Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Split, Kroasia: Panduan Lengkap
Split adalah salah satu kota paling berlapis di Mediterania: istana Romawi yang bisa kamu tinggali, taman bukit di atas pelabuhan yang sibuk, dan koneksi feri ke pulau-pulau terbaik Kroasia. Panduan ini membahas hal terbaik yang bisa dilakukan di Split, dari sejarah warisan UNESCO hingga logistik perjalanan sehari.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini
Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Penerbangan
Peta hotel
Ringkasan
- Istana Diocletian adalah titik awal yang wajib dikunjungi: 3.000 orang tinggal di dalam rumah pensiun seorang kaisar Romawi. Baca panduan jalan kaki Split kami untuk menjelajahinya dengan efisien.
- Bukit Marjan menawarkan pemandangan terbaik Split secara gratis — gabungkan dengan Taman Sustipan untuk setengah hari yang dilewatkan kebanyakan wisatawan.
- Pulau-pulau adalah daya tarik utama bagi banyak pelancong: Hvar, Brač, dan Vis semuanya bisa dicapai dalam waktu kurang dari 90 menit dengan feri. Lihat panduan island hopping kami untuk jadwal dan informasi logistik.
- Hindari jam ramai (pukul 10.00–14.00, Juli–Agustus) di Istana. Kunjungi malam hari — dinding batu kapur yang bercahaya benar-benar sepadan.
- Split cocok sebagai markas: Taman Nasional Krka, Trogir, dan Ngarai Cetina semuanya bisa dicapai dalam waktu kurang dari satu jam.
Istana Diocletian: Yang Perlu Kamu Ketahui

Dibangun pada awal abad ke-4 Masehi sebagai tempat pensiun Kaisar Romawi Diocletian, Istana Diocletian adalah jantung dari segalanya di Split, Kroasia. Situs ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1979, dan sekitar 3.000 penduduk masih tinggal di dalam tembok-temboknya hingga hari ini. Ini bukan sekadar slogan pemasaran — artinya kamu akan melihat jemuran pakaian di antara tiang-tiang kuno dan remaja lokal yang memotong jalur dengan sepeda motor melewati peristyle Romawi.
Istana ini bukan museum dalam pengertian biasa. Tidak ada pintu masuk tunggal, tidak ada tiket untuk seluruh kompleks, dan tidak ada rute pemandu yang harus kamu ikuti. Kamu masuk melalui salah satu dari empat gerbang: Gerbang Emas (utara), Gerbang Perak (timur), Gerbang Besi (barat), atau Gerbang Perunggu (selatan, menghadap laut). Masing-masing membuka ke karakter yang berbeda dari kota tua, sehingga masuk melalui keempatnya selama kunjungan akan memberimu gambaran paling lengkap tentang ruang ini.
Dua atraksi berbayar di dalam Istana adalah Ruang Bawah Tanah Diocletian dan Katedral Santo Domnius beserta menara loncengnya. Ruang bawah tanah (sekitar 8 EUR, cek harga terkini di lokasi) merupakan lantai dasar asli istana dan memberimu gambaran tentang skala aslinya. Katedral ini dulunya diubah dari mausoleum Diocletian, menjadikannya salah satu bangunan katedral tertua di dunia. Tiket gabungan untuk perbendaharaan katedral, ruang bawah tanah, dan menara lonceng dulunya sekitar 45 HRK (sebelum Kroasia mengadopsi euro pada 2023) — konfirmasi harga terkini di kantor pariwisata di alun-alun peristyle.
⚠️ Yang bisa dilewati
Menara lonceng katedral memiliki pagar pengaman yang rendah dan dinding yang sebagian terbuka di bagian atas. Pendakiannya cukup melelahkan dan tidak cocok untuk anak kecil atau siapa pun yang takut ketinggian. Meski begitu, pemandangan panoramik atap kota tua dan pelabuhan dari sini adalah titik pandang tertinggi terbaik di pusat kota.
Untuk pengalaman gratis yang dilewatkan kebanyakan pengunjung: kembalilah ke Istana setelah pukul 21.00. Dinding batu kapur bercahaya indah di bawah lampu buatan, kerumunan wisatawan harian sudah pergi, dan bar-bar di dalam peristyle berubah dari sesak menjadi benar-benar bersuasana. Jika kamu ingin rute yang terstruktur, tur jalan kaki Split mencakup gerbang-gerbang Istana, peristyle, dan kota tua sekitarnya dalam waktu sekitar dua jam.
