Pasar Bến Thành (Chợ Bến Thành): Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berkunjung
Pasar Bến Thành telah menjadi jantung Saigon sejak 1912 dan masih menjadi salah satu landmark paling ikonik di Kota Ho Chi Minh. Dengan hampir 1.500 kios di atas lahan seluas 13.000 meter persegi, pasar ini menjual segalanya — dari produk segar dan makanan laut kering hingga kain ao dai, barang lak, dan jajanan jalanan. Panduan ini membahas seluk-beluk kunjungan ke sini, termasuk kapan waktu yang tepat dan kapan sebaiknya kamu lewati.
Fakta Singkat
- Lokasi
- Jalan Lê Lợi, Kelurahan Bến Thành, Distrik 1, Kota Ho Chi Minh
- Cara ke sini
- Jalan kaki dari kawasan Nguyen Hue atau Dong Khoi; taksi dan ojek daring menurunkan penumpang di Alun-alun Quách Thị Trang (pintu selatan)
- Waktu yang dibutuhkan
- 45 menit hingga 2 jam, tergantung niat belanja
- Biaya
- Gratis masuk; harga di kios bisa ditawar
- Cocok untuk
- Pengunjung pertama kali, pemburu oleh-oleh, penjelajah kuliner

Sebenarnya, Apa Itu Pasar Bến Thành?
Chợ Bến Thành, demikian nama resminya dalam bahasa Vietnam, adalah pasar umum beratap yang menempati satu blok persegi panjang di persimpangan empat jalan utama di Distrik 1. Bangunan yang berdiri sekarang ini berasal dari tahun 1912, meski sebuah pasar sudah beroperasi di sekitar kawasan pusat Saigon ini jauh sebelum masa penjajahan Prancis. Pasar ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 13.056 m², terbagi dalam beberapa sayap yang diatur secara longgar berdasarkan kategori produk: bahan makanan segar di bagian tengah dan belakang, barang kering dan pakaian di lorong-lorong luar, serta suvenir yang terkonsentrasi di dekat pintu utama sisi selatan di Jalan Lê Lợi.
Menara jam di atas pintu selatan telah menjadi simbol tidak resmi kota ini, muncul di kartu pos, casing ponsel, dan berbagai materi pariwisata resmi. Bangunannya sendiri bergaya arsitektur kolonial Prancis, dengan empat pintu masuk yang menghadap ke empat penjuru mata angin dan atap tengah yang tinggi agar panas dapat naik ke atas — membuat bagian dalam pasar sedikit lebih sejuk dari jalanan di luar. Sedikit saja.
ℹ️ Perlu diketahui
Pasar Bến Thành gratis untuk masuk dan buka setiap hari mulai sekitar pukul 06.00 hingga 18.00 untuk pasar siang. Pasar malam yang lebih kecil beroperasi di jalan-jalan sekitarnya hingga sekitar pukul 22.00.
Bangunan dan Sejarahnya
Bangunan pasar yang ada sekarang ini selesai dibangun pada tahun 1912, menggantikan pasar beratap sebelumnya yang telah menempati beberapa lokasi di dekat Sungai Saigon sejak akhir abad ke-17. Sebuah kebakaran besar menghancurkan salah satu bangunan pendahulunya pada tahun 1870. Pembangunan tahun 1912 menempatkannya di tepi kawasan perkotaan yang sudah berkembang saat itu, di sebelah sebuah kolam besar yang kemudian dikeringkan untuk dijadikan alun-alun yang kini dikenal sebagai Alun-alun Quách Thị Trang.
Pintu-pintu gerbangnya direnovasi pada tahun 1952 dan bagian dalamnya mengalami pemugaran pada tahun 1985. Meski telah beberapa kali direnovasi, siluet eksteriornya hampir tidak berubah selama lebih dari satu abad — itulah yang menjadikan bangunan ini begitu penting dalam identitas visual Saigon. Sebagai gambaran, bangunan ini sudah berdiri sebelum kebanyakan landmark yang mengitarinya, dan telah bertahan melewati administrasi kolonial, masa perang, reunifikasi, dan seluruh perjalanan reformasi ekonomi Đổi Mới pasca-1986 yang mengubah wajah kota di sekelilingnya.
Posisi pasar di Distrik 1 membuatnya mudah dijangkau dengan berjalan kaki ke landmark-landmark era kolonial lainnya. Kantor Pos Pusat Saigon dan Katedral Notre-Dame keduanya berjarak kurang dari 15 menit berjalan kaki ke arah timur laut.
