3 Hari di Malta: Itinerary Perjalanan Singkat Terlengkap
Tiga hari sudah cukup untuk menjelajahi tempat-tempat terbaik Malta jika dirancang dengan cermat. Itinerary ini membawa Anda ke Valletta warisan UNESCO, kota kuno Mdina, kuil prasejarah di pesisir selatan, dan pulau Gozo, lengkap dengan tips transportasi dan waktu terbaik berkunjung.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini
Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Penerbangan
Peta hotel
Ringkasan
- Hari 1: Valletta, St. John's Co-Cathedral, Barrakka Gardens, dan Fort St. Elmo. Datanglah pagi-pagi sebelum penumpang kapal pesiar memadati area.
- Hari 2: Mdina di pagi hari, lalu ke selatan menuju kuil Hagar Qim dan desa nelayan Marsaxlokk di sore hari.
- Hari 3: Seharian di Gozo via feri Cirkewwa (€4,65–€9,50 pulang-pergi). Gabungkan dengan singgah di Blue Lagoon di Comino jika berkunjung antara Mei hingga Oktober.
- Kartu bus mingguan Tallinja (€26) mencakup hampir semua transportasi di kepulauan tanpa perlu menyewa mobil.
- Malta sangat ramah bagi yang suka bangun pagi: sebagian besar objek wisata utama sudah penuh sesak menjelang siang, terutama Juli hingga September.
Sebelum Tiba: Hal-Hal Logistik yang Perlu Disiapkan

Bandara Internasional Malta (MLA) berjarak sekitar 8 km dari Valletta. Bus jalur X1 dan X4 menghubungkan bandara ke ibu kota dalam waktu 20 hingga 45 menit dengan tarif €2,50 per perjalanan, meski kartu mingguan Tallinja seharga €26 lebih hemat jika kamu bepergian setiap hari. Taksi dikenakan biaya €20 hingga €30 dan memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Bolt dan Uber beroperasi di sini dan sering kali lebih murah dibanding taksi resmi bandara.
Kamu tidak perlu menyewa mobil untuk 3 hari. Jaringan bus Malta mencakup lebih dari 100 rute di pulau utama dan terhubung ke feri Gozo. Jalanan sempit, parkir di Valletta sangat merepotkan, dan pengemudi di sana terkenal agresif. Simpan pilihan menyewa mobil untuk kunjungan yang lebih lama. Untuk panduan lengkap berpindah antar kota dan ke pulau-pulau kecil, lihat panduan transportasi di Malta.
💡 Tips lokal
Pesan tiket St. John's Co-Cathedral secara online terlebih dahulu. Antrean di tempat bisa menghabiskan 30–45 menit di musim ramai, dan slot untuk oratorium katedral (tempat lukisan Caravaggio 'The Beheading of Saint John the Baptist' berada) kadang habis sebelum tengah hari.
Hari 1: Menjelajahi Valletta dari Pagi hingga Malam

Valletta adalah ibu kota terkecil di Uni Eropa berdasarkan luas wilayah, namun kota ini menyimpan konsentrasi arsitektur Barok, sejarah militer, dan warisan budaya yang luar biasa dalam area sekitar 0,8 kilometer persegi. Mulailah sebelum pukul 9 pagi agar bisa menikmati gang-gang sempit yang masih sepi sebelum penumpang kapal pesiar berdatangan. Kota ini hampir seluruhnya bisa dijelajahi dengan berjalan kaki begitu kamu masuk ke dalam tembok kota.
Daya tarik utamanya adalah St. John's Co-Cathedral, yang bisa dibilang interior Barok terindah di Eropa Selatan. Tiket masuk €15 sudah termasuk audio guide. Lantainya saja — terbuat dari 400 nisan marmer milik para Ksatria St. John — butuh waktu untuk benar-benar dinikmati. Sisihkan 60 hingga 90 menit. Dari sini, berjalan sekitar 10 menit menanjak menuju Istana Grandmaster, yang menyimpan museum baju besi dan layak dikunjungi setidaknya satu jam.
