Transportasi di Roma: Metro, Bus, Taksi, dan Jalan Kaki

Jaringan transportasi Roma lebih rumit dari yang dibayangkan kebanyakan wisatawan pertama kali. Panduan ini mengulas semua pilihan transportasi di Roma, mulai dari metro hingga bus, transfer bandara, taksi, dan kapan jalan kaki justru lebih cepat.

Jalan kota Roma yang lebar dengan mobil, taksi, bus, dan kereta kuda, serta gereja-gereja berkubah dan pohon pinus khas Roma di latar belakang di bawah langit cerah.

Ringkasan

  • Metro Roma hanya punya 3 jalur dan tidak menjangkau banyak tempat wisata utama, jadi bus dan jalan kaki adalah keharusan, bukan pilihan.
  • Tiket ATAC satuan seharga €1,50 berlaku selama 100 menit untuk bus dan satu perjalanan metro.
  • Jalan kaki adalah cara terbaik untuk menjelajahi pusat bersejarah kota, di mana jalan-jalannya terlalu sempit dan jaraknya terlalu dekat untuk membuat transportasi umum lebih efisien.
  • Tarif taksi tetap dari Bandara Fiumicino ke pusat kota sekitar €50 — bisa diprediksi, meski tidak murah.
  • Untuk gambaran lebih lengkap tentang cara mengatur waktu di Roma, itinerary 3 hari di Roma bisa membantu kamu mengelompokkan tempat wisata berdasarkan lokasi agar tidak terlalu banyak bolak-balik.

Kenali Tata Letak Roma Sebelum Merencanakan Rute

Pemandangan udara luas Roma yang menampilkan Sungai Tiber, Castel Sant'Angelo, landmark utama, dan tata letak kota.
Photo Fabian Freire

Roma memiliki luas 1.287 km², tapi sebagian besar tempat wisata terkonsentrasi dalam radius sekitar 4 km dari Colosseum. Kawasan bersejarah kota ini — dari Trastevere hingga Vatikan — dipisahkan oleh Sungai Tiber, jaringan bukit (tujuh bukit legendaris), dan sistem jalan yang memang tidak dirancang untuk kendaraan modern. Ini penting untuk dipahami karena tidak ada satu moda transportasi pun yang bisa menjangkau semua tempat dengan baik. Metro cepat tapi jangkauannya terbatas. Bus bisa ke mana saja tapi sering tidak tepat waktu. Jalan kaki sering jadi pilihan tercepat untuk jarak di bawah 2 km, tapi melelahkan di tengah panas terik Juli.

Tahu di kawasan mana kamu menginap sangat memengaruhi strategi transportasimu. Menginap di Monti berarti kamu bisa jalan kaki ke Colosseum, Forum Romawi, dan Santa Maria Maggiore. Menginap dekat Vatikan artinya kamu butuh bus atau metro Jalur A untuk menjangkau sisi timur kota. Menginap di Trastevere berarti kamu harus menyeberangi sungai untuk mencapai sebagian besar tempat wisata utama — oke kalau jalan kaki, tapi lambat kalau naik transportasi umum. Pertimbangkan hal ini saat memilih penginapan.

Metro Roma: Cepat di Tempatnya, Tidak Berguna di Tempat Lain

Kereta metro Roma di stasiun Repubblica, pemandangan peron dengan penumpang dan papan petunjuk di stasiun bawah tanah yang remang-remang.
Photo Czapp Árpád

Metro Roma (Metropolitana) memiliki tiga jalur. Jalur A membentang dari Battistini di barat hingga Anagnina di tenggara, melewati Termini dan perhentian penting seperti Spagna (Tangga Spanyol) dan Ottaviano (Vatikan). Jalur B membentang dari Jonio di utara hingga Laurentina di selatan, dengan cabang (B1) yang berhenti di Colosseo untuk Colosseum dan Forum Romawi. Jalur C membentang dari San Giovanni ke Monte Compatri-Pantano di pinggiran timur kota, dengan perluasan menuju Piazza Venezia dan kawasan Colosseum yang masih dalam pengerjaan.

Kelemahan terbesar metro adalah jangkauannya. Seluruh sisi barat daya pusat bersejarah — termasuk Pantheon, Piazza Navona, Campo de' Fiori, dan Trastevere — tidak terjangkau metro sama sekali. Kamu harus naik bus atau jalan kaki untuk kawasan-kawasan ini. Kereta beroperasi kira-kira setiap 5–10 menit antara pukul 05.30 hingga 23.30. Di musim panas dan musim wisata ramai, gerbong Jalur A dan B bisa sangat penuh, terutama antara Termini dan Spagna.

