Jeruk Sevilla: Kisah di Balik Buah Ikonik yang Pahit

Sevilla dipenuhi puluhan ribu pohon jeruk pahit, tapi hampir tak ada yang memakannya. Panduan ini mengupas sejarah, musim, dan aneka kegunaan jeruk Sevilla, serta pengalaman para pengunjung saat berjalan di bawah pohon-pohon yang jadi ciri kota ini.

Real Alcázar di Sevilla dengan pohon jeruk berbuah lebat di depan dan bangunan berarsitektur indah di belakang, langit biru cerah membentang.

Ringkasan

  • Sevilla punya sekitar 40.000–47.000 pohon jeruk pahit yang tumbuh di sepanjang jalan, alun-alun, dan halaman, menjadikannya mungkin kota dengan aroma jeruk paling kuat di dunia.
  • Jeruk Sevilla (Citrus × aurantium) berbeda dari jeruk manis yang lazim diperas jadi jus di wilayah Andalusia. Rasa jeruk ini sangat pahit dan tidak bisa dimakan langsung.
  • Pohon jeruk ini dibawa oleh bangsa Moor sekitar abad ke-10 hingga ke-12 untuk aroma dan keindahan, bukan sebagai sumber pangan.
  • Musim bunga jeruk (azahar) paling semarak di bulan Maret dan April, berbarengan dengan Semana Santa dan menjadikan musim semi waktu paling harum untuk berkunjung.
  • Sebagian besar buah yang dipanen dipakai untuk minyak esensial atau kompos. Hanya sebagian kecil yang diekspor untuk selai marmalade spesial, terutama ke Inggris.

Apa Sebenarnya Jeruk Sevilla Itu?

Jalan Seville yang ramai dengan deretan pohon jeruk kecil, bangunan bersejarah, dan orang-orang berjalan di bawah cahaya sore yang cerah.
Photo Julias Torten und Törtchen

Pohon-pohon yang Anda lihat di seantero Sevilla adalah pohon jeruk pahit, secara botani dikenal sebagai Citrus × aurantium atau naranjos amargos dalam bahasa Spanyol. Ini jenis yang berbeda dari jeruk manis yang ditanam secara komersial di kebun Andalusia, lebih ke selatan dan timur. Jika jeruk manis terasa segar dan juicy, jeruk Sevilla sangat asam dan pahit, kulitnya tebal dan kasar, serta airnya sangat sedikit dan nyaris tak enak. Hampir tak ada yang mau menggigitnya mentah untuk kedua kali.

Tak heran banyak yang keliru. Saat berjalan di Sevilla di musim dingin, pohonnya akan tampak seperti pohon jeruk biasa, penuh buah berwarna cerah. Banyak pengunjung mengira buah ini sama saja dengan jeruk Valencia atau Navel yang biasa dibeli di rumah. Padahal berbeda jauh. Beda botani dan kuliner ini penting: jeruk Sevilla punya rasa sangat spesifik, sehingga cocok dijadikan marmalade, karena keasamannya tinggi dan kandungan pektinnya besar sehingga menghasilkan selai yang tajam dan kompleks, tak bisa didapat dari jeruk manis.

⚠️ Yang bisa dilewati

Jangan petik atau makan jeruk di jalanan Sevilla. Selain rasanya sangat pahit, pohon kota ini dirawat pakai pestisida dan bahan kimia lain. Buah di pohon-pohon itu tak diambil untuk konsumsi sehari-hari oleh warga.

Sejarah Singkat: Dari Taman Moor ke Jalan Kota

Halaman bergaya Moor dengan pohon jeruk dan lengkungan indah di Real Alcázar di Seville
Photo Jérémy Glineur

Pohon jeruk pahit datang ke Spanyol dibawa oleh bangsa Moor, kemungkinan besar antara abad ke-10 hingga ke-12. Dulu, pohon ini disukai bukan untuk buahnya, tapi untuk aromanya dan keindahan daunnya. Pohon jeruk ini ditanam di halaman tertutup dan taman-taman di seluruh Al-Andalus. Contoh yang paling terkenal di Sevilla adalah Patio de los Naranjos, halaman di samping Katedral yang dulunya bagian dari masjid besar Almohad. Pohon-pohon jeruk di sana bahkan sudah ada sebelum katedral berdiri.

