3 Hari di Shanghai: Itinerary Paling Pas
Tiga hari cukup untuk mengeksplorasi kontras Shanghai: tepi sungai kolonial, gedung pencakar langit modern, lorong art deco, dan jajanan kota terbaik di Tiongkok. Panduan ini berbasis metro, rute diatur agar hemat waktu, dan tegas soal destinasi mana yang layak dikunjungi.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini
Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Penerbangan
Peta hotel
Ringkasan
- Hari 1 mengajak keliling Bund, museum di People's Square, dan Nanjing Road — semua bisa dijangkau jalan kaki atau satu stasiun metro.
- Hari 2 fokus ke Former French Concession, Xintiandi, dan Tianzifang — spot terbaik menikmati suasana klasik Shanghai.
- Hari 3 menyeberang ke Pudong untuk menikmati deretan gedung pencakar langit, lalu tutup hari dengan kapal wisata di Sungai Huangpu saat senja — cara paling dramatis menutup trip ke Shanghai.
- Metro menjangkau semua rute selama 3 hari. Tiket terusan 3 hari seharga ¥45 (Maglev dijual terpisah, ¥50 sekali jalan).
- Pesan tiket museum secara online terlebih dahulu — banyak tempat populer seperti Natural History Museum kini tidak lagi menjamin tiket on the spot.
Tips Penting: Persiapan agar Hemat Waktu
Shanghai adalah kota tingkat provinsi di Tiongkok dengan penduduk tetap sekitar 24,8 juta jiwa, membentang 6.340 km persegi dan terbagi 16 distrik. Bagi wisatawan, area yang signifikan jauh lebih kecil: mayoritas destinasi ada di sekitar Sungai Huangpu, terbagi antara tepi barat (Puxi, area lama) dan timur (Pudong, area modern). Metro menghubungkannya secara efisien, dan tiga hari ideal untuk menikmati kedua sisi tanpa terburu-buru.
Menuju pusat kota dari Bandara Internasional Pudong (PVG): naik Maglev ke Longyang Road (7-8 menit, ¥50 atau ¥40 dengan boarding pass hari yang sama), lalu transfer ke Metro Line 2 ke People's Square. Total waktu sekitar 40-55 menit dengan biaya kurang dari ¥55. Maglev tidak terintegrasi dengan jaringan metro dan tiketnya terpisah. Alternatif lain, naik Metro Line 2 langsung dari PVG sekitar 60-75 menit dengan biaya ¥7-10. Taksi berkisar ¥150-250 tergantung lalu lintas. Untuk perjalanan selama di Shanghai, metro jadi andalan utama. Tiket terusan 3 hari hanya ¥45 sudah mencakup seluruh jaringan — cek panduan lengkap berkeliling Shanghai untuk peta jalur dan info tiket.
⚠️ Yang bisa dilewati
Banyak museum favorit di Shanghai kini wajib pesan online, bahkan untuk masuk gratis. Natural History Museum, Science and Technology Museum, dan Astronomy Museum semua memakai WeChat mini-program atau sistem tiket resmi. Tiket go show tidak dijamin. Booking tiket 1-3 hari sebelumnya, apalagi di akhir pekan atau hari libur.
Beberapa info praktis: Shanghai memakai zona waktu China Standard Time (UTC+8), mata uang yuan Tiongkok (CNY/RMB), listrik 220V/50Hz dengan colokan tipe A, C, dan I — umumnya hotel menyediakan steker multi-standard. Air keran aman untuk keperluan sehari-hari namun tidak disarankan diminum langsung tanpa direbus; air mineral murah dan ada di mana-mana. Tidak perlu memberi tip di restoran atau taksi lokal. Nomor darurat: polisi 110, medis 120, pemadam 119.
ℹ️ Perlu diketahui
Aturan visa Tiongkok sering berubah. Shanghai punya program bebas visa transit 24 jam dan 240 jam (10 hari) untuk warga negara tertentu yang tiba di PVG atau Hongqiao. Beberapa paspor juga mendapat bebas visa kunjungan singkat. Pastikan cek info terbaru di situs resmi imigrasi Tiongkok (en.nia.gov.cn) sebelum membeli tiket — jangan hanya percaya blog lama.
