Menginap di Malta: Panduan Area & Hotel Terbaik

Pilihan tempat menginap di Malta sangat memengaruhi pengalaman liburan Anda. Panduan ini mengulas kawasan-kawasan terbaik, dari ibu kota bersejarah Valletta hingga kota pantai di utara, dengan saran praktis tentang apa yang ditawarkan tiap area.

Bangunan hotel tepi laut yang elegan dengan pohon palem dan marina penuh kapal pesiar di Malta, dengan panorama kota dan laut di latar belakang.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini

Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Penerbangan

Peta hotel

Ringkasan

  • Valletta cocok untuk wisatawan yang gemar sejarah; Sliema dan St. Julian's paling pas bagi yang ingin pantai, kuliner, dan kehidupan malam dalam satu kawasan. Lihat apa yang bisa dilakukan di Malta untuk mencocokkan pilihan menginapmu dengan rencana perjalanan.
  • Mellieha adalah pilihan utama untuk liburan yang berfokus pada pantai, dengan akses feri langsung ke Gozo dan Comino.
  • Hotel di Malta tersedia mulai dari penginapan hemat hingga resor bintang lima — harga melonjak tajam pada Juli dan Agustus, jadi pesan lebih awal atau kunjungi di luar musim puncak.
  • Pulau ini sangat kecil (316 km persegi), sehingga tidak ada area yang benar-benar tidak praktis — namun kemacetan di St. Julian's saat musim panas bisa menambah 20–30 menit perjalanan singkat. Baca panduan transportasi di Malta sebelum memutuskan lokasi menginap.
  • Bahasa Inggris adalah bahasa resmi, sehingga komunikasi terasa mudah di mana pun kamu menginap.

Cara Memilih Lokasi Menginap di Malta

Malta cukup kecil sehingga secara teori kamu bisa menginap di mana saja dan menjangkau sebagian besar objek wisata dalam waktu kurang dari satu jam. Meski begitu, lokasi menginap tetap penting. Pulau ini tidak memiliki kereta penumpang, jadi kamu mengandalkan bus (Malta Public Transport melayani lebih dari 100 rute), taksi, Bolt, atau Uber untuk bepergian. Jika tidak ingin bergantung pada transportasi setiap hari, menginap dekat dengan hal-hal yang kamu minati akan menghemat waktu dan biaya.

Pembagian utara-selatan adalah peta mental yang paling berguna. Ibu kota Valletta dan kawasan pesisir di sekitarnya — Sliema, St. Julian's — terletak di tengah-timur dan menawarkan budaya, kehidupan malam, serta kuliner tepi laut. Wilayah utara, yang berpusat di Mellieha, adalah surga pantai dengan suasana yang jauh lebih tenang. Kota bertembok kuno Mdina di bagian tengah hanya memiliki segelintir pilihan akomodasi, namun semuanya luar biasa jika kamu mampu membayarnya.

💡 Tips lokal

Jika kamu ingin satu lokasi untuk perjalanan 7 hari, Sliema adalah pilihan paling praktis. Dari sini, Valletta hanya 10–15 menit dengan feri atau bus, St. Julian's bisa dijangkau dengan berjalan kaki, dan rute bus ke seluruh pulau tersedia dengan frekuensi tinggi.

Valletta: Menginap di Tengah Sejarah

Pemandangan lanskap kota Valletta saat matahari terbenam dengan bangunan batu, gereja berkubah, dan tembok benteng bersejarah.
Photo Tom Fisk

Valletta adalah ibu kota UE terkecil berdasarkan luas wilayah, namun kepadatan budayanya jauh melampaui ukurannya. Ko-Katedral St. John, Istana Grandmaster, dan Taman Upper Barrakka semuanya berada dalam jarak berjalan kaki 10 menit. Menginap di sini berarti kamu bisa menikmati kota sebelum dan sesudah rombongan wisata harian datang dan pergi.

Hotel-hotel di Valletta umumnya berupa properti butik yang dikonversi dari palazzo bersejarah. Kamarnya bisa berukuran kecil dan tempat parkir hampir tidak ada di dalam tembok kota, sehingga kawasan ini paling cocok untuk wisatawan yang bepergian dengan berjalan kaki. Jalanan sebagian besar berupa batu yang menanjak, yang bisa melelahkan jika membawa koper berat. Meski demikian, suasana malam hari — setelah rombongan tur bubar — sungguh memukau. Harga restoran di sini sedikit lebih mahal dibanding Sliema.

