Guijie Ghost Street: Surganya Wisata Kuliner Malam Beijing
Guijie, secara resmi Dongzhimennei Dajie, adalah jalur sepanjang 1,4 km dengan lebih dari 100 restoran di Dongcheng yang ramai begitu malam tiba. Terkenal berkat kepiting pedas, hotpot, dan barisan lampion merah, kawasan ini menjadi salah satu spot langka di Beijing di mana kulineran seru berlangsung hingga larut malam. Tidak ada tiket masuk.
Fakta Singkat
- Lokasi
- Dongzhimennei Dajie, Distrik Dongcheng, Beijing
- Cara ke sini
- Stasiun Beixinqiao (Line 5) atau Stasiun Dongzhimen (Line 2 & 13)
- Waktu yang dibutuhkan
- 1,5 – 3 jam, tergantung seberapa santai kamu makan
- Biaya
- Masuk gratis; biaya makan menyesuaikan restoran
- Cocok untuk
- Kuliner malam, pencinta makanan pedas, pemburu suasana unik, solo traveler
- Situs web resmi
- s.visitbeijing.com.cn/attraction/117279

Apa Sebenarnya Guijie Itu
Guijie, ditulis 簋街 dan kira-kira dibaca ‘Gwei-jieh’, adalah deretan restoran terpadat di Beijing. Nama resminya Dongzhimennei Dajie, membentang sepanjang sekitar 1,4 km dari area flyover Dongzhimen ke arah timur hingga persimpangan Jiaodaokou East Street di Distrik Dongcheng. Julukan “Jalan Hantu” berasal dari pasar malam lawas dan ‘pasar hantu’, zaman dulu ketika para pedagang bertransaksi dari tengah malam sampai pagi di bawah lampu minyak atau gas yang remang-remang. Akhir 1980-an, deretan toko makanan mulai membentuk kawasan ini jadi sentra kuliner, dan karakter namanya pun diganti dari 鬼街 jadi 簋街 dengan pelafalan tetap sama.
Sekarang, puluhan restoran berdempetan menawarkan menu khas Tiongkok yang digemari: kepiting pedas (麻辣小龙虾), hotpot ma la, sate kambing panggang, dan aneka hidangan bergaya Sichuan. Makanannya condong ke sensasi pedas menggigit dan efek numb. Kalau kamu tidak terlalu tahan pedas, tetap banyak pilihan, tapi memang suasana jalan ini identik dengan sensasi pedas tanpa kompromi.
💡 Tips lokal
Jalannya buka 24 jam dan gratis untuk dijelajahi. Jam operasional restoran berbeda-beda, tetapi kebanyakan buka sejak sore hingga lewat tengah malam, dan beberapa tetap buka sampai pagi.
Pengalaman Setelah Matahari Terbenam
Mengunjungi Guijie pada siang hari terasa biasa saja. Restorannya seperti jalan komersial lain di Beijing, suasananya pun belum hidup. Tapi balik lagi setelah jam 8 malam—langsung berubah total. Rangkaian lampion kertas merah tua tersebar sepanjang jalan, bertumpuk rapat di langit-langit, membanjiri kawasan dengan cahaya kuning keemasan. Lampion di sini bukan sekadar hiasan, jumlahnya kabarnya lebih dari 1.000, dan efeknya di malam hari benar-benar menawan.
Suaranya pun ikut berubah. Setelah jam 9 malam, staf restoran memanggil pejalan kaki dari pintu, kipas dapur menyemburkan aroma minyak cabai dan jintan keluar, suara botol bir dan cangkang kepiting saling bertabrakan di pinggir jalan. Di bulan-bulan hangat antara April-Oktober, meja-meja keluar ke trotoar sehingga setengah pengalaman makan memang di luar ruangan. Inilah saat Guijie benar-benar mendapat reputasi sebagai salah satu kawasan malam dengan suasana paling hidup di Beijing—meskipun artinya “hidup” di sini adalah ramai, penuh asap, dan tantangan makan pedas, bukan elegan atau tenang.
Jam-jam puncak sekitar jam 8 malam hingga tengah malam, apalagi di akhir pekan. Sejak 19.30 sudah mulai antre di restoran kepiting paling hits. Kalau datang sebelum jam 7 malam, biasanya bisa langsung masuk. Lewat pukul 1 pagi, keramaian menipis dan suasananya kembali lebih tenang, agak kasar seperti dulu.
Tiket dan tur
Pilihan terpilih dari mitra pemesanan kami. Harga bersifat indikatif; ketersediaan dan harga akhir dikonfirmasi saat Anda menyelesaikan pemesanan.