Setelah makan siang, pergilah ke Upper Barrakka Gardens untuk menikmati pemandangan Grand Harbour terbaik. Meriam siang hari ditembakkan Senin hingga Sabtu. Turunlah melalui Saluting Battery menuju tepi pantai, lalu ikuti benteng ke arah timur menuju Fort St. Elmo, yang menjaga ujung semenanjung Valletta dan kini menjadi rumah bagi Museum Perang Nasional. Di malam hari, Lower Barrakka Gardens menawarkan pemandangan pelabuhan yang lebih tenang dan jarang difoto saat golden hour.
ℹ️ Perlu diketahui
Restoran-restoran di sekitar Republic Street di Valletta cenderung touristy dan kemahalan. Berjalanlah satu atau dua jalan dari jalur utama untuk menemukan tempat makan lokal — semangkuk penuh makanan dengan minuman bisa cukup €10–14, bukan €20 ke atas.
Hari 2: Mdina dan Pesisir Selatan

Tinggalkan penginapan pukul 8:30 pagi agar bisa tiba di Mdina sebelum bus-bus wisata berdatangan. Kota berdinding ini, yang dikenal warga setempat sebagai Silent City atau Kota Sunyi, bertengger di atas bukit sekitar 15 km dari Valletta dan memakan waktu 30 hingga 40 menit naik bus. Di dalamnya, jumlah penduduk kurang dari 300 jiwa, dan pada pukul 10 pagi suasananya bisa terasa seperti lokasi syuting film yang diserbu wisatawan. Daya tarik utamanya adalah menyusuri gang-gang abad pertengahan, menikmati pemandangan seluruh pulau dari benteng, dan mengunjungi Katedral St. Paul (tiket masuk €15). Kota tetangga Rabat memiliki Katakombe St. Paul, kompleks pemakaman bawah tanah yang sungguh mengesankan dan sering dilewatkan banyak wisatawan.
Di sore hari, menuju ke selatan ke kuil Hagar Qim, yang usianya lebih dari 5.500 tahun — lebih tua dari Stonehenge maupun piramida Mesir. Tiket masuk €10 sudah mencakup situs Mnajdra di sebelahnya, yang berada di tepi tebing dengan pemandangan ke laut. Dari sini, ada perjalanan singkat dengan bus atau kendaraan menuju Blue Grotto, di mana perahu wisata (sekitar €8 hingga €12 per orang) akan membawamu menelusuri gua laut dengan air biru yang sangat jernih. Lewati saja jika laut sedang berombak — gua-gua ini kehilangan sebagian besar warnanya saat kondisi air bergolak.
Akhiri hari di Marsaxlokk, desa nelayan di pesisir tenggara. Pasar Minggu mingguan adalah daya tarik utamanya, tapi di hari kerja pelabuhannya lebih sepi dan restoran seafood di sepanjang tepi air menyajikan ikan tersegar di seluruh pulau. Perahu nelayan luzzu yang berwarna-warni menjadi objek foto yang sempurna di sore hari.
- Kuil Hagar Qim + Mnajdra Sisihkan minimal 90 menit. Tiba sebelum pukul 10 pagi. Tiket gabungan sekitar €10.
- Perahu Blue Grotto Paling indah di pagi hari saat laut memantulkan warna biru paling terang. Lewati saat cuaca buruk.
- Mdina saat senja Jika tidak bisa pagi hari, datanglah sore setelah pukul 16.00 ketika wisatawan harian mulai berkurang dan batu kapur bersinar keemasan.
- Pasar Minggu Marsaxlokk Ramai dan layak dikunjungi — atur ulang Hari 2 jika perjalananmu mencakup hari Minggu. Ada kios seafood, hasil bumi lokal, dan kerajinan tangan di sepanjang pelabuhan.
Hari 3: Gozo dan Comino

Feri Gozo berangkat dari Cirkewwa di bagian utara Malta dan memakan waktu sekitar 25 menit. Feri beroperasi setiap 45 menit, dari sekitar pukul 6 pagi hingga 10 malam, dengan biaya €6 hingga €12 pulang-pergi untuk penumpang pejalan kaki. Tidak perlu memesan tiket terlebih dahulu kecuali kamu membawa mobil. Dari Valletta, bus ke Cirkewwa memakan waktu sekitar 75 menit. Sisihkan minimal 8 jam agar bisa menikmati pulau ini dengan layak. Panduan lengkap panduan wisata Gozo membahas pulau ini jauh lebih mendalam jika kamu berencana menginap lebih lama.