Yang perlu dicatat: Valletta memiliki penduduk lokal yang sesungguhnya dan bukan semata-mata zona wisata. Kamu akan menemukan toko roti, kedai lokal, dan pasar jalanan di antara situs-situs warisan budaya. Suasananya tidak sepenuh atau seramai ibu kota Eropa lain yang serupa.

Sliema dan St. Julian's: Kawasan Pesisir yang Praktis

Promenade tepi pantai di Sliema dengan hotel dan apartemen modern yang menghadap garis pantai berbatu dan orang-orang berjalan di sepanjang laut.
Photo Angelos Lamprakopoulos

Kedua kota ini menyatu di sepanjang pantai timur laut dan bersama-sama membentuk koridor wisata utama Malta. Sliema dan St. Julian's menawarkan pilihan hotel Malta paling beragam di pulau ini, mulai dari jaringan hotel internasional hingga butik independen. Keduanya mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, memiliki layanan bus yang baik, dan memiliki konsentrasi restoran, kafe, serta toko yang paling padat di luar Valletta.

Sliema lebih tenang dari keduanya. Promenade Sliema membentang hampir 2 km di sepanjang tepi laut dan sangat menyenangkan untuk jalan pagi atau jalan sore. Kawasan ini digemari keluarga, pasangan, dan wisatawan yang lebih senior yang menginginkan kenyamanan tanpa kebisingan larut malam. Feri ke Valletta dari Sliema hanya memakan waktu sekitar 8 menit dan beroperasi dengan frekuensi tinggi sejak pagi hari.

St. Julian's lebih ramai dan bersemangat, terutama di sekitar Paceville, kawasan hiburan malam Malta. Jika kamu menginap dekat Paceville di musim panas, bersiaplah mendengar kebisingan hingga pukul 3–4 pagi pada akhir pekan. Ini jelas bukan untuk semua orang. Di sisi positifnya, Teluk Spinola adalah salah satu sudut paling fotogenik di Malta, dikelilingi restoran makanan laut, dan kawasan ini memiliki beberapa kolam renang hotel dan fasilitas spa terbaik di pulau.

⚠️ Yang bisa dilewati

Hindari memesan akomodasi tepat di deretan klub Paceville kecuali kehidupan malam memang menjadi tujuan utamamu. Keluhan kebisingan konsisten terjadi dari Juni hingga September, dan beberapa hotel di zona ini menerapkan harga musim puncak yang tidak sebanding dengan kualitasnya.

  • Terbaik untuk: Keluarga dan pasangan Pilih Sliema bagian utara, di mana promenade lebih tenang dan koneksi bus sangat baik.
  • Terbaik untuk: Kehidupan malam dan wisata sosial St. Julian's dekat Teluk Spinola menempatkanmu di jantung keramaian tanpa harus berada langsung di deretan klub malam.
  • Terbaik untuk: Perjalanan bisnis atau menginap singkat Pusat Sliema memiliki paling banyak hotel dengan Wi-Fi andal, sarapan pagi, dan akses mudah ke feri Valletta.
  • Terbaik untuk: Wisatawan hemat Penginapan dan B&B kecil tersebar di kedua kawasan — tarif di Sliema lebih kompetitif dibanding St. Julian's untuk kualitas yang setara.

Mellieha dan Wilayah Utara: Surga Menginap di Tepi Pantai

Pantai berpasir luas dengan pengunjung yang berjemur dan berenang, dilatarbelakangi hotel-hotel modern di atas punggungan bukit, laut biru jernih di bagian depan.
Photo Efrem Efre

Jika pantai adalah prioritasmu, Mellieha adalah jawabannya. Mellieha Bay (Għadira Bay) adalah pantai berpasir terbesar di Malta, dan kotanya berdiri di atas punggungan bukit dengan pemandangan indah ke arah utara. Dari sini, feri menuju Gozo dan Comino berangkat dari Cirkewwa, sekitar 10 menit dengan mobil, sehingga perjalanan sehari ke Blue Lagoon menjadi sangat mudah.