⚠️ Yang bisa dilewati

Pencopetan adalah masalah nyata di metro, terutama di Jalur A antara Termini dan Spagna, serta di Jalur B di stasiun Colosseo. Taruh tas di depan tubuhmu, jangan simpan dompet di saku belakang, dan tetap waspada saat gerbong penuh. Ini bukan berlebihan — ini pola yang konsisten dilaporkan oleh wisatawan maupun warga lokal.

Bus, Trem, dan Jaringan ATAC

Sebuah bus kota Roma di halte depan monumen Vittoriano, dengan mobil dan orang-orang di sekitarnya dalam cahaya sore menjelang malam.
Photo Vladislav Glukhotko

ATAC mengoperasikan lebih dari 330 jalur bus di seluruh Roma, menjadikannya secara teori pilihan paling lengkap untuk berkeliling. Dalam praktiknya, bus sering terlambat, terutama saat jam sibuk pagi dan sore, serta di kawasan centro storico yang macet. Aplikasi resmi ATAC dan Moovit keduanya menyediakan pelacakan waktu nyata — ini membantu, tapi selalu sisakan waktu ekstra kalau kamu mengandalkan bus untuk hal yang peka waktu seperti kunjungan museum yang sudah dipesan.

Meski begitu, beberapa rute memang sangat berguna untuk wisatawan. Bus 40 Express menghubungkan Termini dengan Vatikan, melewati area dekat Pantheon. Bus 64 melewati koridor serupa dan berhenti lebih dekat ke Campo de' Fiori. Tram 8 beroperasi dari Largo di Torre Argentina melewati Ghetto Yahudi menuju Trastevere, menjadikannya salah satu jalur permukaan yang lebih andal untuk menyeberangi sungai. Bus malam (dengan awalan 'n') beroperasi setelah tengah malam di koridor utama saat metro sudah tutup.

  • Bus 40 Express Termini ke Vatikan (area Piazza San Pietro), melewati Largo Argentina dan Ponte Vittorio Emanuele II. Lebih cepat dari Bus 64 karena lebih sedikit perhentian.
  • Bus 64 Termini ke Vatikan, lebih banyak perhentian termasuk dekat Campo de' Fiori. Terkenal rawan pencopet di jam sibuk — jaga barang bawaan dengan baik.
  • Tram 8 Largo di Torre Argentina ke Trastevere, melewati Ghetto Yahudi. Lebih tepat waktu dibanding bus.
  • Bus 23 Berjalan di sepanjang Sungai Tiber dari Piazza Risorgimento (dekat Vatikan) ke Piazza Venezia dan sekitarnya, berguna untuk mencapai Trastevere dari utara.
  • Bus 87 Melewati area dekat Piazza Navona, Pantheon, dan Colosseum — rute lintas kota yang berguna untuk berpindah antar tempat wisata tanpa harus naik metro.

💡 Tips lokal

Selalu validasi tiketmu saat naik bus atau masuk metro. Petugas rutin melakukan pemeriksaan acak dan denda untuk tiket yang tidak divalidasi sekitar €100. Banyak mesin di dalam bus yang rusak, jadi beli tiket terlebih dahulu di tabacchi (toko rokok), mesin di stasiun metro, atau lewat aplikasi ATAC atau Moovit.

Tiket, Kartu Terusan, dan Mana yang Benar-Benar Sepadan

Tiket satuan ATAC standar seharga €1,50 berlaku selama 100 menit sejak pertama kali divalidasi. Dalam rentang waktu itu, kamu bisa naik bus dan trem sepuasnya, ditambah satu perjalanan metro. Tiket terusan 24 jam seharga €7, 48 jam €12,50, dan 72 jam €18. Bagi sebagian besar wisatawan yang banyak jalan kaki, tiket satuan seringkali lebih hemat daripada kartu harian kecuali kamu naik transportasi 5 kali atau lebih per hari.

Roma Pass (tersedia dalam versi 48 jam dan 72 jam) menggabungkan transportasi tanpa batas dengan tiket gratis atau diskon ke beberapa museum pilihan, termasuk Capitoline Museums. Apakah ini benar-benar menghemat uang tergantung sepenuhnya pada tempat apa yang kamu kunjungi — hitung dulu sebelum membeli. Dijual di museum-museum besar, kantor wisata, dan situs resmi Roma Pass. Perlu dicatat, kartu ini tidak mencakup Museum Vatikan yang tetap harus dipesan secara terpisah.