Prioritas utama di Gozo adalah Citadella di Victoria (disebut juga Rabat), ibu kota berbentengi di pulau ini. Masuk ke tembok benteng gratis dan pemandangan pedesaan Gozo dari atas sangat memukau. Victoria sendiri punya banyak pilihan makan siang dengan harga yang jelas lebih terjangkau dibanding Valletta. Di sore hari, menuju ke pesisir: Teluk Dwejra digemari penyelam maupun yang tidak menyelam, meski Azure Window yang terkenal itu sudah runtuh pada 2017, jadi sesuaikan ekspektasimu. Kuil Ggantija di dekat Xaghra termasuk struktur berdiri bebas tertua di Bumi dan layak dikunjungi jika kamu tertarik dengan kuil-kuil prasejarah.
Jika perjalananmu jatuh antara Mei dan Oktober, gabungkan feri Gozo dengan singgah di Blue Lagoon di Comino. Perahu wisata dari Malta dan Gozo biasanya singgah di sini sebagai bagian dari rute keliling (€20 hingga €30). Datanglah lebih pagi — menjelang siang di musim panas, laguna sudah dipenuhi puluhan perahu dan ratusan perenang. Kejernihan airnya luar biasa, tapi suasananya sama sekali tidak tenang di musim puncak. Usahakan datang sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 4 sore jika memungkinkan.
⚠️ Yang bisa dilewati
Blue Lagoon benar-benar sangat padat di bulan Juli dan Agustus antara pukul 10 pagi dan 3 sore. Jika berenang di sana adalah prioritasmu, pesan tur berangkat pagi yang tiba sebelum keramaian utama, atau pertimbangkan mengunjungi teluk-teluk Malta lainnya yang jauh lebih sepi.
Di Mana Menginap untuk Perjalanan 3 Hari

Jadikan Valletta atau Sliema/St. Julian's sebagai basis untuk perjalanan 3 hari. Valletta punya suasana bersejarah yang kental dan dekat dengan atraksi Hari 1, tapi kota ini praktis tutup di malam hari dan pilihan makan malamnya terbatas. Sliema dan St. Julian's lebih praktis sebagai pusat transportasi, pilihan restorannya lebih beragam, dan keduanya dilayani feri ke Valletta (Sliema Ferry, sekitar €2,80 sekali jalan, beroperasi cukup sering). Untuk panduan lengkap pilihan kawasan dan kisaran harga, lihat di mana menginap di Malta.
- Valletta: Terbaik untuk merasakan suasana bersejarah dan akses pagi hari ke pusat kota. Pilihan hiburan malam terbatas dan pilihan akomodasi hemat lebih sedikit.
- Sliema: Basis paling praktis. Koneksi transportasi baik, promenade tepi laut, dan pilihan hotel serta apartemen beragam di semua kisaran harga.
- St. Julian's: Terbaik untuk akses hiburan malam dan wisatawan muda. Bisa cukup ramai dan berisik di akhir pekan.
- Mdina/Rabat: Ada satu hotel butik di dalam tembok kota. Tenang, tapi kurang praktis untuk perjalanan keliling pulau tanpa mobil.
Tips Praktis agar 3 Hari di Malta Maksimal
Malta memang kecil dengan luas 316 kilometer persegi, tapi jarak tempuh bisa terasa jauh saat bus terjebak macet. Rute Valletta ke Cirkewwa (terminal feri Gozo) memakan waktu 75 hingga 90 menit naik bus. Perhitungkan ini saat merencanakan Hari 3: keberangkatan pagi adalah keharusan agar kamu punya waktu yang cukup di Gozo.
Bulan terbaik untuk perjalanan 3 hari adalah April hingga Juni dan September hingga Oktober. Suhu berkisar antara 20 hingga 28°C, laut sudah bisa direnangi mulai Juni, dan kepadatan wisatawan di Juli–Agustus belum atau sudah terlewati. Kunjungan musim dingin (Desember hingga Februari) tetap bisa dilakukan jika fokusmu adalah sejarah dan budaya daripada pantai, dengan suhu sekitar 12 hingga 16°C dan jumlah pengunjung yang jauh lebih sedikit di setiap situs.