Kekurangannya adalah jarak dari kawasan budaya di selatan. Perjalanan ke Valletta dari Mellieha memakan waktu 45–60 menit naik bus atau sekitar 30 menit dengan mobil, lebih lama lagi jika macet di musim panas. Ini masih bisa diatasi untuk kunjungan sehari, tetapi jika kamu ingin menjelajahi pantai sekaligus warisan Barok setiap harinya, perjalanan bolak-balik akan terasa melelahkan. Kawasan ini lebih cocok untuk menginap satu minggu dengan hari-hari khusus pantai dan hari-hari khusus wisata sejarah, bukan keduanya sekaligus.

Wilayah utara juga memberikan akses ke Golden Bay dan Ghajn Tuffieha Bay, dua pantai terbaik di Malta, keduanya dalam jarak 15 menit dari pusat kota Mellieha. Akomodasi di sini berkisar dari hotel resor besar dengan kolam renang dan spa hingga properti butik yang lebih kecil. Tarifnya cenderung lebih kompetitif dibanding St. Julian's untuk kualitas yang setara, dan kawasan ini terasa jauh lebih tidak padat bahkan di musim puncak sekalipun.

Kawasan Lain yang Patut Dipertimbangkan

Pemandangan udara Mdina, kota abad pertengahan berbenteng di Malta, menampilkan tembok batu kuno, katedral, dan bangunan bersejarah yang dikelilingi pedesaan.
Photo Polina ⠀

Mdina, ibu kota bertembok abad pertengahan, hanya memiliki sejumlah kecil hotel di dalam temboknya, namun menginap di sana adalah pengalaman sekali seumur hidup yang sesungguhnya. Kota ini pantas mendapat julukannya sebagai Kota Sunyi — kendaraan dibatasi, tidak ada jaringan hotel besar, dan setelah pengunjung harian pulang sekitar pukul 6 sore, suasananya terasa seperti melangkah ke abad yang berbeda. Rabat yang berada tepat di luar tembok menawarkan pilihan yang lebih terjangkau dengan akses berjalan kaki yang mudah.

Tiga Kota (Vittoriosa, Senglea, dan Cospicua) di seberang Grand Harbour dari Valletta adalah pilihan yang sering diabaikan. Akomodasi di sini terbatas tetapi sering kali menawarkan nilai yang baik, dan pemandangan jalanan berbenteng di sekitar Benteng St. Angelo termasuk yang paling bersuasana di Malta. Taksi air (dgħajsa) menyeberang ke Valletta dalam hitungan menit dengan biaya sekitar €10–15 per orang. Kawasan ini cocok untuk wisatawan yang sudah pernah ke Malta dan ingin pengalaman yang lebih tidak biasa.

Gozo sendiri layak disebut bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke beberapa pulau. Victoria (disebut juga Rabat) di pusat Gozo dekat dengan Citadella dan cocok sebagai pangkalan untuk menjelajahi seluruh pulau. Sebagai alternatif, desa Xlendi atau kawasan sekitar Ramla Bay menawarkan penginapan pesisir yang lebih tenang. Baca panduan wisata Gozo jika kamu mempertimbangkan untuk menjadikannya pangkalan selama sebagian perjalananmu.

✨ Tips pro

Marsaxlokk di selatan memiliki beberapa penginapan dengan pemandangan pelabuhan dan restoran ikan segar yang lezat tepat di tepi air. Koneksi busnya tidak terlalu baik untuk wisata harian, namun sebagai pangkalan wisata santai selama 2–3 malam, kawasan ini menawarkan pengalaman lokal yang autentik dan sering kali dilewatkan kebanyakan wisatawan.

Tips Pemesanan Praktis: Waktu, Harga, dan Apa yang Harus Dihindari

Harga hotel di Malta mengikuti kurva musiman yang cukup tajam. Juni hingga Agustus adalah musim puncak: tarif di St. Julian's dan Sliema bisa dua hingga tiga kali lipat dibandingkan November. Bulan-bulan peralihan April–Mei dan September–Oktober menawarkan nilai terbaik, dengan suhu yang menyenangkan (20–28°C), tarif lebih rendah, dan kepadatan wisatawan yang lebih wajar. Desember hingga Februari adalah periode termurah, tetapi beberapa fasilitas pantai tutup dan perjalanan sehari ke Comino bisa terbatas karena cuaca.

Untuk kunjungan pertama, anggarkan sekitar €80–150 per malam untuk hotel kelas menengah di Sliema atau St. Julian's selama musim peralihan, naik menjadi €150–300+ pada Juli–Agustus. Hotel butik di Valletta sering kali mengenakan tarif premium sepanjang tahun karena ketersediaannya yang terbatas. Untuk gambaran biaya perjalanan secara keseluruhan, panduan wisata hemat di Malta membahas perkiraan pengeluaran harian di luar biaya penginapan.