Penanaman dalam skala besar di jalan-jalan kota justru baru terjadi beberapa dekade terakhir. Tahun 1970, Sevilla hanya memiliki sekitar 5.000 pohon jeruk pahit. Tapi pada pertengahan 1990-an, setelah program penanaman dari pemerintah kota, jumlahnya melonjak jadi puluhan ribu. Kini laporan resmi dan media menyebut pohon jeruk pahit di ruang publik sudah lebih dari 36.000, sementara perkiraan jika dihitung juga taman, alun-alun, dan halaman pribadi, totalnya antara 40.000 sampai 47.000 pohon. Real Alcázar bersama tamannya punya deretan pohon jeruk paling indah, berpadu dengan arsitektur Moor dan Mudéjar yang langsung terhubung dengan asal-usul pohon jeruk ini.

Ayuntamiento de Sevilla (Pemerintah Kota Sevilla) mengelola stok pohon jeruk kota, mulai dari panen tahunan, pemangkasan, hingga penanganan hama. Hubungan Sevilla dengan pohon jeruknya benar-benar dijaga secara serius, bukan sekadar daya tarik wisata semata.

Dua Musim: Bunga dan Buah

Halaman di Seville dengan pohon jeruk berbuah dan arsitektur Moor yang indah di latar belakang, menangkap suasana lokal dan musim buah.
Photo Antonio Macías

Mengunjungi Sevilla di waktu berbeda membuat pengalaman menikmati pohon jeruk juga sangat bervariasi. Sebenarnya ada dua musim utama yang penting diketahui.

Musim bunga jeruk, yang disebut azahar, biasanya mulai akhir Februari dan puncaknya Maret, kadang hingga April. Wanginya sulit dilukiskan jika belum pernah mencium langsung: harum bunga, sedikit seperti lilin, sangat jeruk. Di siang hangat di kawasan Santa Cruz atau di sekitar Katedral Seville, aromanya bisa terasa luar biasa kuat, tentu dalam arti positif. Inilah pengalaman sensorik paling khas saat musim semi di Sevilla, sejalan dengan puncak kalender budaya kota seperti Semana Santa dan menjelang Feria de Abril.

Musim berbuah berlangsung dari musim gugur sampai musim dingin. Jeruk berubah dari hijau ke oranye terang biasanya sekitar November dan Desember, lalu menggantung berbulan-bulan di pohon. Warga setempat kadang menyebut pohon-pohon ini sebagai hiasan Natal alami. Di bulan Januari dan Februari, buah mulai berjatuhan dan petugas kebersihan kota bekerja memanen atau membersihkan agar tak jadi bahaya di trotoar. Jika Anda berkunjung saat musim dingin, buahnya sedang dalam kondisi paling fotogenik: oranye cerah kontras dengan bangunan batu dan langit Andalusia biru cerah.

💡 Tips lokal

Untuk menikmati aroma azahar yang paling kuat, cobalah berjalan pagi hari di pertengahan Maret melewati Barrio Santa Cruz, sebelum udara siang hari terasa panas. Jalan-jalan sempit di sini membuat aroma bunga terperangkap dan makin terasa dibanding lapangan terbuka.

Ke Mana Perginya Buah Jeruk Tersebut

Panen jeruk Sevilla oleh pemerintah kota ternyata lebih rumit daripada yang dikira. Setiap tahun, kota mengumpulkan sebagian besar buah, namun aturan keamanan pangan yang ketat membuat buah dari pohon-pohon di jalanan, yang dirawat memakai pestisida dan terpapar polusi lalu lintas, tak bisa langsung masuk ke rantai makanan tanpa proses khusus.

