April hingga awal Juni dan September hingga Oktober menawarkan kondisi berkendara paling nyaman: suhu yang sejuk, keramaian lebih sedikit dibanding puncak musim panas, dan ketersediaan tempat duduk yang lebih baik.

💡 Tips lokal

Kalau hujan saat kamu naik, jangan berasumsi dek bawah adalah alternatif yang bagus. Dek bawah yang tertutup punya jendela terbatas dan sudut pandang yang buruk. Cek prakiraan cuaca sebelum berkomitmen seharian penuh naik bus wisata — tiket 48 jam yang habis di tengah hujan itu pengalaman yang menyebalkan.

Soal logistis: halte sudah ditandai jelas dengan merek operator, tapi lokasinya tidak selalu tepat di depan pintu masuk atraksi. Halte Tower of London, misalnya, menurunkan kamu di tepi utara Sungai Thames dengan jarak jalan kaki singkat ke pintu masuk utama. Sisakan waktu ekstra antara bus dan lokasi wisata, dan jangan rencanakan hari kamu dengan asumsi bahwa frekuensi bus 15 menit berarti waktu tempuh 15 menit — kemacetan di pusat kota London, terutama di sekitar Parliament Square dan sepanjang Embankment, bisa memperpanjangnya hingga 30-40 menit di jam sibuk.

Tanya Jawab

Apakah bus hop-on hop-off London worth it untuk wisatawan pertama kali?

Untuk sebagian besar wisatawan pertama kali yang fokus di landmark pusat kota, ya — tapi hanya jika kamu benar-benar memanfaatkan tiket sepanjang masa berlakunya. Tiket 24 jam masuk akal kalau kamu berencana mengunjungi banyak halte di rute utama. Kalau sebagian besar waktumu dihabiskan di satu atau dua kawasan saja, Tube jauh lebih murah dan cepat.

Operator bus hop-on hop-off mana yang terbaik di London?

Big Bus Tours umumnya dianggap paling andal dari segi frekuensi dan kelengkapan paket. City Sightseeing adalah alternatif yang solid dengan cakupan rute yang sebanding. Perbedaan antar operator sebenarnya relatif kecil — harga dan promosi yang sedang berjalan sering kali lebih menentukan pilihan daripada nama mereknya.

Berapa lama satu putaran penuh bus hop-on hop-off London?

Satu putaran lengkap di rute utama pusat kota memakan waktu sekitar 90 menit hingga 2 jam tanpa berhenti, tergantung kondisi lalu lintas. Rute sekunder bervariasi durasinya. Perhitungkan kemungkinan keterlambatan akibat kemacetan, terutama di sekitar Westminster, South Bank, dan kawasan City, yang bisa memperpanjang perjalanan secara signifikan di jam sibuk.

Bisakah tiket hop-on hop-off dipakai di bus merah London atau Tube?

Tidak. Tiket hop-on hop-off hanya berlaku untuk bus operator tur itu sendiri. Tiket ini tidak bisa digunakan di layanan Transport for London, termasuk Underground, Overground, Elizabeth line, atau bus merah TfL. Kamu tetap butuh kartu Oyster atau pembayaran nirsentuh untuk jaringan-jaringan tersebut.

Adakah alternatif gratis pengganti bus hop-on hop-off di London?

Ada beberapa alternatif gratis atau murah yang memberikan pemandangan serupa tanpa harga tiket mahal. Rute bus 11 melewati Westminster, St Paul's, dan kawasan City hanya dengan tarif TfL biasa menggunakan kartu nirsentuh atau Oyster. RV1 memang sudah tidak beroperasi, tapi rute seperti 100 dan lainnya kini melayani sebagian South Bank dan kawasan tepi sungai di sekitarnya. Layanan Thames Clipper menawarkan pemandangan dari atas air dengan tarif standar. Tidak ada komentar audio di semua alternatif ini, tapi penghematannya sangat signifikan.

Destinasi terkait:london

Sedang merencanakan perjalanan? Temukan aktivitas personal dengan aplikasi Nomado.