Museum Game of Thrones Split: Apa yang Ada di Dalamnya

Terletak di Kota Tua, Bosanska ulica 9, Museum Game of Thrones Split menawarkan lima ruangan bertema berisi properti, kostum, dan patung karakter seukuran aslinya. Tempat yang ringkas dan cocok bagi para penggemar — paling seru kalau digabung dengan jalan-jalan menyusuri tembok istana yang pernah jadi latar Meereen di layar.

Fakta Singkat

Lokasi
Bosanska ulica 9, Kota Tua Split (dekat Istana Diocletian)
Cara ke sini
Sekitar 10–15 menit berjalan kaki dari terminal bus utama atau pelabuhan feri; mudah dijangkau dengan jalan kaki dari mana saja di Kota Tua
Waktu yang dibutuhkan
30–45 menit
Biaya
Ada tiket masuk; cek harga terkini sebelum berkunjung karena informasinya sering tidak konsisten di berbagai situs
Cocok untuk
Penggemar Game of Thrones, keluarga dengan anak remaja, pelancong pencinta budaya pop
Patung naga yang dipajang di atas alas di dalam Game of Thrones Museum Split berdinding batu, dikelilingi rantai dan pencahayaan dramatis.
Photo dronepicr (CC BY 2.0) (wikimedia)

Sebenarnya Apa Itu Museum Game of Thrones Split?

Museum Game of Thrones Split dibuka pada 2019 sebagai atraksi komersial yang dikelola secara swasta, terikat langsung dengan peran nyata Split dalam serial HBO tersebut. Istana Diocletian — kompleks Romawi berlistrik UNESCO yang menjadi jantung kota — digunakan sebagai lokasi syuting Meereen, kota budak yang diperintah Daenerys Targaryen di musim empat hingga enam. Museum ini sangat mengandalkan kaitan tersebut, dengan menghadirkan lima ruangan bertema yang menelusuri lokasi-lokasi utama dalam serial: Meereen (dengan referensi jelas ke Split itu sendiri), King's Landing, Winterfell, dan sebuah ruangan pohon Weirwood. Ini bukan produksi resmi HBO atau pameran berlisensi dalam arti tradisional, melainkan ruang bergaya pop-up berorientasi penggemar yang akhirnya menemukan tempat permanennya di kota tua.

Dengan durasi kunjungan kurang dari satu jam, ini bukan institusi yang mengajak kamu menyelami sesuatu secara mendalam. Formatnya lebih mirip pengalaman foto imersif daripada museum tradisional dengan konten kuratorial ilmiah. Perbedaan ini penting untuk mengatur ekspektasi: kalau kamu datang berharap menemukan sejarah produksi yang detail, konteks pembuatan film di balik layar, atau materi arsip langka, kemungkinan besar kamu akan pulang kecewa. Tapi kalau kamu datang ingin berfoto di samping patung Jon Snow seukuran asli dan melihat tengkorak naga, kamu pasti akan senang.

ℹ️ Perlu diketahui

Jam buka dan harga tiket masuk bervariasi di berbagai sumber dan musim. Per 2026, jam buka yang umum tercantum adalah pukul 10.00 hingga 17.00, dengan sebagian sumber menyebutkan buka setiap hari dan sebagian lain mencatat tutup hari Minggu. Pastikan jadwal terkini langsung sebelum menjadikan tempat ini sebagai agenda utama sore harimu.

Isi Lima Ruangan: Apa Saja yang Ada di Sana

Museum ini dirancang sebagai perjalanan linear melewati ruangan-ruangan bertema, masing-masing terinspirasi dari lokasi tertentu dalam serial. Ruangan Meereen menjadi jangkar seluruh pengalaman dan paling relevan secara kontekstual dengan Split: peta, foto set, dan panel informasi menjelaskan bagaimana Istana Diocletian disulap menjadi kota budak fiktif. Ruangan ini cenderung paling berkesan bagi pengunjung yang sudah menjelajahi ruang bawah tanah istana, karena kamu mulai mengenali lengkungan dan tekstur batu dari episode-episode tertentu.