  • Ekspor marmalade Sebagian buah diolah dan diekspor, terutama ke Inggris, di mana marmalade jeruk Sevilla telah jadi selai andalan sejak abad ke-18. Inggris adalah pasar terbesar selai jeruk pahit dari Spanyol.
  • Minyak esensial Kulit jeruk Sevilla kaya minyak esensial, khususnya limonene. Sebagian hasil panen diolah industri untuk parfum, kosmetik, dan perasa.
  • Biogas dan kompos Sevilla pernah mencoba program mengubah limbah jeruk menjadi biogas untuk energi kota, mengubah surplus buah menjadi sumber energi ramah lingkungan berskala kecil. Sebagian besar buah yang tidak bisa diolah untuk pangan atau industri akhirnya menjadi kompos.
  • Kegunaan kuliner Dalam masakan Andalusia, air jeruk pahit digunakan untuk bahan asam dalam marinasi dan sejumlah hidangan daging tradisional. Kadang muncul di beberapa minuman keras khas Spanyol. Namun penggunaan kuliner hanya menyerap bagian kecil saja dari total panen.

Catatan soal pelabelan: aturan baru Eropa mengubah penyebutan marmalade jeruk Sevilla di kemasan. Konservasi buah berbahan jeruk kini harus dicantumkan sebagai 'citrus marmalade' alih-alih sekadar 'marmalade' di beberapa negara, sehingga sejumlah merek di Inggris mengubah nama produk mereka.

Di Mana Menemukan Pohon Jeruk Paling Cantik di Sevilla

Gedung bersejarah yang ornamental di Seville dengan pohon jeruk berbuah di depannya, di bawah langit biru yang cerah.
Photo Antonio Macías

Pohon jeruk tersebar di seluruh Sevilla, tapi ada beberapa tempat yang suasananya paling berkesan. Kawasan kawasan Santa Cruz paling terasa atmosfernya: pohon berderet di jalan-jalan pejalan kaki sempit dan terpencar di plaza kecil. Patio de los Naranjos yang bisa diakses dari kompleks Katedral, menyimpan pohon-pohon yang telah tumbuh di sana selama berabad-abad dan menandai titik awal sejarah hubungan kota ini dengan jeruk pahit.

  • Patio de los Naranjos Halaman tua bekas masjid Almohad yang kini bagian dari kompleks Katedral. Di sinilah pohon jeruk tertua di kota tumbuh. Tiket masuk sudah termasuk dalam tiket Katedral.
  • Calle Sierpes dan jalan sekitarnya Jalan belanja pejalan kaki utama di kota, berikut gang-gangnya, dipenuhi pohon jeruk dewasa yang memberi keteduhan di musim panas dan buah di musim dingin.
  • Plaza del Triunfo dan Avenida de la Constitución Jalan lebar menuju Katedral diapit deretan pohon jeruk dan jadi spot klasik untuk menikmati pemandangan Giralda diapit ranting berbuah saat musim dingin.
  • Parque de María Luisa Taman utama kota ini dipenuhi pohon jeruk di antara bermacam tanaman Mediterania lain. Tidak sebanyak di jalan, tapi nuansanya lebih tenang.
  • Kawasan Triana Pinggir barat Sungai Guadalquivir juga ditanami pohon jeruk, dan jalan-jalan permukiman di sana menawarkan suasana lebih sepi dari wisatawan.

Parque de María Luisa dan Plaza de España juga layak disambangi, karena selain pohon jeruk, Anda bisa menikmati arsitektur spektakuler dari masa Pameran Ibero-Amerika 1929. Musim semi, aroma bunganya di sini akan bersaing dengan wangi melati dan tanaman berbunga lain.

✨ Tips pro

Patio de los Naranjos sering hanya dilewati cepat saat wisata Katedral. Coba pelan-pelan. Baca penjelasan sejarah Moornya di papan informasi. Saluran irigasi yang terlihat di antara pohon masih mengikuti desain asli Almohad dari abad ke-12 dan sebagian besar masih digunakan sampai sekarang.

Mitos yang Sering Beredar dan Salah Paham Turis

Ada beberapa mitos seputar jeruk Sevilla yang masih sering didengar dan memengaruhi cara orang menikmati kota ini.