Bagaimana Suasana Pasar Berubah Sepanjang Hari
Pagi hari adalah saat pasar berfungsi paling autentik sebagai pasar bahan makanan. Antara pukul 06.00 dan 08.00, bagian sayur-mayur segar, daging, dan ikan di dalam pasar sudah ramai dengan pedagang lokal dan ibu-ibu rumah tangga. Aroma seafood segar cukup menyengat, lantai di beberapa bagian basah, dan pencahayaannya fungsional apa adanya. Ini bukan pengalaman yang dipercantik, tapi inilah versi pasar yang paling jujur.
Menjelang pertengahan pagi, kios-kios luar yang menghadap wisatawan sudah sepenuhnya buka dan zona suvenir di dekat pintu selatan mulai dipenuhi pengunjung. Harga yang ditawarkan kepada wisatawan cenderung lebih tinggi di jam ini karena para pedagang belum melakukan transaksi pertama hari itu — yang dalam tradisi lokal dianggap menentukan kelancaran dagang sepanjang hari. Datang antara pukul 09.00 dan 10.00 bisa sedikit merugikanmu dalam posisi tawar-menawar.
Siang hari, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00, adalah periode terpanas dan terpadat. Rombongan wisatawan tur biasanya tiba di rentang waktu ini. Bagian dalam pasar, meski beratap tinggi, tetap menyimpan panas, dan lorong-lorong kios yang sempit terasa jauh lebih gerah dari jalanan di luar. Kalau kamu sensitif terhadap panas atau ruangan sempit, inilah waktu yang sebaiknya dihindari.
💡 Tips lokal
Waktu terbaik berkunjung untuk suasana lebih tenang sekaligus posisi tawar yang lebih menguntungkan adalah antara pukul 10.00 dan 11.30 pada hari kerja — setelah keramaian pasar pagi mereda, tapi sebelum rombongan bus wisata siang tiba.
Apa yang Bisa Dibeli dan Berapa Harganya
Pasar ini terbagi menjadi tiga zona berdasarkan jenis produk. Bagian dalam menjual bahan makanan segar: buah tropis, sayuran, rempah-rempah kering, kecap ikan, terasi, dan berbagai potongan daging. Kios-kios ini lebih melayani pelanggan lokal daripada wisatawan, dan harganya lebih mendekati harga pasar wajar. Lorong-lorong luar menuju setiap pintu masuk beralih ke barang kering: kain per meter (termasuk sutra dan bahan ao dai), pakaian jadi, tas, sepatu, dan perlengkapan rumah tangga.
Lorong pintu selatan dan kios-kios tepat di dalamnya adalah yang paling berorientasi pada wisatawan. Di sinilah kamu akan menemukan mangkuk lak, taplak meja bordir, topi kerucut, kopi, lada, kacang mete, selendang sutra, dan seluruh deretan suvenir khas Vietnam. Kualitasnya sangat beragam antara kios yang menjual kategori barang yang sama. Luangkan waktu untuk membandingkan tiga atau empat kios sebelum memutuskan membeli.
Tawar-menawar adalah hal yang lumrah dan memang harus dilakukan. Harga awal yang ditawarkan kepada wisatawan biasanya dua hingga tiga kali lipat dari harga yang sebenarnya mau diterima penjual. Menawar dengan tenang dan sopan di kisaran 50 persen dari harga yang disebutkan adalah titik awal yang wajar. Berpura-pura pergi pelan-pelan seringkali memancing tawaran harga akhir yang lebih rendah. Hindari tawar-menawar yang agresif atau meremehkan, karena justru cenderung membuat penjual semakin keras kepala.
⚠️ Yang bisa dilewati
Beberapa kios di dekat pintu selatan beroperasi berdasarkan komisi referral dari hotel-hotel di sekitarnya. Kalau konsierg hotel merekomendasikan penjual tertentu secara spesifik, ketahuilah bahwa harga yang kamu terima mungkin sudah termasuk biaya komisi di dalamnya.
Kuliner di Pasar
Kios-kios makanan di dalam Bến Thành menawarkan versi ringkas dari jajanan jalanan khas Vietnam: bánh mì, phở, bún bò Huế, chè (sup manis), jus buah segar, dan berbagai makanan panggang. Bagian makanan matang menempati sebagian area dalam pasar dan beberapa pedagang di sepanjang sisi dalam. Standar kebersihannya cukup memadai, meski tempat duduknya sempit dan dipakai bersama oleh beberapa kios sekaligus.
Harga di kios makanan sini lebih mahal dibanding hidangan serupa yang bisa kamu temukan dua jalan dari sini. Ini adalah pola yang konsisten di pasar-pasar dekat kawasan wisata di seluruh Asia Tenggara, dan bukan kekhasan Bến Thành saja. Kalau makan di sini, anggap saja sebagai kemudahan, bukan pilihan hemat. Untuk pengalaman kuliner yang lebih berkesan di sekitar kawasan ini, jalan-jalan tepat di sebelah utara pasar menuju Lê Thánh Tôn menawarkan pilihan yang lebih baik dengan harga yang lebih masuk akal.
