Reruntuhan Romawi Salona: Ibu Kota Romawi Dalmatia yang Terlupakan

Dulu kota Romawi terbesar di pesisir timur Adriatik, Salona (kini Solin) pernah dihuni hingga 60.000 jiwa sebelum ditinggalkan pada abad ke-7. Situs arkeologi yang luas ini menyimpan amfiteater, tembok kota, forum, basilika Kristen awal, dan nekropolis yang penuh suasana — semuanya hanya 15 menit dari pusat Split.

Fakta Singkat

Lokasi
Solin, dekat Split, Kroasia
Cara ke sini
~10-15 menit berkendara ke utara dari pusat kota Split; bus lokal juga melayani rute menuju Solin
Waktu yang dibutuhkan
2-3 jam untuk kunjungan yang menyeluruh
Biaya
Ada tiket masuk; cek harga terbaru sebelum berkunjung (+385 21 212 900)
Cocok untuk
Pecinta sejarah, penggemar arkeologi, dan wisatawan yang ingin mengenal peninggalan Romawi lebih dalam dari sekadar Istana Diocletian
Reruntuhan batu dan kolom-kolom berdiri dari Reruntuhan Romawi Salona, dikelilingi pohon sipres dan pegunungan jauh di bawah langit biru cerah.
Photo Adam Jones Adam63 (CC BY-SA 3.0) (wikimedia)

Apa Sebenarnya Salona Itu

Reruntuhan Romawi Salona adalah sisa-sisa Colonia Martia Iulia Salona, yang dulunya merupakan ibu kota provinsi Romawi Dalmatia dan salah satu kota paling penting di kawasan Adriatik dalam lingkup Kekaisaran Romawi. Pada puncak kejayaannya, Salona dihuni hingga 60.000 jiwa, jauh melampaui pemukiman lain di sepanjang pesisir timur Adriatik. Berawal sebagai permukiman Illyria pada abad ke-3 SM, kota ini menjadi koloni Romawi di bawah Julius Caesar pada sekitar tahun 40-an SM dan terus berkembang selama berabad-abad sebelum akhirnya dijarah dan ditinggalkan sekitar tahun 640 M akibat serangan bangsa Avar dan Slavia.

Situs ini berada di kota modern Solin, tepat di utara Split, dan bisa terlihat dari jalan utama menuju bandara. Namun pemandangan dari jalan itu sedikit menyesatkan: apa yang tampak dari sana hampir tidak mencerminkan skala situs yang sesungguhnya. Reruntuhan ini membentang di area yang luas, mencakup tembok pertahanan yang bisa kamu jelajahi, amfiteater yang sebagian masih terkubur, forum, pemandian umum, akueduk, beberapa basilika Kristen awal, serta Manastirine — sebuah nekropolis Kristen awal tempat para martir dimakamkan, termasuk Uskup Domnius yang peti matinya kini tersimpan di katedral Split.

ℹ️ Perlu diketahui

Jam buka Salona bersifat musiman dan berubah sepanjang tahun. Selalu cek jam terbaru sebelum berkunjung dengan menghubungi museum di kawasan ini di +385 21 212 900 atau melihat situs resmi Museum Arkeologi Split.

Skala dan Tata Letak Situs

Salona bukan reruntuhan yang ringkas dan tertata rapi. Ini adalah lanskap luas yang sebagian masih tergali, dan paling nikmat dinikmati dengan jalan pelan-pelan. Begitu memasuki situs, kamu akan menemukan batu-batu dari era Romawi, semak belukar yang tumbuh liar, dan jalur berbatu yang berdampingan. Di musim panas, terik Dalmatia yang kering semakin memperkuat nuansa zaman — kamu berjalan di atas tanah yang menyerap berabad-abad kehidupan kota.