Patung-patung karakter adalah daya tarik utama yang paling digemari. Replika seukuran asli Jon Snow, Daenerys Targaryen, naga-naga milik Daenerys, dan karakter-karakter penting lainnya dipajang di berbagai sudut ruangan untuk keperluan foto. Replika kostum dan senjata properti yang dipamerkan cukup detail untuk memuaskan para penggemar setia serial ini. Bagian diorama dan model naga melengkapi pameran, dengan instalasi pohon Weirwood menjadi latar visual paling dramatis di seluruh ruangan.

Ruangannya ringkas dan alurnya jelas, jadi tidak ada risiko tersesat atau melewatkan sesuatu. Rombongan bergerak cepat, yang berarti tempat ini bisa terasa penuh saat jam ramai di musim panas meski luas lantainya tidak terlalu besar.

💡 Tips lokal

Datanglah di jam pertama setelah buka (sekitar pukul 10.00) kalau kamu ingin ruangan bebas untuk berfoto. Menjelang tengah hari di bulan Juli dan Agustus, kepadatan pengunjung di dalam ruangan yang kecil ini meningkat cukup terasa.

Tiket dan tur

Pilihan terpilih dari mitra pemesanan kami. Harga bersifat indikatif; ketersediaan dan harga akhir dikonfirmasi saat Anda menyelesaikan pemesanan.

  • Split: Game of Thrones walking tour

    Mulai dari 35 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Blue Cave and Hvar 5 islands tour from Split

    Mulai dari 145 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Krka national park tour from Split

    Mulai dari 27 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • All-inclusive Blue Lagoon tour from Split with three islands visit

    Mulai dari 68 €Konfirmasi instanPembatalan gratis

Kaitan dengan Istana Diocletian: Mengapa Museum Ini Ada di Split

Lokasi museum ini bukan kebetulan. Istana Diocletian adalah salah satu struktur Romawi akhir yang paling terjaga di dunia, dibangun pada pergantian abad keempat Masehi sebagai kompleks pensiun Kaisar Diocletian. Ruang bawah tanahnya yang berliku-liku, lorong-lorong berarkunga, dan pilar-pilar batu yang sudah usang menjadikannya tempat yang ideal untuk menggambarkan suasana kota bagian bawah Meereen. Kru produksi menggunakan beberapa bagian istana dan kawasan kota tua di sekitarnya saat syuting, terutama ruang-ruang bawah tanah yang masih bisa dikunjungi hingga hari ini.

Kalau museum ini membuatmu penasaran dengan lokasi syuting aslinya, lanjutan paling seru adalah jalan-jalan menyusuri Ruang Bawah Tanah Diocletian, yang membentang tepat di bawah bagian hunian istana dan muncul dalam beberapa adegan penting. Ruang bawah tanah ini hanya selangkah dari museum, dan melihat batu aslinya akan membuat rekaman di layar terasa punya bobot yang sama sekali berbeda.

Peran Split sebagai lokasi syuting merupakan bagian dari kisah lebih besar tentang munculnya Kroasia sebagai tujuan produksi film besar. Bagi pelancong yang ingin menelusuri lokasi-lokasi lain di seluruh negeri, panduan lokasi syuting Game of Thrones di Split mencakup lokasi-lokasi di istana, jalan-jalan di sekitarnya, dan apa saja yang difilmkan di mana.

Cara ke Sana dan Cara Masuk

Museum ini beralamat di Bosanska ulica 9, berada di dalam jaringan jalan padat kota tua, beberapa menit berjalan kaki dari pintu masuk utama istana. Kalau kamu datang dari promenade Riva (tepi laut Split), masuk ke istana dari arah utara melalui Gerbang Perunggu lalu ikuti lorong-lorong internal menuju sisi barat kompleks. Alamat ini bisa dicapai dengan jalan kaki dari terminal bus utama maupun pelabuhan feri dalam sekitar 10 hingga 15 menit.

Tidak ada tempat parkir khusus di dekat sini, dan itu memang sudah umum untuk kawasan kota ini. Transportasi umum di Split cukup baik, dan kota tuanya cukup kompak sehingga jalan kaki adalah satu-satunya cara praktis untuk menjelajah begitu kamu masuk ke dalam tembok istana. Pakailah sepatu yang nyaman: jalanan di sekitarnya berbatu, dan permukaan kota tua yang tidak rata bisa melelahkan setelah seharian berjalan.