  • Tiket satuan: €1,50, berlaku 100 menit (1 perjalanan metro + bus/trem tanpa batas)
  • Tiket terusan 24 jam: €7, perjalanan tanpa batas
  • Tiket terusan 48 jam: €12,50
  • Tiket terusan 72 jam: €18
  • Tiket terusan mingguan: €24 — hanya sepadan untuk kamu yang menginap 5 hari atau lebih dan sering naik transportasi umum
  • Roma Pass (48 jam): termasuk transportasi plus diskon museum — cek harga terkini dan daftar tempat yang dicakup sebelum membeli
  • Tap & Go: Beberapa gerbang metro menerima kartu bank nirsentuh langsung, dengan tarif tiket satuan yang dipotong otomatis

Taksi, Ride-Hailing, dan Cara ke Kota dari Bandara

Taksi resmi Roma berwarna putih dan menggunakan argometer. Ada tarif tetap €52 untuk perjalanan antara Bandara Fiumicino (FCO) dan tujuan di dalam Tembok Aurelian (pusat Roma). Tarif ini mencakup hingga 4 penumpang beserta bagasi, sehingga cukup kompetitif jika kamu bepergian berkelompok. Untuk Bandara Ciampino (CIA), tarif tetap ke pusat Roma adalah €32. Selalu minta meter dinyalakan atau konfirmasi tarif tetap sebelum masuk mobil, dan gunakan hanya taksi putih resmi dari pangkalan yang ditentukan.

Uber beroperasi di Roma tapi cara kerjanya berbeda dari banyak kota lain. Karena regulasi setempat, yang tersedia hanya Uber Black (pengemudi swasta berlisensi), dan harga bisa lebih mahal daripada taksi argometer biasa. Free Now adalah alternatif berbasis aplikasi lainnya. Keduanya tidak jauh lebih praktis dari taksi di pusat kota, karena kemacetan membuat waktu tempuh hampir sama untuk semua layanan.

Khusus untuk perjalanan dari bandara, kereta Leonardo Express dari Fiumicino ke Roma Termini seharga sekitar €14 dan hanya butuh 32 menit, beroperasi setiap 30 menit antara pukul 06.00 hingga 23.00. Kereta regional FL1 lebih lambat (sekitar 40–50 menit) tapi hanya sekitar €8 dan berhenti di lebih banyak stasiun termasuk Trastevere, yang berguna jika kamu menginap di sana. Layanan bus seperti Terravision dan SIT Bus melayani rute ke Termini seharga sekitar €6–8 tapi memakan waktu 55 menit atau lebih tergantung lalu lintas.

✨ Tips pro

Jika tiba di Fiumicino larut malam, Leonardo Express berhenti beroperasi sekitar pukul 23.30. Dalam kondisi ini, taksi (tarif tetap €50) adalah pilihan paling praktis. Hindari sopir taksi tidak resmi di dalam gedung kedatangan yang biasanya mematok harga dua kali lipat atau lebih. Lewati saja mereka dan menuju pangkalan taksi resmi di luar.

Jalan Kaki dan Bersepeda: Pilihan yang Sering Diremehkan

Sebuah boulevard lebar di Roma yang dipenuhi orang-orang berjalan, dengan Colosseum terlihat di kejauhan dan pohon pinus payung berjajar di sepanjang jalan.
Photo Gabriella Clare Marino

Jalan kaki bukan sekadar bisa dilakukan di pusat Roma — ini sering kali pilihan paling cerdas. Jarak dari Colosseum ke Trevi Fountain hanya sekitar 2 km jalan kaki, tempuh dalam 25–30 menit. Perjalanan yang sama dengan bus atau metro membutuhkan transit, menunggu, dan seringkali justru lebih lama. Antara Piazza Navona dan Pantheon hanya butuh 5 menit jalan kaki. Merencanakan rute harian dengan berjalan kaki dan mengelompokkan tempat-tempat yang berdekatan secara konsisten lebih efisien daripada naik transportasi umum di kawasan bersejarah ini.

Catatan penting soal jalan kaki: jalanan berbatu khas Roma (sampietrini) keras untuk kaki dan licin saat hujan, jadi pakai alas kaki yang tepat. Di bulan Juli dan Agustus, suhu siang hari rutin melampaui 30°C, jadi rencanakan jalan jauh di pagi hari atau sore hari. Roma juga berbukit, dan meskipun tujuh bukit terkenalnya tidak semuanya berada di kawasan wisata, beberapa tanjakan (terutama di sekitar Palatine dan Aventine) lebih curam dari yang terlihat di peta.

Bersepeda memungkinkan tapi butuh kepercayaan diri dalam lalu lintas. Kota ini telah memperluas jaringan jalur sepeda dalam beberapa tahun terakhir, dan layanan berbagi sepeda berstasiun beroperasi di berbagai penjuru kota. Skuter listrik (e-scooter) dari layanan seperti Lime dan Bird tersedia dan populer untuk perjalanan pendek antar kawasan. taman Villa Borghese dan Appian Way sangat cocok untuk bersepeda karena sebagian besar bebas kendaraan bermotor dan ideal untuk dijelajahi santai dengan sepeda.