Kesalahan paling sering adalah mengira buah di pohon jalanan gratis dan bisa diambil siapa saja. Ini salah persepsi soal buahnya sendiri maupun konteks perkotaan. Jeruk Sevilla tak bisa dimakan mentah karena sangat pahit. Selain itu, pohon di jalan dirawat dengan pestisida dan bahan lain. Memetik buah dari pohon milik kota juga sebenarnya dilarang aturan setempat, walau jarang diawasi dengan ketat. Intinya: memetik dan makan jeruk Sevilla dari pohon kota takkan memberi pengalaman manis seperti memetik ara atau ceri.

Kedua, banyak yang mengira semua buah panen akan jadi selai marmalade terkenal itu. Nyatanya, hanya sebagian kecil yang jadi selai. Sebagian besar digunakan untuk ekstraksi minyak esensial atau masuk program kompos dan biogas, karena kapasitas pengolahan terbatas dan jumlah hasil panen terlalu besar. Kota ini memproduksi jauh lebih banyak jeruk pahit daripada kebutuhan pasar marmalade dunia.

Ketiga, beberapa pengunjung mengira bahwa pohon jeruk di mana-mana adalah hal biasa di kota hangat. Sebenarnya, pemilihan jeruk pahit ketimbang jeruk manis sebagai tanaman kota adalah keputusan historis, terinspirasi oleh tradisi hias bangsa Moor, bukan pertanian. Jeruk manis ditanam di banyak kebun komersial Andalusia, termasuk di lembah Guadalquivir yang bisa dilihat dari kota. Jeruk pahit dipilih khusus untuk aroma, usia panjang, dan keindahan. Pilihan inilah yang membuat pengalaman menyusuri jalan Sevilla berbeda dengan kota hangat lainnya. Untuk mengenal kekhasan kota lebih lanjut, baca juga panduan hal yang dilakukan di Seville untuk pengalaman berkeliling lebih luas.

Tanya Jawab

Apakah jeruk di pohon pinggir jalan Sevilla bisa dimakan?

Tidak. Pohon di jalan kota adalah jeruk pahit (Citrus × aurantium), rasanya terlalu asam dan pahit untuk dimakan mentah. Selain itu, buahnya dirawat menggunakan pestisida dan tidak ditujukan untuk dikonsumsi. Memetik buah dari pohon kota juga sebenarnya melanggar aturan lokal.

Kapan pohon jeruk Sevilla berbunga?

Bunga jeruk (azahar) biasanya muncul akhir Februari, puncaknya Maret, dan kadang sampai awal April. Ini bertepatan dengan Semana Santa dan jadi salah satu pengalaman paling khas di musim semi di Sevilla. Aromanya paling kuat saat hari hangat, tenang, dan di jalanan yang teduh.

Berapa banyak pohon jeruk di Sevilla?

Data pemerintah kota dan media menyebut pohon jeruk pahit di ruang publik melebihi 36.000 batang. Jika dihitung juga taman, halaman pribadi, dan pohon tidak terdaftar, estimasinya 40.000 hingga 47.000 pohon di seluruh kota. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikelola oleh Ayuntamiento de Sevilla.

Dari mana selai marmalade jeruk Sevilla berasal?

Sebagian hasil panen tahunan pohon kota diekspor, terutama ke Inggris untuk jadi marmalade. Inggris sudah lama memakai jeruk Sevilla untuk marmalade sejak abad ke-18. Tapi hanya sebagian kecil saja dari total panen yang jadi marmalade. Sisanya dipakai untuk minyak esensial, biogas, atau kompos.

Apakah jeruk Sevilla sama dengan jeruk untuk jus di Spanyol?

Tidak. Pohon di jalan dan halaman Sevilla adalah jeruk pahit (Citrus × aurantium), berbeda jenis dari jeruk manis yang ditanam di kebun-kebun Andalusia. Jeruk manis banyak dibudidayakan di lembah Guadalquivir dan wilayah Spanyol lain untuk jus dan konsumsi segar. Pohon jeruk di kota dipilih karena keindahan dan aromanya, bukan karena untuk dimakan.