Reruntuhan Istana Maruhubi: Tempat Peristirahatan Sultan yang Terlupakan di Utara Stone Town
Dibangun untuk Sultan Barghash tahun 1882 dan hangus terbakar hanya tujuh belas tahun kemudian, Reruntuhan Istana Maruhubi berdiri tenang di tepi jalur pesisir utara Stone Town. Sisa-sisanya—pemandian bergaya Persia, deretan pilar batu karang, serta kolam air tawar besar—membawa kisah terputus tapi menarik tentang masa kejayaan Kesultanan Zanzibar. Tempat ini jarang dikunjungi, tenang, dan cocok buat kamu yang penasaran sejarah tanpa harus menghabiskan seharian.
Fakta Singkat
- Lokasi
- Sekitar 4 km utara Stone Town, di jalan pesisir menuju Bububu, Unguja
- Cara ke sini
- Naik taksi dari Stone Town, atau naik dala-dala jurusan Bububu lalu turun di dekat pintu masuk istana
- Waktu yang dibutuhkan
- 45–90 menit
- Biaya
- Kadang gratis, kadang ada biaya masuk kecil — sebaiknya cek langsung di lokasi karena infonya sering berbeda
- Cocok untuk
- Pecinta sejarah, penggemar arsitektur, pejalan yang ingin keluar dari rute wisata utama
- Situs web resmi
- utaliismz.go.tz/sites

Apa Sebenarnya Reruntuhan Istana Maruhubi?
Reruntuhan Istana Maruhubi adalah sisa dari kediaman kerajaan yang mewah, dibangun atas perintah Sultan Barghash bin Said pada tahun 1882, sekitar empat kilometer di utara kawasan yang kini dikenal sebagai Stone Town. Didirikan untuk menampung harem besar sang sultan, istana ini jadi salah satu properti megah dinasti Busaidi di Unguja menjelang akhir abad ke-19. Tahun 1899, gedung utamanya musnah dilalap api. Kini yang tersisa hanyalah pilar-pilar batu karang, serambi dengan deretan kolom, pemandian indah penuh sentuhan Persia, dan bak air asli yang kini dipenuhi tanaman lili.
Tidak seperti situs sejarah di pusat Stone Town yang sudah dilengkapi penjelasan dan papan informasi, Maruhubi adalah reruntuhan mentah. Tak ada panel penjelas fresko, peta, audio guide, bahkan pengunjung pun nyaris tidak ada. Kamu benar-benar harus membaca cerita situs ini sendiri—bisa jadi ini daya tariknya, atau justru kekurangannya, tergantung apa yang kamu harapkan.
ℹ️ Perlu diketahui
Harga tiket: Kadang gratis, kadang ada biaya kecil menurut laporan pengunjung. Bawalah uang tunai Shilling Tanzania secukupnya dan siap untuk membayar. Cek kondisi aktual saat tiba.
Arsitektur: Membaca yang Tersisa Setelah Kebakaran
Fitur paling mencolok di reruntuhan ini adalah serambi kolom: deretan pilar tinggi dan ramping yang dulunya menyangga lantai atas istana dan balkon. Proporsinya jelas bercorak Indo-Arab, menampilkan tradisi arsitektur campuran yang membentuk wajah bangunan Zanzibar pada abad ke-19. Batu karangnya bertekstur kasar dan berongga, dengan tanaman rambat menembus celah-celah pilar, membuat batas antara reruntuhan dan alam sekitarnya jadi samar.
Pemandian gaya Persia adalah bangunan paling utuh secara arsitektur di lokasi ini. Desainnya menunjukkan pengaruh budaya Persia yang kuat dalam kehidupan istana Oman, para sultan Zanzibar sendiri adalah keturunan dinasti Busaidi dari Oman. Bagian pemandian ini punya area mandi terpisah yang tampak kontras dengan bangunan sekitar yang sudah lapuk.
Bagi pejalan yang ingin memahami peran situs ini dalam sejarah arsitektur Zanzibar secara lebih luas, panduan arsitektur Stone Town memberi gambaran pembanding yang berguna, membahas lapisan India, Arab, dan Eropa yang membentuk lanskap jalanan tua di pulau ini.
Bak air dan kolam tamannya masih tersisa di halaman, sekarang dipenuhi lili dan tumbuhan liar. Suasana hijau dan tenang di sekitarnya menciptakan nuansa sedikit melankolis—banyak pengunjung justru merasa hal inilah yang membuatnya lebih berkesan dibanding museum yang serba rapi.
Tiket dan tur
Harga dan tanggal langsung dari mitra pemesanan kami. Jika Anda memesan, kami mungkin menerima komisi tanpa biaya tambahan.