Tembok pertahanan adalah salah satu bagian yang paling mudah diakses sekaligus paling mengesankan. Kamu bisa mendaki beberapa ruas tembok untuk menikmati pemandangan panorama ke seluruh kawasan situs dan ke pegunungan di balik Solin. Dari ketinggian itu, jejak kota kuno yang luar biasa luasnya baru benar-benar bisa terbaca — sesuatu yang tidak mungkin kamu rasakan dari permukaan tanah. Amfiteater, yang dulu mampu menampung sekitar 18.000 penonton, berada di ujung barat situs. Sebagian besar masih berada di bawah tanah atau baru setengah tergali, tapi struktur tanah yang melengkung dan pondasi batunya sudah cukup untuk menyampaikan betapa besarnya bangunan ini tanpa perlu rekonstruksi lengkap.

Manastirine, nekropolis Kristen awal, adalah salah satu bagian yang paling menyentuh secara emosional. Di sinilah situs ini terhubung langsung dengan Split: Domnius, Uskup pertama Salona dan martir Kristen yang dieksekusi di bawah perintah Diocletian, dimakamkan di pemakaman ini. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke bangunan yang kini menjadi Katedral Santo Domnius di kota tua Split — mausoleum yang justru dibangun Diocletian untuk dirinya sendiri. Perjalanan dari penganiayaan hingga pengambilalihan itu adalah salah satu ironi paling mencolok dalam sejarah, dan semuanya bermula di sudut tenang Solin ini.

Memahami Manastirine akan memberikan kedalaman yang jauh lebih besar saat kamu mengunjungi Katedral Santo Domnius di kota tua Split. Kedua situs ini saling bercerita melewati rentang lima belas abad.

Tiket dan tur

Pilihan terpilih dari mitra pemesanan kami. Harga bersifat indikatif; ketersediaan dan harga akhir dikonfirmasi saat Anda menyelesaikan pemesanan.

  • Blue Cave and Hvar 5 islands tour from Split

    Mulai dari 145 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Krka national park tour from Split

    Mulai dari 27 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • All-inclusive Blue Lagoon tour from Split with three islands visit

    Mulai dari 68 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Guided kayaking tour with snorkeling stops from Split

    Mulai dari 50 €Konfirmasi instanPembatalan gratis

Bagaimana Pengalaman Berubah Tergantung Waktu Kunjungan

Kunjungan pagi hari, terutama pada jam pertama setelah buka, menawarkan suasana yang paling tenang. Cahaya matahari di jam itu jatuh rendah menyoroti batu-batu, mempertegas tekstur alas kolom dan susunan pasangan bata dengan cara yang tak bisa dilakukan oleh silau tengah hari. Udara masih terasa sejuk, dan ini cukup penting jika kamu berkunjung antara Juni dan September, ketika suhu siang hari kerap melampaui 30°C.

Di tengah hari saat puncak musim panas, situs ini bisa terasa sangat panas dan melelahkan. Naungan terbatas di sebagian besar area terbuka. Bawalah air minum, topi, dan perlindungan dari sinar matahari apa pun musimnya. Situs ini tidak terlalu dikomersialkan, artinya tidak ada jaminan tersedianya warung atau kios minuman di dalam. Kunjungan sore hari di musim peralihan — Mei, awal Juni, September, Oktober — memadukan suhu yang lebih bersahabat dengan cahaya hangat berarah yang sangat cocok untuk memotret bagian tembok dan amfiteater.

💡 Tips lokal

Bawalah setidaknya 1,5 liter air per orang di musim panas. Naungan sangat minim di sebagian besar kawasan terbuka, dan perjalanan menyusuri tembok cukup jauh di bawah terik matahari langsung.

Konteks Sejarah: Mengapa Situs Ini Penting

Kebanyakan wisatawan tiba di Split setelah membaca tentang Istana Diocletian, dan itu wajar. Tapi Salona adalah kota yang lebih tua dan, dalam ukuran Romawi, lebih penting. Diocletian sendiri hampir pasti lahir di dekat Salona — di kawasan yang kini menjadi desa Podstrana atau Klis di sekitarnya — dan ketika ia pensiun pada tahun 305 M, ia membangun istananya bukan di Roma atau Konstantinopel, melainkan di dekat ibu kota provinsi asalnya. Istana di Split itu, dalam satu sisi, adalah pinggiran kota Salona.