Untuk panduan kuliner yang lebih lengkap di kota ini, panduan kuliner jalanan Kota Ho Chi Minh membahas kawasan dan hidangan yang layak diprioritaskan di luar rute pasar ini.
Panduan Praktis: Cara ke Sana dan Cara Berkeliling
Pasar Bến Thành terletak di pertemuan empat jalan bernama di Distrik 1, sehingga mudah ditemukan tanpa perlu navigasi khusus. Pintu selatan di Jalan Lê Lợi, menghadap Alun-alun Quách Thị Trang, adalah pintu masuk yang paling umum digunakan dan tempat taksi serta ojek daring biasanya menurunkan penumpang. Pintu utara di Lê Thánh Tôn, pintu timur di Phan Bội Châu, dan pintu barat di Phan Châu Trinh semuanya bisa diakses dan cenderung lebih sepi.
Dari pusat Distrik 1, pasar ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari sebagian besar hotel. Jalan pedestrian Nguyen Hue, kawasan Gedung Komite Rakyat, dan Jalan Dong Khoi semuanya berjarak 10 hingga 15 menit jalan kaki. Stasiun Ben Thanh di Metro Line 1 (Ben Thanh–Suoi Tien), yang dibuka akhir tahun 2024, memberikan akses metro langsung ke kawasan pasar ini. Jalur metro kedua (Line 2, Ben Thanh–Tham Luong) masih dalam rencana pembangunan ke depannya.
Pengunjung yang menginap di kawasan backpacker Phạm Ngũ Lão akan menemukan bahwa pasar ini berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki ke arah barat menyusuri Jalan Lê Lợi.
Di dalam pasar, orientasi cukup intuitif begitu kamu memahami tata letaknya: lorong-lorong utama berjalan sejajar dengan keempat dinding, dan bagian tengah dalam menjadi area pasar basah. Tidak ada peta yang terpasang di pintu masuk, tapi denah lantainya berbentuk persegi panjang sederhana dan kamu bisa orientasi dalam waktu kurang dari lima menit. Kenakan pakaian ringan yang menyerap keringat dan sepatu datar, karena permukaan lantainya bervariasi antara beton halus dan ubin tidak rata.
💡 Tips lokal
Memotret di bagian suvenir dan barang kering umumnya tidak masalah. Mintalah izin sebelum memotret pedagang secara individual, terutama di area makanan segar. Senyum dan isyarat ke arah kamera biasanya sudah cukup sebagai komunikasi.
Apakah Pasar Bến Thành Layak Dikunjungi?
Bagi pengunjung pertama kali ke Kota Ho Chi Minh, jawabannya ya — dengan ekspektasi yang tepat. Pasar ini bukan rahasia warga lokal atau destinasi tersembunyi. Ini adalah salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di negara ini, dan harga serta perilaku pedagang di banyak kios mencerminkan kenyataan itu. Yang ditawarkan pasar ini adalah sebuah landmark fisik dengan kedalaman sejarah yang nyata, rangkaian produk Vietnam yang terpusat dalam satu lokasi, dan pengantar yang mudah dicerna untuk mengenal budaya tawar-menawar dalam perdagangan Vietnam.
Wisatawan yang sudah berkali-kali berkunjung ke Vietnam, atau yang sudah pernah menghabiskan waktu di pasar-pasar Vietnam lainnya seperti Pasar Ben Tay di Cholon atau pasar-pasar beratap di Hanoi, mungkin akan merasa bagian suvenir di Bến Thành kurang berkesan dibanding pengalaman sebelumnya. Bagi kelompok ini, bagian makanan segar di dalam pasar tetap menarik, tapi zona suvenir sudah tidak banyak menawarkan hal baru.
Wisatawan yang menginginkan suasana pasar yang lebih lokal dengan sejarah budaya yang kental mungkin juga ingin mempertimbangkan Pasar Bình Tây di Cholon, yang melayani perdagangan grosir dan memiliki karakter yang sama sekali berbeda.
Bagi mereka yang punya waktu terbatas di kota ini dan agenda penuh dengan destinasi bersejarah penting, sebaiknya alokasikan tidak lebih dari satu jam di sini dan fokuskan sisa waktu pada tempat-tempat seperti Museum Peninggalan Perang atau Istana Reunifikasi, yang sulit dicari tandingannya di tempat lain. Pasar ini, sebaliknya, bisa diserap sebagai persinggahan 45 menit di sela perjalanan antara satu landmark Distrik 1 ke landmark lainnya.