Small group tour of Tian'anmen Square and the Forbidden City
Mulai dari 43 €Konfirmasi instanPembatalan gratisBeijing Summer Palace Entrance Ticket
Mulai dari 7 €Konfirmasi instanPembatalan gratisMutianyu Great Wall and Summer Palace small-group tour from Beijing
Mulai dari 171 €Konfirmasi instanPembatalan gratisPrivate Guided Tour to Temple of Heaven, Panda House and Summer Palace
Mulai dari 67 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
Apa yang Dimakan & Cara Memesan
Kepiting pedas adalah primadona Guijie sejak awal 2000-an. Untuk memesan, pilih dulu gaya masak (paling umum ma la—pedas kebas dengan lada Sichuan dan cabai kering) dan tingkat kepedasan. Level ‘sedang’ di Guijie sudah tergolong pedas menurut standar internasional. Kepiting dijual per setengah jin atau jin (sekitar 250g atau 500g), harga bergantung musim. Musim terbaiknya mulai akhir musim semi sampai musim panas.
Selain kepiting, mayoritas restoran menyajikan hotpot, kodok rebus, leher bebek pedas, dan aneka camilan dingin. Beberapa restoran menawarkan kuliner regional Tiongkok lain—pas buat grup dengan selera beragam. Menu umumnya bergambar, dan di sekitar Dongzhimen ada beberapa menu dengan terjemahan Inggris. Tapi gestur menunjuk dan pakai jari tetap jadi cara aman kalau ada hambatan bahasa.
Pembayaran hampir semuanya menggunakan WeChat Pay atau Alipay di warung kecil. Restoran besar menerima kartu UnionPay, terkadang juga kartu luar negeri, tapi membawa uang tunai CNY tetap bijak sebagai cadangan. Untuk tips kulineran umum di Beijing, panduan makanan di Beijing merangkum hidangan-hidangan regional dan cara pesan yang berlaku di seluruh kota.
Akses dan Cara Menemukan Guijie
Paling gampang lewat Stasiun Beixinqiao jalur metro Line 5. Keluar stasiun, jalan kaki ke selatan di Beixinqiao South Street sekitar dua menit hingga tiba di bagian barat Dongzhimennei Dajie. Ini menempatkanmu di area yang lebih lokal dan tenang. Alternatifnya, naik Line 2 atau 13 dan turun di Stasiun Dongzhimen, tepat di ujung timur dekat flyover — pintu masuk paling sibuk dengan pejalan kaki dan jajaran restoran besar.
Bus dengan rute Dongneixiaojie, Dongzhimennei, Dongzhimen, dan Beixinqiao Lukou Xi juga melewati sini—bagus untuk tamu yang datang dari arah utara atau timur kota. Taksi dan layanan DiDi bisa menurunkan penumpang di sepanjang jalan, tapi di akhir pekan lalu lintas sering macet dan sopir bisa meminta turun sebelum tujuan.
ℹ️ Perlu diketahui
Guijie berada di Distrik Dongcheng, kurang lebih di tengah-tengah area Kuil Lama dan pusat transportasi Dongzhimen. Bisa dicapai jalan kaki dari keduanya jika kamu sudah ada di sekitar sini.
Jika ingin mengombinasikan jalan sore di Dongcheng yang lebih luas, Lama Temple sekitar 15 menit jalan kaki ke barat laut, dan Nanluoguxiang sekitar 20 menit jalan kaki ke arah barat. Jadi bisa dijadikan rute yang efisien dalam satu malam.
Tips Praktis: Apa yang Perlu Diketahui
Tidak ada biaya masuk atau tiket. Jalannya terbuka 24 jam untuk umum. Biaya nyata hanya di apa yang kamu pesan di restoran. Makan rame-rame kepiting, camilan, dan bir untuk dua orang rata-rata sekitar ¥150-300 CNY, bisa lebih tinggi di restoran kelas atas atau jika kamu pesan banyak.
Soal pakaian pun ada tipsnya. Makan kepiting itu urusan fisik: cangkang, minyak cabai, kaldu muncrat. Hindari pakai baju yang kamu sayang dan takut kotor. Hampir semua restoran menyediakan sarung tangan plastik—ini tanda tempatnya perhatian. Kalau nggak dikasih, minta saja, atau cari tempat lain.
Aksesibilitas di sepanjang jalan bervariasi. Trotoarnya umumnya bisa dilewati, tapi sebagian ada yang tidak rata, area duduk luar juga padat dan bisa menghambat lewat. Jalur bebas hambatan, toilet khusus, dan bantuan kursi roda tidak tersedia secara umum. Untuk kebutuhan khusus, sebaiknya tanya langsung ke tiap restoran.
⚠️ Yang bisa dilewati
Kualitas udara di Guijie saat jam ramai bisa berat akibat asap pembakaran dan ventilasi dapur. Bagi yang sensitif pernapasan, area luar khususnya terasa penuh asap dan uap cabai.
Bagaimana Guijie Masuk ke Rencana Wisata Beijing
Guijie paling pas dijadikan destinasi makan malam, bukan tempat singgah sekilas. Cocok dipadukan dengan wisata siang di Dongcheng, salah satu pusat sejarah Beijing. Satu hari jalan-jalan ke Kota Terlarang dan Jingshan Park lalu lanjut malam di Guijie sudah paling logis, apalagi ada Metro Dongzhimen yang menghubungi kedua area.