Hari 1: Bund, People's Square, dan Nanjing Road

Mulai pagi di promenade Bund sebelum jam 8 pagi. Kawasan jalan kaki di tepi sungai sepanjang 1,5 km ini menghadap skyline Pudong, dengan cahaya pagi yang masih bersih sebelum udara mulai berkabut. Deretan bangunan neoklasik dan art deco di belakangmu — bekas Gedung HSBC, Customs House, Peace Hotel — sisa era pelabuhan perjanjian Shanghai sejak 1843 hingga 1943, saat kota ini terbagi jadi konsesi asing. Selepas pukul 9, Bund biasanya penuh dengan rombongan turis, jadi datang pagi lebih dari sekadar demi pemandangan — praktis juga.
Dari Bund, berjalan ke arah barat melalui Nanjing Road menuju People's Square, sekitar 15 menit jalan kaki. Di sini ada tiga museum terbaik Shanghai yang letaknya berdekatan. Shanghai Museum di sisi selatan alun-alun punya koleksi barang antik Cina — perunggu, keramik, kaligrafi, dan mebel — salah satu yang terbaik, gratis masuknya tapi wajib booking online. Shanghai Urban Planning Exhibition Center cocok dikunjungi sekitar 1 jam jika penasaran soal perubahan wajah kota sejak 1990-an. Pilih museum sesuai minat, tidak perlu memaksakan tiga-tiganya sekaligus.
- Pagi (07.00-09.00) Jalan santai di Bund sebelum ramai pengunjung. Silakan menyeberang Waibaidu Bridge ke arah Hongkou untuk sudut skyline berbeda.
- Menjelang siang (09.00-12.00) Kunjungi Shanghai Museum di People's Square — sediakan minimal 2 jam untuk koleksi utamanya. Pesan tiket lebih dulu.
- Makan siang Restoran di Nanjing Road memang lebih mahal, khususnya di area pedestrian. Jalan satu blok ke utara atau selatan untuk warung lokal — kedai mi dan dim sum gampang ditemukan di gang-gang kecil sekitar Nanjing West Road.
- Siang-sore (14.00-17.00) Nikmati keramaian Nanjing Road Pedestrian Street, lalu arahkan diri ke kawasan Rockbund untuk galeri seni dan area sungai yang sudah direnovasi, utara Bund.
- Malam Kembali ke Bund menjelang malam saat gedung-gedung Pudong mulai menyala. Pemandangannya benar-benar keren. Lalu makan malam di sekitar stasiun East Nanjing Road.
💡 Tips lokal
Bund paling fotogenik di jam biru, sekitar 30-45 menit setelah matahari terbenam, saat kedua sisi sungai sudah menyala tapi langit masih berwarna. Sesuaikan rencana sore dan cek waktu sunset di tanggal kunjungan.
Hari 2: Former French Concession, Xintiandi, dan Tianzifang

bekas French Concession adalah kawasan paling kental nuansa jalanan khas Shanghai. Wilayahnya meliputi sebagian Xuhui dan Huangpu, antara Huaihai Road (utara) dan Fuxing Road (selatan). Jalan-jalan rindang pohon platanus, deret arsitektur era 1920-1930an, dan suasananya tidak bisa ditemukan di area lain Shanghai. Cocok dijelajahi santai, bukan untuk wisata super efisien.
Mulai pagi di Xintiandi sebelum ramai waktu makan siang. Rumah shikumen di sini kini jadi kafe, restoran, butik — memang komersil, tapi arsitekturnya otentik dan Memorial of the First CPC National Congress di blok selatan ternyata spot sejarah yang seru dan informatif. Dari Xintiandi, jalan ke selatan lewat Madang Road, lalu belok barat ke gang perumahan menuju Fuxing Park. Taman ini lokasi favorit warga lokal—pagi-pagi banyak yang senam tai chi atau main kartu.
Sore hari habiskan waktu di Tianzifang — labirin gang shikumen di Taikang Road yang dipenuhi toko, kafe, dan studio independen. Suasananya lebih hidup dan otentik dibanding Xintiandi: lebih kecil, tidak terlalu tertata, bagus buat eksplor santai tanpa rencana. Biasanya ramai di akhir pekan selepas jam 2 siang, jadi datang lebih pagi kalau bisa. Setelah itu, jalan kaki ke utara melalui Ruijin Road atau Wukang Road — yang terakhir ini terkenal dengan deretan vila antik — sampai Huaihai Road, kawasan belanja utama yang seru buat nongkrong sore.