Hubungan antara Salona dan Istana Diocletian adalah benang merah yang menarik untuk diikuti. Ketika Salona jatuh ke tangan para penyerbu sekitar tahun 640 M, penduduk yang selamat melarikan diri ke selatan dan berlindung di dalam tembok istana yang sudah ditinggalkan itu. Permukiman pengungsi itulah yang menjadi cikal bakal kota Split modern. Jadi kota yang kamu jelajahi hari ini sebagian besar ada karena Salona berhenti ada. Untuk lebih lengkapnya tentang istana itu sendiri, halaman Istana Diocletian membahas arsitektur dan sejarahnya secara mendalam.

Penggalian di Salona mulai serius dilakukan pada abad ke-19 oleh arkeolog Frane Bulić, yang karyanya yang teliti selama puluhan tahun berhasil mengungkap sebagian besar apa yang bisa dilihat sekarang. Museum kecil di dalam kawasan — sederhana menurut standar internasional — memamerkan temuan dari penggalian tersebut dan memberikan konteks stratigrafi yang membantu reruntuhan yang terbuka menjadi lebih mudah dipahami. Luangkan dua puluh menit di sini sebelum melanjutkan ke area situs yang lebih luas.

Panduan Praktis: Cara ke Sana dan Menjelajahi Situs

Salona berjarak sekitar 10 hingga 15 menit ke utara dari pusat kota Split dengan mobil atau taksi, mengikuti jalan menuju bandara dan Solin. Bus lokal juga menghubungkan Split dengan Solin, meski dari halte bus menuju pintu masuk situs arkeologi masih butuh sedikit navigasi. Berkendara atau naik taksi adalah pilihan paling praktis, dan letak situs yang terlihat dari jalan utama memudahkan pencarian.

Banyak pengunjung memilih untuk menggabungkan Salona dengan Benteng Klis yang berdiri di atas punggung bukit di atas Solin dan bisa terlihat dari beberapa bagian situs. Kombinasi keduanya cocok untuk mengisi setengah hari penuh dari Split: Salona di pagi hari, Klis di akhir pagi atau awal siang, lalu kembali ke kota.

Pakailah alas kaki yang nyaman dan berpijakan kuat. Sebagian kawasan situs memiliki permukaan batu yang tidak rata, jalur tanah berbatu, dan beberapa bagian berisi puing-puing lepas. Sandal masih bisa dipakai tapi kurang ideal. Situs ini sudah diberi papan petunjuk dan struktur utamanya dilabeli, meski penandaannya tidak selalu lengkap di semua bagian.

Aksesibilitas di seluruh kawasan situs terbatas bagi pengunjung dengan keterbatasan mobilitas. Tembok pertahanan memerlukan pendakian tangga, dan sebagian besar area terbuka permukaannya tidak rata. Jalur utama dan area museum lebih mudah dilalui, tapi satu putaran penuh mengelilingi reruntuhan sulit dilakukan tanpa pijakan yang stabil.

Fotografi dan Apa yang Perlu Diprioritaskan

Tembok pertahanan sangat indah difoto di cahaya pagi atau sore hari, ketika bayangan panjang mempertegas susunan batu yang tersusun rapi. Amfiteater lebih baik diabadikan dengan lensa lebar mengingat bentangannya yang horizontal. Manastirine justru cocok untuk foto jarak dekat: sarkofagus berukir dan batu bertulis menyimpan detail yang layak diabadikan, dan pohon-pohon cemara yang membingkai nekropolis memberikan nuansa berbeda yang membedakannya dari foto reruntuhan biasa.

Jika kamu sedang menyusun itinerary sejarah yang lebih luas di sekitar Split, Museum Arkeologi Split menyimpan koleksi artefak dari Salona yang melengkapi apa yang kamu lihat di situs langsung. Museum ini berada di dalam kota Split dan bisa dikunjungi sebelum atau sesudah perjalanan ke Solin.