Zanzibar catamaran and snorkelling tour to Mnemba Marine Park
Mulai dari 114 €Konfirmasi instanPembatalan gratisNyerere National Park two-day safari with two game drives
Mulai dari 866 €Konfirmasi instanPembatalan gratisSerengeti National Park private three-day safari from Zanzibar
Mulai dari 2.144 €Konfirmasi instanPembatalan gratisZanzibar north coast sunset dhow cruise
Mulai dari 42 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
Konteks Sejarah: Sultan Barghash dan Masa Kejayaan Kesultanan
Sultan Barghash bin Said memimpin Zanzibar dari 1870 sampai 1888, masa di mana pulau ini mencapai puncak kejayaan ekonomi dan politiknya—walau mulai terdesak tekanan Inggris untuk menghapus perdagangan budak. Ia terkenal senang membangun: Maruhubi adalah salah satu dari beberapa istana peninggalan zamannya, bersama Chukwani dan Mtoni. Istana Mtoni, reruntuhan lain di utara jalan pesisir yang sama, lebih tua beberapa dekade dari Maruhubi dan terkait generasi sebelum Era Barghash.
Zanzibar di masa Barghash adalah kerajaan dagang sekaligus titik panas dalam politik Afrika Timur. Untuk memahami sepenuhnya sisi kelam era ini, Museum Perdagangan Budak di Stone Town wajib dikunjungi—di sana terungkap detail bagaimana perdagangan itu mendanai pembangunan istana mewah semacam ini.
Kebakaran besar tahun 1899 terjadi sebelas tahun setelah Barghash wafat. Saat itu Zanzibar sudah berada di bawah Protektorat Inggris dan dunia politik yang membidani Maruhubi telah berakhir. Reruntuhan ini tak pernah direnovasi.
Rasakan Suasana Kunjungan di Berbagai Waktu
Pagi hari adalah waktu terbaik berkunjung: angin laut sejuk bertiup dari selat, cahaya lembut menyinari tekstur pilar batu karang, dan biasanya lokasi sepi—hanya beberapa warga lokal melintas. Aromanya campuran garam laut, tumbuhan, dan bau batu yang lembap—ciri khas reruntuhan di iklim tropis terbuka.
Menuju tengah hari, area ini jadi panas terik. Area di sekitar kolam kurang teduh, dan batu serta tanah yang memutih memantulkan hawa panas dari bawah. Jika berkunjung siang, setidaknya bagian dalam pemandian bisa jadi tempat berteduh. Pakailah pakaian tipis dan bawa air minum; tidak ada penjual makanan/minuman di dalam kawasan reruntuhan.
Menjelang sore, terutama musim kemarau Juni–Oktober, cahaya keemasan membuat kontras indah antara pilar dan pepohonan hijau di sekeliling. Tempat ini hampir selalu sepi, tetapi kadang ada rombongan kecil tur yang melengkapi rute keliling utara Stone Town. Walaupun ada, luasnya area membuat pengunjung tetap leluasa.
⚠️ Yang bisa dilewati
Saat musim hujan (biasanya November dan Maret–Mei), tanah di sekitar reruntuhan dan kolam licin, tak rata, dan mudah becek. Direkomendasikan memakai alas kaki yang kokoh dan siapkan diri kalau sebagian area sulit dijelajahi.
Menuju Lokasi & Kombinasi Wisata Sekitar
Cara paling mudah adalah naik taksi dari Stone Town. Perjalanannya singkat, dan lokasi mudah dikenali dari jalan. Sepakati ongkos di awal—kalau perlu, negosiasikan juga perjalanan pulang.
Untuk pelancong hemat, naiklah dala-dala tujuan Bububu dari Stone Town, lalu minta sopir menurunkanmu di pintu masuk Istana Maruhubi. Jaringan dala-dala adalah transportasi publik utama di Unguja, dan jalur Bububu sangat populer. Tanyakan nama pemberhentian ke sopir sebelum naik.
Maruhubi mudah dikombinasikan dalam perjalanan setengah hari, bersamaan dengan Reruntuhan Istana Mtoni (sedikit lebih jauh ke utara), dan saat balik ke Stone Town, mampirlah ke Old Dispensary di tepi laut Stone Town. Kalau kamu punya waktu beberapa hari di kota, panduan berjalan kaki di Stone Town akan memetakan bagaimana reruntuhan di utara ini terhubung langsung dengan pusat sejarah Stone Town.
Tips Foto & Catatan Praktis
Formasi kolom di sini paling bagus difoto dari sisi barat saat pagi, ketika bayangan jatuh di antara pilar dan tekstur batu karang tampak jelas. Walaupun kolamnya terkesan terbengkalai, pantulan air di saat tenang menarik jadi elemen komposisi foto—lebih menarik dari sekadar reruntuhan biasa. Lensa lebar lebih efektif dibanding telefoto di sini, karena pemandangan lingkungan sekitar ikut memberi daya tarik.
Aksesibilitas terbatas. Hampir seluruh area didominasi tanah bertekstur tidak rata, banyak bongkahan reruntuhan, akar pohon, dan lahan terbuka di antara bangunan. Akses kursi roda atau jalur tanpa tangga hampir mustahil di sebagian besar area. Tamu dengan mobilitas terbatas perlu mempertimbangkan hal ini sebelum berkunjung.
Tidak ada toilet, penjual makanan, maupun air di area reruntuhan. Persiapkan kebutuhan di Stone Town sebelum menuju ke sini.