Bukit Marjan dan Tepi Laut: Jalur Luar Ruang Split

Bukit Marjan adalah semenanjung berhutan Split yang menjulang di tepi barat kota. Jalur utama pendakian ditandai sebagai 'Marjan Hill Stairs' di Google Maps, terletak di sebelah Pizzeria Bokamorra di kawasan Veli Varoš. Dari sana, butuh sekitar 20 menit berjalan kaki ke teras titik pandang utama ("Prva vidilica"), dengan beberapa titik pandang di sepanjang jalan. Pemandangan dari sini mencakup pelabuhan, kota tua, pulau-pulau lepas pantai, dan pada hari yang cerah, pegunungan Dinaric Alps.
Di sepanjang jalan, kamu akan melewati Oratory of Sv. Cyriaka, pertapaan abad pertengahan yang dipahat ke dalam dinding batu — mudah terlewat, tapi layak dicari. Di lereng barat Marjan, Taman Sustipan berdiri di lokasi biara Benediktin abad pertengahan dan menawarkan pemandangan Adriatik yang lebih tenang dibandingkan titik pandang puncak yang lebih ramai. Kebanyakan pengunjung tidak sampai sejauh ini, dan itulah tepatnya kenapa 15 menit ekstra itu sepadan.
Di sepanjang tepi laut, Promenade Riva membentang sepanjang sisi selatan kota tua. Ini berfungsi sebagai pusat sosial Split: warga lokal minum kopi pagi di sini, wisatawan memotret kapal pesiar, dan musisi jalanan mulai muncul sejak sore hari. Kios gelato, teras kafe, dan loket tiket feri berjejer di Riva. Di sinilah juga kamu bisa naik feri ke pulau-pulau, menjadikannya titik referensi harian yang praktis apa pun rencanamu.
💡 Tips lokal
Bukit Marjan paling ramai pada pagi hari akhir pekan ketika warga lokal berlari di sepanjang jalur. Untuk pemandangan paling jernih dan suasana paling tenang, datanglah pada hari kerja di sore hari menjelang akhir September atau awal Oktober, saat cahaya berwarna keemasan dan keramaian musim panas sudah mereda.
Museum dan Budaya yang Layak Dikunjungi

Split punya beberapa museum yang bagus, tapi kualitasnya bervariasi. Museum Arkeologi Split adalah museum tertua di Kroasia, didirikan pada 1820, dan koleksi di halaman saja sudah cukup alasan untuk berkunjung: sarkofagus, perhiasan Romawi, dan artefak Kristen awal yang disusun dengan konteks yang cukup baik. Perlu diperhatikan bahwa keterangan pameran sering kali hanya dalam bahasa Kroasia, sehingga panduan atau audio guide sangat membantu.
Galeri Meštrović terletak di jalan tepi laut bagian barat, sekitar 2 km dari kota tua. Ivan Meštrović adalah pematung paling terkenal Kroasia di abad ke-20, dan ia merancang sendiri vila ini sebagai ruang pamer karyanya. Bangunan dan tamannya sama menariknya dengan patung-patung di dalamnya. Cek jam buka sebelum berkunjung karena ada penutupan musiman.
Untuk pilihan yang lebih ringan, Museum Ilusi Split cocok untuk keluarga atau mengisi waktu saat hujan. Tidak akan memuaskan pencari budaya yang serius, tapi dikerjakan dengan baik untuk tujuannya. Museum Game of Thrones Split ditujukan untuk para penggemar serial tersebut — ruang bawah tanah Diocletian pernah digunakan sebagai penjara Meereen, dan museum ini menampilkan lokasi syuting tersebut beserta properti dan materi di balik layar.
- Museum Arkeologi Split Museum tertua di Kroasia. Koleksi halaman yang kuat; keterangan interior sebagian besar dalam bahasa Kroasia. Siapkan waktu 45–60 menit.
- Galeri Meštrović Koleksi patung kelas dunia di vila yang dirancang sendiri oleh sang seniman. Lebih tenang dibandingkan atraksi di kota tua.
- Ruang Bawah Tanah Diocletian Lantai dasar istana asli. Lebih bersuasana daripada edukatif, tapi penting untuk memahami skala istana.
- Museum Game of Thrones Spesifik tapi dikerjakan dengan baik. Hanya relevan jika kamu tahu serialnya. Berlokasi di dalam kota tua.
- Museum Ilusi Bagus untuk keluarga atau istirahat singkat. Sekitar 1 jam, tidak terlalu bernilai budaya tapi sungguh menyenangkan.