Bahasa Inggris adalah bahasa resmi di Malta bersama bahasa Malta, sehingga komunikasi tidak pernah menjadi hambatan. Air keran aman diminum. Kunjungan ke gereja mengharuskan bahu dan lutut tertutup — berlaku di Co-Cathedral Valletta maupun hampir semua gereja lain di pulau ini. Tip sekitar 5 hingga 10% di restoran diapresiasi tapi tidak wajib. Untuk konteks budaya yang lebih luas dan apa yang perlu diketahui sebelum tiba, panduan tentang apakah Malta layak dikunjungi membahas kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan.
- Beli kartu mingguan Tallinja (€26) setibanya di halte bus bandara. Kartu ini mencakup perjalanan bus tanpa batas dan sudah balik modal dalam 2 hari pemakaian rutin.
- Bawa botol minum isi ulang. Air keran aman dan gratis, sementara harga air botol di tempat wisata sangat mahal.
- Malta menggunakan colokan Tipe G (model Inggris, 230V). Bawa adaptor jika perangkatmu menggunakan standar yang berbeda.
- Nomor darurat adalah 112. Tingkat kejahatan di Malta rendah, tapi tetap waspada seperti biasa di kawasan Paceville pada malam hari.
- Berpakaian sopan adalah keharusan saat memasuki gereja, bahkan di puncak musim panas. Bawa syal atau kain tipis sebagai solusi praktis.
Tanya Jawab
Apakah 3 hari cukup untuk menjelajahi Malta?
Tiga hari cukup untuk mengunjungi tempat-tempat utama Malta jika fokus: Valletta, Mdina, kuil-kuil di pesisir selatan, dan sehari penuh di Gozo. Tidak semua bisa dijangkau — kawasan seperti pantai barat laut atau Three Cities di seberang Grand Harbour butuh waktu ekstra. Perjalanan 5 hingga 7 hari memungkinkan tempo yang lebih santai dan akses ke bagian pulau yang lebih jarang dikunjungi.
Apakah perlu menyewa mobil untuk berkeliling Malta dalam 3 hari?
Tidak perlu. Jaringan bus umum mencakup semua atraksi utama di Malta, dan feri Gozo mudah diakses sebagai pejalan kaki. Kartu mingguan Tallinja seharga €26 mencakup perjalanan bus tanpa batas. Mobil memang memberikan fleksibilitas lebih, tapi juga membawa masalah parkir di Valletta dan Mdina yang jalannya sangat sempit.
Kapan waktu terbaik untuk perjalanan 3 hari ke Malta?
April hingga Juni dan September hingga Oktober menawarkan keseimbangan terbaik antara cuaca hangat (20–28°C), jumlah wisatawan yang masih terkendali, dan curah hujan rendah. Juli dan Agustus sangat panas (hingga 32°C), objek wisata utama sangat padat, dan Blue Lagoon penuh sesak. Musim dingin tenang dan sejuk (12–16°C) tapi beberapa tur perahu dikurangi atau dibatalkan karena laut lebih berombak.
Bagaimana cara pergi dari Valletta ke Gozo?
Naik bus dari Valletta ke terminal Cirkewwa di utara Malta (sekitar 75–90 menit), lalu naik feri Gozo Channel untuk penyeberangan 25 menit. Feri beroperasi setiap 45 menit dari sekitar pukul 6 pagi hingga 10 malam. Tiket pulang-pergi pejalan kaki seharga €6 hingga €12. Tidak perlu memesan tiket terlebih dahulu untuk pejalan kaki.
Apa yang bisa dilewati jika hanya punya 3 hari di Malta?
Lewati hiburan malam Paceville kecuali itu memang tujuan utamamu — itu menghabiskan waktu malam yang lebih baik digunakan di Valletta atau untuk istirahat demi start pagi. Popeye Village adalah tempat yang unik untuk keluarga tapi tidak sepadan waktunya dalam perjalanan budaya singkat. Three Cities (Vittoriosa, Cospicua, Senglea) sesungguhnya sangat menarik tapi lebih baik disimpan untuk kunjungan yang lebih panjang agar bisa dinikmati dengan layak.