- Wukang Road: salah satu jalan paling populer untuk difoto di Shanghai, boulevard melengkung dengan bangunan era French Concession dan gedung apartemen Normandie di ujungnya
- Fuxing Park: bebas masuk, cocok buat istirahat 20 menit di antara dua destinasi
- Sinan Mansions: vila taman tahun 1920-an berkonsep hotel dan restoran, suasananya jauh lebih tenang dibanding Xintiandi
- Huaihai Road: jantung belanja di kawasan konsesi, lebih terasa lokal dibanding Nanjing Road
- Shanghai Propaganda Poster Art Centre: museum mungil dan unik di dekat metro Changshu Road, koleksi poster tahun 1950-1970an, jarang dikunjungi turis
Hari 3: Skyline Pudong, Sungai, dan Jing'an

Naik Metro Line 2 ke stasiun Lujiazui di Pudong. Tiga menara di sini — Shanghai Tower (632 m, gedung tertinggi ke-3 di dunia), Shanghai World Financial Center (492 m), dan Jin Mao Tower (420 m) — menciptakan kawasan skyline yang paling ikonik. Setiap dek observasi beda biaya dan pengalaman: dek lantai 118 Shanghai Tower (546 m) adalah yang tertinggi untuk publik, sedangkan Financial Center punya pemandangan khas dari "pembuka botol" di 474 m. Pilih satu saja; tiga-tiganya sekaligus terasa mubazir dan menguras kantong.
Oriental Pearl Tower sering muncul di foto Shanghai, namun pengalamannya kurang istimewa — dek observasi lebih rendah dan antriannya lebih padat. Di dasarnya ada Shanghai History Museum yang menurut saya justru menarik: koleksi pameran lengkap dari masa Shanghai masih kampung perikanan hingga jadi kota global, semua dilengkapi info bahasa Inggris. Alokasikan waktu 90 menit, dan pesan tiketnya lebih dulu.
Sore kembali ke Puxi. Kalau belum sempat, sekarang momen pas ke Jing'an. Jade Buddha Temple adalah biara Buddha aktif yang terkenal akan dua patung Buddha giok putih — tiket masuk terjangkau dan suasananya syahdu di luar jam ramai. Tidak jauh dari situ, Jing'an Temple berdiri di antara gedung-gedung tinggi Nanjing West Road, atap emasnya tampak dari pintu metro. Akhiri hari dengan cruise Sungai Huangpu — keberangkatan malam dari dermaga Bund durasinya sekitar 1 jam, menawarkan pemandangan terbaik Puxi dan Pudong yang terang bersamaan.
✨ Tips pro
Jika prioritasmu adalah dek observasi Shanghai Tower, datanglah di pagi hari biasa dan pesan tiket online. Sabtu-Minggu antrian tetap panjang meski bawa tiket. Cuaca cerah jarang di musim panas karena kabut lembab — musim gugur (Oktober-November) menawarkan pemandangan paling jernih dan foto terbaik.
Kuliner Wajib Selama 3 Hari di Shanghai

Shanghai punya masakan khas yang lebih variatif dari dugaan banyak orang. Cita rasanya dominan manis dan gurih, semacam hongshao rou (babi kecap merah), ikan asap, sampai bakso lion's head. Untuk info menu dan lokasi favorit, cek panduan makan di Shanghai — mulai jajan kaki lima sampai restoran Shanghainese mewah.
- Soup dumpling (xiao long bao) Camilan klasik Shanghai. Din Tai Fung selalu enak meski mahal, tapi rantai lokal seperti Jia Jia Tang Bao di dekat People's Square punya rasa juara di harga ¥20-30 per keranjang. Hati-hati, kuah di dalam masih panas banget!
- Shengjianbao (bakpao goreng) Lebih renyah dan mengenyangkan dari xiao long bao, dimasak di wadah datar besar. Yang Ji Sheng Jian (Yang's Fry-Dumpling) punya banyak cabang, kualitasnya konsisten dengan harga di bawah ¥15 per porsi.
- Mi Mi minyak bawang (cong you ban mian) jadi sarapan favorit warga — simpel, murah, dan enak. Hampir di setiap warung mi lingkungan tersedia dengan harga ¥12-20.
- Kepiting bulu (musiman) Kalau datang September–November, wajib coba kepiting bulu — Shanghai benar-benar menggandrungi menu ini tiap musimnya, layak dicicipi di restoran spesialis.