  • Pesan penginapan untuk Juli dan Agustus setidaknya 3–4 bulan sebelumnya — properti populer bisa habis terjual sepenuhnya.
  • Minta kamar menghadap laut secara eksplisit jika pemandangan penting bagimu; banyak hotel mengenakan biaya tambahan dan tidak akan memberikan upgrade secara otomatis.
  • Apartemen sewa mandiri di Sliema dan St. Julian's menawarkan nilai yang sangat baik untuk menginap 5 malam atau lebih, terutama untuk keluarga.
  • Periksa apakah sarapan sudah termasuk — hotel di Malta sering mengenakan biaya €10–20 per orang untuk sarapan prasmanan, yang bisa cukup terasa jika dijumlahkan.
  • Parkir di Valletta hampir mustahil; jika menyewa mobil, menginaplah di Sliema atau lebih jauh ke utara di mana parkir hotel lebih tersedia.

ℹ️ Perlu diketahui

Malta menggunakan colokan Tipe G (model UK, 230V). Mata uangnya adalah Euro (EUR). Bahasa Inggris adalah bahasa resmi bersama bahasa Malta, sehingga berkomunikasi dengan staf hotel di seluruh pulau sangat mudah bagi wisatawan berbahasa Inggris.

Tanya Jawab

Di mana area terbaik untuk menginap di Malta bagi wisatawan pertama kali?

Sliema adalah pangkalan paling praktis untuk pertama kali berkunjung. Tersedia beragam hotel di berbagai kisaran harga, promenade tepi laut, koneksi bus yang kuat ke seluruh pulau, dan feri reguler ke Valletta yang hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. Kawasan ini cukup tenang untuk keluarga, namun tetap dekat dengan kehidupan malam St. Julian's bagi yang menginginkannya.

Lebih baik menginap di Valletta atau Sliema?

Tergantung prioritasmu. Valletta menawarkan suasana bersejarah yang tak tertandingi dan akses langsung ke situs-situs budaya utama, namun hotelnya sebagian besar bersifat butik dan mahal, jalannya menanjak, dan tidak ada parkir. Sliema lebih mudah dijelajahi, pilihan hotelnya lebih beragam, dan letaknya di tanah datar sepanjang tepi laut. Untuk kebanyakan wisatawan, Sliema lebih praktis; untuk perjalanan istimewa yang berfokus pada sejarah, Valletta sepadan dengan harga lebihnya.

Kapan waktu termurah untuk memesan hotel di Malta?

November hingga Februari menawarkan tarif hotel terendah, kadang 50–60% di bawah harga puncak musim panas. Kekurangannya adalah suhu lebih dingin (12–16°C) dan sesekali hujan. Waktu terbaik yang memadukan harga wajar dengan cuaca yang bagus adalah akhir September hingga Oktober atau April hingga Mei.

Bisakah saya berwisata di Malta tanpa mobil?

Bisa, dengan mudah. Malta memiliki jaringan bus yang luas (Malta Public Transport) dengan lebih dari 100 rute, ditambah Bolt dan Uber untuk perjalanan sesuai permintaan. Menginap di Sliema, St. Julian's, atau Valletta berarti kamu bisa menikmati sebagian besar aktivitas wisata tanpa mobil. Mellieha dan kawasan utara memang kurang nyaman tanpa kendaraan, meskipun bus tetap beroperasi ke pantai-pantai utama.

Apakah menginap di Gozo lebih baik daripada sekadar berkunjung sehari?

Jika kamu memiliki 7 hari atau lebih di Malta, menghabiskan 2–3 malam di Gozo sungguh berharga. Pulau ini memiliki karakter yang sama sekali berbeda — pedesaan, lebih tenang, dengan garis pantai yang dramatis dan kuil-kuil Neolitik. Menginap semalam memungkinkanmu menikmatinya tanpa tekanan harus mengejar feri terakhir. Penyeberangan feri dari Ċirkewwa memakan waktu 45 menit dan beroperasi dengan frekuensi tinggi.

Destinasi terkait:malta

Sedang merencanakan perjalanan? Temukan aktivitas personal dengan aplikasi Nomado.