Wisata Sehari dari Split: Ke Mana Pergi dan Berapa Lama

Pelabuhan feri dan terminal bus Split menjadikannya salah satu kota dengan koneksi terbaik di pesisir Adriatik. Wisata sehari paling populer dari Split mencakup berbagai pilihan: reruntuhan kuno, taman nasional, dan pantai pulau. TrogirTrogir adalah pilihan termudah: sekitar 30–40 menit dengan bus (sekitar 4–5 EUR), dan kota tuanya juga merupakan situs Warisan UNESCO dengan katedral yang tak kalah memukau dari Split. Cukup kompak untuk dijelajahi dalam 2–3 jam.
Reruntuhan Romawi Salona sering diabaikan demi Istana — dan itu adalah kesalahan. Salona dulunya adalah ibu kota regional sebelum Split ada — forum, amfiteater, dan basilika Kristen awalnya mendahului kompleks Diocletian beberapa abad. Lokasinya sekitar 6 km di timur laut pusat Split dan mudah dijangkau dengan bus lokal. Gabungkan dengan kunjungan ke Benteng Klis di atasnya (lokasi syuting Game of Thrones lainnya, dan sungguh mengesankan dari segi arsitektur militer abad pertengahannya) untuk setengah hari yang berkesan.
Untuk taman nasional, Taman Nasional Krka berjarak sekitar 90 menit dengan bus dan jauh lebih mudah dijangkau dari Split dibandingkan Plitvice. Air terjunnya mengesankan, dan berenang diperbolehkan di titik-titik tertentu — cek peraturan terkini karena bisa berubah setiap musim. Danau PlitviceTaman Nasional Danau Plitvice membutuhkan hari yang lebih panjang (sekitar 3–4 jam sekali jalan dengan bus), tapi skala taman ini sepadan jika kamu punya waktu. Lihat panduan wisata sehari dari Split khusus untuk logistik lengkap keduanya.
Perjalanan ke Pulau dan Aktivitas Air

Pulau-pulau yang bisa dijangkau dari Split termasuk yang terbaik di Kroasia. Pulau Hvar adalah yang paling banyak dikunjungi: ladang lavender, benteng di atas bukit, dan pusat kota yang benar-benar padat pada Juli dan Agustus. Kapal katamaran dari Split ke Kota Hvar memakan waktu sekitar 1 jam hingga 1 jam 5 menit. Pulau BračBrač lebih dekat (sekitar 50–60 menit dengan feri ke Supetar) dan merupakan rumah bagi Zlatni Rat, pantai terkenal dengan lidah kerikil yang bergeser. Keduanya bisa dijadikan wisata sehari, tapi Hvar sangat diuntungkan dengan menginap semalam agar bisa menikmatinya sebelum dan sesudah keramaian siang hari.
Pulau VisVis adalah yang terjauh dari Split (sekitar 1 jam 20 menit hingga 2 jam 20 menit dengan feri, tergantung feri cepat atau feri mobil) dan paling sedikit dikunjungi wisatawan di antara ketiganya — itulah justru daya tariknya. Pulau ini baru mulai terbuka untuk wisata mancanegara sekitar tahun 1989 setelah lama digunakan sebagai pangkalan militer Yugoslavia, dan isolasi relatif tersebut menjaga arsitektur serta irama hidupnya yang lebih tenang. Gua Biru di pulau Biševo terdekat dicapai melalui Vis: laut di dalamnya bercahaya biru metalik dari pantulan sinar matahari melalui pintu masuk bawah air. Tur tersedia langsung dari Split tapi cepat habis di musim panas.
✨ Tips pro
Tur Gua Biru dari Split biasanya menggabungkan beberapa destinasi: Gua Biru, Gua Hijau, Hvar, Kepulauan Pakleni, dan Vis. Berlangsung sekitar 8–10 jam dengan biaya sekitar 90–150 EUR per orang. Pesan setidaknya 48 jam sebelumnya di musim ramai. Kunjungan ke dalam gua sendiri hanya singkat (10–15 menit) karena lalu lintas perahu dibatasi, jadi sesuaikan ekspektasimu.
Tips Praktis: Waktu, Keramaian, dan Cara Berkeliling
Banyak pelancong menemukan bahwa bulan terbaik untuk mengunjungi Split, Kroasia adalah Mei, Juni, dan September. Suhu hangat (pertengahan 20-an Celsius), laut bisa untuk berenang, dan keramaian masih terkendali. Juli dan Agustus mendatangkan kepadatan yang luar biasa: harga akomodasi melonjak, Istana sudah penuh wisatawan harian sejak pagi, dan antrean restoran memanjang hingga ke Riva. Jika kamu berkunjung di musim panas, baca panduan kami tentang Split di musim panas untuk strategi menghadapi keramaian.