Tips Orang Dalam
- Pintu utara (sisi Lê Thánh Tôn) jauh lebih sepi dibanding pintu selatan. Masuk dan keluar dari sini membantu kamu menghindari lorong penjual yang paling padat, dan memberi kesan pertama yang lebih menyenangkan tentang tata letak pasar sebelum kios-kios suvenir menyita perhatian.
- Produk kering — termasuk kopi Vietnam, lada utuh, dan kacang mete — adalah pembelian yang benar-benar sepadan di Bến Thành dibanding toko bandara atau toko suvenir hotel. Pilih produk yang dikemas vakum, bukan yang hanya dibungkus plastik biasa, terutama kalau kamu masih melanjutkan perjalanan.
- Pasar malam yang muncul di sekitar jalan-jalan luar setelah pukul 18.00 menawarkan suasana yang berbeda dan lebih santai dibanding pasar siang di dalam gedung. Pakaian dan jajanan jalanan mendominasi, harga sedikit lebih fleksibel di malam hari, dan suasana jalanan terasa lebih sejuk dan tidak terburu-buru.
- Kalau penjual sudah menyetujui harga tawaranmu, jangan tiba-tiba naikkan penawaran lagi. Ini merusak kepercayaan dan bikin suasana jadi tidak enak. Tentukan batas harga maksimummu sebelum mulai menawar.
- Alun-alun di luar pintu selatan, Alun-alun Quách Thị Trang, adalah titik temu yang praktis sekaligus tempat terbaik untuk memotret menara jam pasar tanpa halangan. Datang sebelum pukul 08.00 pagi untuk foto yang bersih dengan lalu lintas pejalan kaki yang masih sepi.
Untuk Siapa Pasar Bến Thành?
- Pengunjung pertama kali ke Kota Ho Chi Minh yang ingin melihat ragam produk Vietnam dalam satu tempat
- Wisatawan yang ingin berlatih menawar dalam suasana yang relatif santai
- Pecinta arsitektur komersial kolonial Prancis awal abad ke-20
- Siapa pun yang menyusun rute jalan kaki melewati landmark-landmark utama Distrik 1
- Pembeli dengan waktu terbatas yang ingin mendapatkan oleh-oleh dan produk kering dalam satu kunjungan
Atraksi Terdekat
Hal lain yang bisa dilihat di Distrik 1 (Kawasan Kolonial):
- Kanal Bến Nghé & Jalan Tepi Sungai
Kanal Bến Nghé membelah jantung Distrik 1 sebagai salah satu jalur air kota tertua di Ho Chi Minh City, menghubungkan Sungai Saigon ke pusat kota peninggalan kolonial. Gratis dikunjungi kapan saja, jalur tepi sungai ini menawarkan sudut pandang yang membumi dan santai tentang kota yang nyaris tidak pernah melambat.
- Bitexco Financial Tower dan Saigon Skydeck
Bitexco Financial Tower adalah gedung pencakar langit paling ikonik di Distrik 1, dengan siluet terinspirasi bunga teratai yang menjulang 262 meter di atas Sungai Saigon. Saigon Skydeck di lantai 49 menawarkan panorama 360 derajat berbahan kaca yang merangkum seluruh kota sekaligus — dari atap bangunan kolonial hingga lekukan sungai dan hamparan pinggiran kota yang luas di kejauhan.
- Kantor Pos Pusat Saigon
Dibangun antara tahun 1886 dan 1891 dan dikaitkan dengan kantor rekayasa Gustave Eiffel, Kantor Pos Pusat Saigon adalah salah satu bangunan kolonial Prancis terbaik di Asia Tenggara. Hingga kini masih berfungsi sebagai kantor pos aktif — artinya kamu bisa mengirim kartu pos dari dalam sebuah landmark arsitektur yang nyata. Masuk gratis dan berlokasi di pusat Distrik 1, tempat ini layak masuk hampir semua rencana perjalanan.
- Jalan Đồng Khởi
Dulu dikenal sebagai Rue Catinat di era kolonial Prancis, Đường Đồng Khởi membentang sepanjang 630 meter di jantung Distrik 1, dari Jalan Nguyễn Du (di seberang Katedral Notre Dame) hingga tepi Sungai Saigon di Dermaga Bạch Đằng. Kini, jalan ini menjadi koridor padat yang dipenuhi bangunan bergaya kolonial, butik kelas atas, galeri seni, dan gedung-gedung bersejarah yang bersama-sama membentuk arsip hidup dari sejarah kota yang berlapis-lapis.