Kalau kamu rencanakan tinggal beberapa hari, itinerari Beijing 5 hari kasih gambaran cara menyelipkan malam-malam kulineran tanpa harus merasa terburu-buru keliling kota.
Tapi perlu juga diakui, Guijie bukan tempat ngobrol sunyi atau makan malam romantis, kecuali memang kamu cari resto kecil yang tertutup. Ini juga bukan pasar makanan tempat bisa cicip-cicip sambil jalan. Formatnya jelas: restoran duduk, makan beramai-ramai penuh tawa, ditemani bir, dengan hidangan yang memancing sharing rame-rame. Solo traveler tetap diterima, tapi suasananya memang mendukung grup kecil atau lebih.
Fotografi dan Dokumentasi Suasana
Lorong penuh lampion ini sangat fotogenik sekitar jam 8-10 malam, saat langit masih ada sedikit cahaya dan lampion menyala maksimal. Lensa lebar akan menangkap efek lorong ‘atap merah’ yang khas. Semakin malam, makin sulit dapat foto clear karena kepadatan orang dan kabut dapur. Tumpukan kepitingnya sendiri sangat menarik difoto di bawah lampu kuning hangat restoran.
Untuk fotografer yang ingin eksplorasi Beijing, panduan fotografi Beijing membahasa waktu dan teknik terbaik memotret spot-spot lain yang visualnya tak kalah menarik.
Tips Orang Dalam
- Datang sebelum jam 7 malam saat akhir pekan supaya terhindar dari antrean panjang di restoran kepiting favorit. Setelah pukul 8:30 malam, antrean 30-45 menit sudah jadi hal biasa di spot-spot ramai.
- Minta tingkat kepedasan diturunkan satu level dari yang kamu ingin pesan. ‘Sedang’ di Guijie dipatok buat mereka yang terbiasa makan Sichuan, bukan buat yang cuma sekali-sekali.
- Restoran di ujung barat (Beixinqiao) umumnya lebih sepi dan terasa lokal daripada yang dekat overpass Dongzhimen, area favorit turis dan anak muda pemburu bar.
- Beberapa restoran tutup sebentar di sore hari — biasanya jam 2 hingga 5 sore — di sela makan siang dan malam. Mau makan agak sore? Sebaiknya hubungi dulu atau cek info di depan restoran.
- Sarung tangan plastik untuk makan kepiting harusnya langsung disiapkan, tapi kalau tidak ada, minta sebelum mulai makan. Makan kepiting bercampur minyak cabai dengan tangan langsung bikin kebanyakan orang kapok.
Untuk Siapa Guijie Ghost Street?
- Ngumpul bareng teman untuk makan malam seru ditemani bir
- Pencinta makanan pedas yang mencari pengalaman makan bernuansa Sichuan
- Kamu yang suka beraktivitas malam atau penjelajah dengan jam makan lewat pukul 9 malam
- Traveler pertama kali ke Beijing yang ingin cicip suasana lokal yang otentik
- Fotografer urban yang suka suasana malam penuh warna dan karakter
Atraksi Terdekat
Hal lain yang bisa dilihat di Distrik Dongcheng:
- Observatorium Kuno (Guguanxiangtai)
Dibangun tahun 1442 pada era Dinasti Ming, koleksi instrumen perunggu dari Dinasti Qing di sini menawarkan sudut pandang langka tentang astronomi Tiongkok di pusat kota Beijing.
- Menara Lonceng dan Menara Genderang
Berdiri di ujung utara sumbu kuno Beijing, Menara Lonceng dan Genderang sudah menjadi penanda waktu bagi kota ini sejak zaman Dinasti Ming. Panduan ini membahas apa saja yang bisa dilihat, waktu terbaik berkunjung, cara ke sana, dan apakah mendaki ke atas memang sepadan.
- Kuil Konfusius dan Guozijian
Kuil Konfusius dan Museum Guozijian melestarikan dua situs paling bersejarah di Beijing: kuil Konfusianisme dari Dinasti Yuan dan perguruan tinggi kekaisaran yang mendidik para elit pemerintahan Tiongkok selama enam abad. Tempat ini lebih sepi dari objek wisata utama lain dan cocok bagi pencinta sejarah yang ingin menggali lebih dalam sambil menikmati halaman rindang dan tenang.
- Kota Terlarang (Museum Istana)
Kota Terlarang, resmi bernama Museum Istana, adalah kompleks istana kekaisaran terbesar di dunia yang masih bertahan dan ikon budaya paling penting di Beijing. Dibangun antara tahun 1406–1420 oleh Kaisar Zhu Di dari Dinasti Ming, istana ini menjadi pusat seremonial dan politik Tiongkok selama hampir lima abad. Panduan ini membantu kamu menjelajahi setiap sudut dengan percaya diri.