Kota tua Split sepenuhnya bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Tembok Istana melingkupi area sekitar 215m x 180m, dan sebagian besar objek wisata di kota tua bisa dicapai dalam 10 menit berjalan kaki dari Peristyle. Untuk Bukit Marjan, Galeri Meštrović, dan pantai-pantai di sebelah timur kota seperti Pantai Bačvice, bus kota tersedia dengan harga terjangkau (sekitar 1,50–2,50 EUR per perjalanan, tergantung zona dan jenis tiket) dan cukup andal. Taksi dan layanan ojek online tersedia tapi tidak diperlukan untuk objek wisata utama. Informasi lengkap tentang cara berkeliling ada di panduan kami tentang cara berkeliling Split.
- Kunjungi peristyle Istana dan menara lonceng sebelum pukul 10.00 atau setelah pukul 19.00 untuk menghindari kepadatan puncak.
- Pasar Pazar (Pasar Hijau, di sebelah timur Gerbang Perak) buka setiap hari di pagi hari dan merupakan tempat terbaik untuk membeli produk lokal, minyak zaitun, dan produk lavender dengan harga bukan harga wisatawan.
- Pantai Bačvice adalah pantai perkotaan paling mudah dijangkau di kota, sekitar 10 menit berjalan kaki dari pelabuhan feri. Pantai ini dikenal sebagai asal permainan picigin, permainan bola tradisional yang dimainkan di perairan dangkal.
- Bus lokal ke Trogir berangkat dari terminal bus utama di sebelah terminal feri. Tidak perlu pemesanan sebelumnya.
- Patung Gregorius dari Nin di luar Gerbang Emas adalah titik fokus wisatawan — mengusap ibu jari kakinya adalah tradisi yang ada. Layak dilihat, mudah digabungkan dengan pendekatan istana dari arah utara.
- Kehidupan malam Split terpusat di kawasan Bačvice dan jalan-jalan tepat di luar Gerbang Besi. Kota tua sendiri menjadi jauh lebih sepi setelah tengah malam.
Tanya Jawab
Berapa hari yang dibutuhkan untuk mengunjungi Split, Kroasia?
Dua hari penuh sudah cukup untuk objek wisata utama: Istana Diocletian, Bukit Marjan, Riva, dan setidaknya satu museum. Tiga hari memungkinkan wisata sehari ke taman nasional atau pulau. Jika kamu menggunakan Split sebagai markas untuk island hopping, rencanakan minimal 4–5 hari.
Apakah Split layak dikunjungi, atau hanya sekadar kota transit?
Split sungguh layak dikunjungi setidaknya dua hari sebagai destinasi tersendiri. Istana saja sudah menjadi salah satu situs kuno paling luar biasa di Eropa. Meski begitu, banyak pengunjung akhirnya tinggal lebih lama dari rencana semata-mata karena akses ke pulau-pulau dan taman nasional — kota ini dan sekitarnya saling melengkapi, bukan bersaing.
Apa yang bisa dilakukan di Split pada malam hari?
Kota tua tampak paling memukau setelah gelap: Istana bercahaya indah, bar-bar di kawasan Peristyle bersuasana, dan keramaian sudah mereda. Kawasan Bačvice memiliki konsentrasi bar dan klub tertinggi untuk pilihan malam larut. Di musim panas, cek apakah ada acara yang berlangsung sebagai bagian dari Festival Musim Panas Split, yang biasanya diadakan dari pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus.
Apa saja hal gratis terbaik yang bisa dilakukan di Split?
Berjalan melintasi Istana Diocletian (tidak termasuk objek berbayar di dalamnya), mendaki Bukit Marjan, berjalan-jalan di Riva, mengunjungi Taman Sustipan, dan menjelajahi Pasar Pazar semuanya gratis. Patung Gregorius dari Nin dan Gerbang Emas juga tidak dipungut biaya. Rincian lengkapnya ada di panduan kami tentang hal gratis yang bisa dilakukan di Split.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Split?
Mei, Juni, dan September menawarkan kombinasi terbaik antara cuaca, tingkat keramaian, dan harga akomodasi. Juli dan Agustus adalah musim puncak: harga lebih tinggi, pantai penuh, dan jalan kota tua padat. Musim dingin (November hingga Maret) lebih sepi, banyak restoran mengurangi jam buka, tapi kota tetap berfungsi dengan baik dan terasa benar-benar lokal.