Siapa yang Cocok Berkunjung (dan Siapa yang Tidak)
Maruhubi adalah hadiah bagi penyuka sejarah yang menikmati reruntuhan hening—baik yang sudah tahu kisah Kesultanan Busaidi atau ingin menjelajah sisi Zanzibar selain pantainya. Ini bukan objek wisata yang serba rapi. Kalau kamu berharap papan petunjuk, pusat pengunjung, atau reruntuhan megah seperti kastel di Eropa, mungkin akan kecewa.
Jika waktumu di Unguja hanya satu-dua hari, pertimbangkan Maruhubi dibanding pengalaman yang lebih kaya dan lengkap di dalam Stone Town sendiri. House of Wonders dan Pemandian Persia Hamamni menawarkan sejarah yang lebih terkurasi dan cocok untuk kunjungan singkat. Maruhubi lebih cocok dijadikan tambahan itinerary hari panjang di Stone Town, kecuali kamu benar-benar mengincar sejarah sebagai fokus utama.
Keluarga dengan anak kecil bisa saja merasa repot dengan permukaan tanah tak rata dan minim fasilitas di sini. Kalau mencari suasana, kawasan ini punya atmosfer yang kuat, namun tak ada aktivitas khusus anak. Pasangan, solo traveler, hingga grup kecil yang suka sejarah atau fotografi arsitektur adalah kelompok yang paling cocok mengunjungi.
Tips Orang Dalam
- Gabungkan rute Maruhubi dan Reruntuhan Istana Mtoni dalam satu kali perjalanan taksi: lokasinya sama-sama di jalan pesisir arah utara, sopir bisa mengantar dan kemudian kembali ke Stone Town. Biasanya, dua-duanya bisa selesai kurang dari dua jam.
- Minta sopir taksi mengambil jalur tepi laut, bukan jalan dalam. Pemandangan laut menuju lokasi memberi gambaran kenapa dulu istana ini dijadikan tempat istirahat sultan di pesisir.
- Bagian dalam pemandian adalah tempat berteduh terbaik dari panas siang dan juga bangunan yang paling utuh. Luangkan waktu di sana dulu sebelum ke deretan pilar atau kolam terbuka.
- Kalau pintu masuk sepi atau tidak ada petugas, coba cari pengelola di sekitar sebelum menganggap masuk gratis. Biasanya ada biaya sukarela atau uang kebersihan, silakan bayar agar tempat ini tetap terawat.
- Cahaya pagi antara jam 7–9 memberi hasil foto pilar yang paling dramatis. Setelah jam 10, matahari mulai terang dan tekstur batu jadi kurang terlihat.
Untuk Siapa Reruntuhan Istana Maruhubi?
- Pencinta sejarah yang ingin mengulik era kesultanan Zanzibar
- Penggemar arsitektur dengan minat pada desain berpengaruh Indo-Arab dan Persia
- Fotografer yang mencari reruntuhan sepi nan atmosferik tanpa keramaian turis
- Pengunjung yang ingin istirahat sejenak dari padatnya jalanan Stone Town
- Yang menyisipkan agenda budaya bersama kunjungan ke Reruntuhan Istana Mtoni di dekatnya
Atraksi Terdekat
Kombinasikan kunjunganmu dengan:
- Pantai Bwejuu
Pantai Bwejuu terletak di pesisir tenggara Pulau Unguja, sekitar 50 km dari Stone Town. Pantai ini menawarkan sesuatu yang makin langka di Zanzibar: hamparan pasir luas tanpa keramaian resort. Airnya tenang, desanya kecil, dan hidup berjalan santai. Cocok untuk pelancong yang ingin menikmati pantai sebagai tempat melarikan diri, bukan pertunjukan.
- Cheetah's Rock Wildlife Sanctuary
Cheetah's Rock Wildlife Sanctuary adalah pengalaman berinteraksi satwa liar dengan pemandu di Unguja di mana pengunjung bisa berjalan bersama cheetah yang diselamatkan, berinteraksi dengan serval, dan bertemu berbagai spesies Afrika di kandang semi-alami. Harga memang mahal dan eksklusif, tapi inilah pengalaman yang benar-benar berbeda di Zanzibar.
- Chumbe Island Coral Park
Chumbe Island Coral Park terletak di lepas pantai barat daya Zanzibar dan melindungi salah satu ekosistem terumbu karang paling utuh di Samudra Hindia. Untuk sampai ke sini perlu perencanaan matang, perjalanan dengan perahu, dan minat pada konservasi laut — namun bagi traveler yang tepat, pengalaman di pulau ini benar-benar berbeda.
- Kidichi Spice Farm & Persian Baths
Beberapa kilometer dari jalan utara pesisir Zanzibar, Kidichi Persian Baths melestarikan peninggalan arsitektur Kesultanan Oman dengan hiasan plester dan langit-langit kubah. Dipadukan dengan kebun rempah aktif, destinasi ini menawarkan pengalaman yang lebih tenang dan mendalam dibanding tur rempah di sekitar Stone Town.
Sedang merencanakan perjalanan? Temukan aktivitas personal dengan aplikasi Nomado.