Kalau kamu berencana menghabiskan sore hari di kawasan ini, pertimbangkan untuk menggabungkan museum dengan Katedral Santo Domnius dan Istana Diocletian itu sendiri — keduanya hanya selangkah dan jauh lebih kaya secara historis. Museum ini paling cocok sebagai tambahan, bukan tujuan utama.

⚠️ Yang bisa dilewati

Ada situs web independen untuk atraksi ini, tapi pengunjung tetap disarankan mengandalkan platform pemesanan terverifikasi atau menghubungi langsung untuk detail terkini. Pesan melalui platform pihak ketiga yang terpercaya atau cek langsung ke tempat untuk memastikan jam buka, harga, dan ketersediaan sebelum menjadikannya bagian dari itinerarim.

Museum Ini untuk Siapa — dan Siapa yang Sebaiknya Melewatinya

Jujur saja, museum ini paling cocok dinikmati oleh pengunjung yang menonton Game of Thrones dengan sungguh-sungguh dan ingin merasakan secara fisik kaitan Split dengan serial tersebut. Kombinasi properti yang mudah dikenali, patung karakter untuk berfoto, dan ruangan Meereen yang kontekstual menciptakan 30 hingga 45 menit yang benar-benar menyenangkan bagi penonton setia.

Bagi pelancong yang tidak ada hubungannya dengan serial ini, tidak banyak alasan untuk menghabiskan waktu dan uang di sini. Konteks historisnya tipis, pamerannya bernuansa komersial, dan istana di sekitarnya menawarkan kedalaman arsitektur dan budaya yang jauh lebih kaya — secara gratis. Pelancong kasual yang mampir satu hari di Split, atau siapa saja yang belum pernah menonton serialnya, sebaiknya lewati tempat ini dan gunakan waktu tersebut untuk menikmati Riva, ruang bawah tanah istana, atau minum kopi di Narodni trg.

Keluarga yang bepergian dengan anak-anak yang menggemari serial ini akan menemukan tempat ini seru dan mudah dinikmati, meski orang tua perlu mempertimbangkan konten visualnya (naga, senjata, adegan dari serial) sesuai usia anak. Untuk rencana perjalanan keluarga yang lebih luas di kota ini, panduan panduan Split bersama anak membahas atraksi mana yang cocok untuk berbagai kelompok usia.

Tips Foto dan Hal Praktis Lainnya

Fotografi diperbolehkan di seluruh museum — dan memang itulah salah satu daya tarik utamanya. Patung-patung karakter adalah magnet utama bagi sebagian besar pengunjung, dan ruangan-ruangannya memang dirancang dengan peluang foto dalam pikiran. Pencahayaan di dalamnya lebih bersifat atmosferik daripada terang, jadi kamera ponsel dengan performa malam yang baik akan menghasilkan foto lebih bagus dibanding kamera biasa. Instalasi pohon Weirwood adalah latar visual paling dramatis di seluruh ruangan.

Museumnya cukup kecil sehingga satu kunjungan sudah mencakup semuanya. Tidak ada panduan audio yang harus diikuti, tidak ada sistem masuk bergilir sejauh laporan terkini menunjukkan, dan tidak ada rute yang bisa salah. Ini adalah pengalaman masuk langsung, linear, dan selesai dalam kurang dari satu jam bagi hampir semua pengunjung.

Informasi aksesibilitas terbatas dalam sumber-sumber yang tersedia. Pintu masuknya berada di level jalan dekat ruang bawah tanah Diocletian, namun gang-gang batu yang sempit di kota tua dan kemungkinan adanya tangga di dalam bangunan bersejarah ini berarti pengguna kursi roda atau pengunjung dengan keterbatasan mobilitas sebaiknya menghubungi tempat ini terlebih dahulu untuk memastikan aksesnya.