- Kopi dan budaya kafe Shanghai punya konsentrasi coffee shop spesialti tertinggi di Asia. French Concession jadi pusatnya — Seesaw, Manner, dan puluhan roaster independen mudah ditemukan dalam radius beberapa blok.
Musim Terbaik dan Pengaruhnya untuk Trip

Waktu terbaik ke Shanghai: April–Mei atau Oktober–November. Musim semi menawarkan suhu ramah (rata-rata 10–20°C) serta pepohonan baru menumbuhkan daun. Musim gugur lebih kering, bening, dan suhu 15–22°C; ideal untuk foto outdoor dan menikmati skyline. Dua periode ini terhindar dari cuaca ekstrem subtropis Shanghai. Untuk detail pengaruh musim terhadap wisata, keramaian, dan biaya, baca panduan musim lengkap.
Musim panas (Juni–Agustus) memang berat: suhu siang sering di atas 32°C, kelembaban tinggi, ditambah musim hujan meiyu (Juni-awal Juli) yang panjang. Badai karena topan bisa mengacaukan trip di Juli–September. Musim dingin (Desember–Februari) dingin dan lembap, sering mendung — tetap nyaman buat wisata museum, tapi pemandangan Bund biasanya berkabut. Periode Imlek (Januari/Februari akhir) menambah nuansa meriah, tapi destinasi wisata jadi padat, beberapa tempat tutup, dan hotel naik harga signifikan.
Tanya Jawab
Apakah 3 hari cukup untuk menjelajahi Shanghai?
Tiga hari pas sekali untuk merasakan kontras Shanghai: Bund kolonial, skyline modern Pudong, suasana jalanan French Concession, sampai wisata kuliner. Kota ini punya lebih banyak sisi, tapi kamu akan pulang dengan gambaran utuh — tidak terkesan terburu-buru. Jika punya hari keempat, sempatkan trip sehari ke water town (Zhujiajiao paling gampang diakses) atau susuri museum West Bund.
Cara paling efektif keliling Shanghai dalam 3 hari?
Metro jadi solusi transport paling praktis — cepat, sejuk, tarif hemat (¥3-10 per rute), dengan penunjuk bahasa Inggris di semua stasiun. Tiket 3 hari hanya ¥45. Taksi dan Didi cocok jika malam hari atau lokasi tidak terjangkau metro. Untuk area seperti French Concession, mending jalan kaki — kadang malah lebih cepat daripada naik metro satu stasiun. Pengalaman naik Maglev dari Bandara Pudong tetap seru, walau hanya sampai Longyang Road dan tidak ke pusat kota.
Perlu pesan tiket destinasi wisata Shanghai di awal?
Iya, hampir semua museum utama wajib booking online. Shanghai Museum, Natural History Museum, Science and Technology Museum, serta Astronomy Museum mensyaratkan reservasi via WeChat mini-program, dan tiket walk-in tidak selalu tersedia. Jade Buddha Temple dan Jing'an Temple biasanya bisa datang langsung, begitu juga Bund. Observation deck seperti Shanghai Tower dan World Financial Center sebaiknya dipesan dulu jika weekend. Periksa situs resmi tiap destinasi menjelang keberangkatan, karena aturan sering berganti.
Shanghai aman untuk solo traveler?
Shanghai termasuk kota besar yang aman untuk wisatawan solo. Kejahatan jalanan sangat jarang, petunjuk metro bilingual, Didi bisa dipakai dengan metode pembayaran internasional. Risiko paling umum berupa penipuan gaya klasik — ajakan 'mahasiswa seni', undangan ke tea house, atau barang palsu di pasar tertentu. Tegas dan waspada setiap dapat tawaran mendadak, itu kunci selamat dari situasi semacam ini.
Apa yang sebaiknya dilewati jika waktu terbatas di Shanghai?
Nanjing Road Pedestrian Street boleh dijajal demi suasana, tapi experience belanja di sini mahal dan generik. Observation deck Oriental Pearl Tower harganya kelewat mahal dengan pemandangan kalah dari Shanghai Tower atau Financial Center. Yu Garden menyenangkan bagi pencinta taman tradisional, tapi area pasarnya sesak dan penuh toko suvenir turis; datang pagi hari biasa jika ingin menikmati tanpa desakan.