ℹ️ Perlu diketahui

Pusat bersejarah Roma (zona ZTL) dibatasi untuk kendaraan pribadi pada jam-jam tertentu. Jika kamu menyewa mobil, perlu tahu bahwa berkendara masuk ke centro storico bisa mengakibatkan denda otomatis yang terekam kamera. Bagi sebagian besar wisatawan, mobil justru merepotkan di Roma — hanya berguna untuk perjalanan sehari ke kawasan Lazio di sekitarnya.

Tips Praktis Berkeliling Roma Tanpa Stres

Pemandangan luas Tangga Spanyol di Roma dengan orang-orang berjalan, dikelilingi bangunan bersejarah di bawah langit mendung.
Photo Leonhard Niederwimmer

Rencanakan rute harianmu berdasarkan kelompok tempat wisata yang berdekatan, bukan koneksi transportasi. Colosseum, Forum Romawi, dan Bukit Palatine semuanya ada di Jalur B stasiun Colosseo dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Tangga Spanyol, Fontana di Trevi, dan Via dei Condotti semuanya dalam jarak 10–15 menit jalan kaki dari stasiun Spagna di Jalur A. Vatikan dan Castel Sant'Angelo bisa dicapai dari Ottaviano atau Lepanto di Jalur A. Mengelompokkan tempat wisata seperti ini secara signifikan mengurangi kebutuhan transportasi umum.

Jika kamu merencanakan itinerary yang padat, pelajari dulu soal strategi lewati antrean untuk atraksi utama Roma cara menghindari antrean panjang di tempat wisata utama Roma sebelum berangkat. Antre di Museum Vatikan atau Colosseum bisa menghabiskan waktu yang seharusnya dipakai untuk berpindah antar tempat wisata. Memesan tiket masuk terjadwal untuk Vatican Museums dan Galleria Borghese (yang memang wajib dipesan jauh-jauh hari) sebaiknya jadi prioritas pertama sebelum memikirkan soal transportasi.

Tanya Jawab

Apa cara termurah dari Bandara Fiumicino ke pusat kota Roma?

Kereta regional FL1 seharga sekitar €8 dan membutuhkan waktu 40–50 menit ke stasiun-stasiun pusat termasuk Trastevere dan Tiburtina. Leonardo Express lebih cepat (32 menit ke Termini) tapi seharga €14. Layanan bus seperti Terravision seharga sekitar €6–8 tapi memakan lebih dari 55 menit tergantung lalu lintas.

Apakah metro Roma cukup untuk berkeliling, atau saya juga perlu naik bus?

Metro saja tidak cukup. Jalur A dan B memang mencakup titik-titik penting seperti Colosseum, Tangga Spanyol, dan Vatikan, tapi seluruh kawasan Pantheon, Piazza Navona, Trastevere, dan Campo de' Fiori tidak terjangkau metro sama sekali. Kamu perlu bus atau jalan kaki untuk kawasan-kawasan itu.

Berapa harga tiket bus atau metro ATAC di Roma?

Tiket satuan seharga €1,50 dan berlaku selama 100 menit sejak pertama kali divalidasi. Dalam rentang waktu itu kamu bisa naik bus dan trem tanpa batas plus satu perjalanan metro. Tiket bisa dibeli di stasiun metro, toko tabacchi, dan lewat aplikasi ATAC atau Moovit.

Apakah aman menggunakan taksi di Roma, dan bagaimana cara menghindari tarif berlebih?

Taksi resmi berwarna putih dan menggunakan argometer. Tarif tetap berlaku untuk perjalanan dari bandara: sekitar €50 dari Fiumicino dan sekitar €31 dari Ciampino ke pusat kota. Selalu konfirmasi tarif tetap atau pastikan argometer berjalan sebelum berangkat. Gunakan hanya taksi resmi dari pangkalan yang ditentukan atau yang dipesan lewat telepon/aplikasi, dan hindari sopir yang menawarkan jasa di dalam bandara atau stasiun kereta.

Apakah jalan kaki benar-benar praktis untuk berkeliling Roma sebagai wisatawan?

Untuk kawasan bersejarah, tentu saja. Sebagian besar tempat wisata utama di pusat kota berjarak 2–3 km satu sama lain dan sering kali lebih cepat ditempuh dengan berjalan kaki daripada naik transportasi umum. Pakai sepatu nyaman bersol datar untuk jalanan berbatu, hindari jalan jauh di siang hari selama musim panas, dan gunakan pendekatan pengelompokan: susun tempat wisata berdasarkan kawasan, bukan zigzag ke mana-mana.

Destinasi terkait:rome

Sedang merencanakan perjalanan? Temukan aktivitas personal dengan aplikasi Nomado.