⚠️ Yang bisa dilewati

Salona bukanlah situs wisata yang rapi dengan jalur bersih di mana-mana. Beberapa area masih kasar dan belum terstruktur. Pengunjung yang mengharapkan kualitas presentasi seperti situs besar di Italia mungkin akan merasakan pengalaman yang lebih mentah — tapi justru itulah keasliannya, dan baik untuk diketahui sejak awal.

Penilaian Jujur: Apakah Perjalanan Ini Sepadan?

Bagi wisatawan yang benar-benar tertarik pada sejarah Romawi, Salona adalah tempat yang luar biasa tanpa banyak berteriak. Skala situs ini — bahkan yang baru sebagian tergali — menyampaikan kenyataan sebuah ibu kota provinsi Romawi yang besar dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh kotak kaca di museum mana pun. Berdiri di dalam jejak amfiteater, atau di atas tembok pertahanan dengan pegunungan Mosor sebagai latar belakang, menghadirkan rasa akan kebesaran kota ini yang sulit ditandingi.

Bagi wisatawan yang menganggap Ruang Bawah Tanah Diocletian cukup menarik tapi tidak terlalu memukau, Salona mungkin tidak akan cukup lama mempertahankan perhatian mereka. Situs ini membutuhkan keterlibatan aktif dan sedikit bacaan sebelumnya agar bisa memberikan apa yang tersimpan di dalamnya. Sejarahnya tidak ditampilkan begitu saja untukmu.

Keluarga dengan anak kecil mungkin akan menemukan medan yang terbuka dan kasar ini menyenangkan sebagai ruang petualangan, tapi konten sejarahnya butuh orang dewasa untuk menghidupkannya. Untuk ide menyusun perjalanan lebih luas bersama anak, panduan panduan Split bersama anak berisi saran-saran praktis yang berguna.

Tips Orang Dalam

  • Cari tahu dulu tentang Frane Bulić sebelum berkunjung. Mengetahui bahwa seorang arkeolog mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk menggali situs ini akan mengubah cara pandangmu — terhadap apa yang sudah terungkap maupun yang masih tersembunyi di bawah tanah.
  • Museum kecil di dalam kawasan ini mungkin terkesan sederhana, tapi koleksi batu berukir dan temuan patungnya bisa menjadi andalan di museum mana pun. Jangan lewatkan hanya karena ingin buru-buru ke reruntuhan terbuka.
  • Gabungkan kunjungan dengan Benteng Klis di hari yang sama. Kedua situs ini berada di utara Split, perjalanan antar keduanya tidak sampai sepuluh menit, dan bersama-sama keduanya bercerita tentang sejarah panjang — dari Dalmatia Romawi hingga pertahanan abad pertengahan Kroasia.
  • Bagian nekropolis Manastirine adalah sudut paling sunyi dan paling berkesan di seluruh kawasan ini, tapi banyak pengunjung menghabiskan semua waktu mereka di amfiteater dan tembok kota tanpa sempat mampir ke sini. Sisihkan waktu untuk bagian ini.
  • Selalu cek jam buka sebelum setiap kunjungan, bukan hanya sebelum berangkat. Jam operasional berubah antara musim ramai dan sepi, dan situs ini sesekali tutup untuk keperluan konservasi atau alasan administratif.

Untuk Siapa Reruntuhan Romawi Salona?

  • Wisatawan yang ingin memahami era Romawi lebih dalam dari yang ditawarkan Istana Diocletian
  • Penggemar arkeologi dan sejarah kuno yang menyukai situs yang masih setengah tergali dan apa adanya
  • Fotografer yang mencari reruntuhan batu dramatis berlatar pegunungan dengan kerumunan yang minim
  • Pengunjung sehari yang menggabungkan situs ini dengan Benteng Klis untuk mengisi setengah hari penuh dengan sejarah
  • Wisatawan yang sudah pernah ke Split dan telah menjelajahi situs-situs utama di kota tua