Tips Orang Dalam

  • Kunjungi museum ini setelah tur lokasi syuting Game of Thrones, bukan sebelumnya. Melihat tembok istana dan ruang bawah tanahnya terlebih dahulu akan membuat ruangan Meereen di museum terasa jauh lebih berkesan.
  • Tengah hari di musim panas adalah waktu terburuk untuk berkunjung. Ruangannya cepat panas dan ramai. Datang sebelum pukul 11.00 pagi dan kamu bisa menikmati patung-patung serta propertinya hampir sendiri.
  • Museum ini singkat, jadi pas banget dikombinasikan dengan Ruang Bawah Tanah Diocletian yang hanya lima menit jalan kaki. Siapkan sekitar dua jam untuk keduanya — kombinasi ini membentuk setengah hari yang tematik dan bermakna.
  • Kalau sampai dan pintunya tertutup, coba cek langsung ke tempat. Jam buka sering dilaporkan tidak konsisten di berbagai sumber dan bisa berbeda tiap musim atau hari. Biasanya ada staf di sana meski jam resminya tidak jelas.
  • Kalau ada anggota rombongan yang bukan penggemar serial ini, pertimbangkan untuk menyuruh mereka menunggu di kafe terdekat di Riva sementara para penggemar menikmati 30 menit di dalam. Museum ini tidak cukup luas untuk menarik perhatian pengunjung yang tidak kenal serialnya.

Untuk Siapa Museum Game of Thrones Split?

  • Penggemar Game of Thrones yang ingin merasakan langsung koneksi fisik dengan lokasi syuting Meereen
  • Pelancong yang menggabungkan kunjungan ini dengan tur jalan kaki di Istana Diocletian
  • Keluarga dengan anak remaja yang pernah menonton serial ini
  • Pelancong pencinta budaya pop yang tertarik dengan wisata lokasi syuting film dan serial TV
  • Siapa saja yang punya waktu luang dan ingin tahu seperti apa Split tampak di layar

Atraksi Terdekat

Hal lain yang bisa dilihat di Istana Diocletian & Kota Tua:

  • Katedral Santo Domnius

    Katedral Santo Domnius awalnya dibangun sebagai makam Kaisar Diocletian sekitar tahun 305 Masehi, lalu dialihfungsikan menjadi katedral Kristen pada abad ke-7 — menjadikannya katedral Katolik tertua yang masih digunakan secara aktif dalam struktur aslinya. Berdiri megah di atas Peristyle di jantung Istana Diocletian, katedral ini tetap menjadi tempat ibadah aktif, memiliki menara lonceng yang sayang untuk dilewatkan, dan merupakan salah satu situs arsitektur paling berlapis di Eropa.

  • Ruang Bawah Tanah Diocletian (Substruktur Peristyle)

    Di bawah jalanan kota tua Split, Ruang Bawah Tanah Istana Diocletian menyimpan salah satu substruktur Romawi paling utuh di dunia. Dibangun sekitar awal abad ke-4 Masehi untuk menopang apartemen pribadi sang kaisar, aula-aula bawah tanah yang luas ini mencakup lebih dari satu hektar dan terasa sangat berbeda dari museum biasa. Inilah fondasi Romawi yang sesungguhnya, dan kamu bisa berjalan-jalan langsung di dalamnya.

  • Istana Diocletian

    Istana Diocletian bukan museum. Ini adalah kawasan permukiman nyata yang berdiri di dalam kompleks pensiun seorang kaisar Romawi — kafe, apartemen, dan katedral menempati ruang-ruang yang dulu dirancang untuk upacara kekaisaran. Panduan ini membahas apa yang wajib dilihat, kapan waktu terbaik berkunjung, dan cara memahami salah satu monumen hidup paling luar biasa di Eropa.

  • Gerbang Emas (Porta Aurea)

    Gerbang Emas, dalam bahasa Kroasia disebut Zlatna Vrata dan dulunya bernama Porta Aurea, adalah pintu masuk utara Istana Diocletian sekaligus yang paling megah dari keempat gerbangnya. Gratis dikunjungi kapan saja, gerbang ini menghubungkan istana kuno dengan jalan yang dahulu menuju kota Romawi Salona, dan hingga kini berdiri kokoh sebagai salah satu gerbang benteng Romawi akhir yang paling terawat.