Split yang Romantis: Panduan Lengkap untuk Pasangan
Split, Kroasia menyimpan kejutan bagi pasangan yang mau melewati keramaian feri dan reputasinya sebagai kota pesta. Ada istana Romawi berusia 1.700 tahun yang bisa dijelajahi saat senja, bukit berhutan pinus dengan pemandangan pulau-pulau, dan feri ke Hvar yang hanya sejam perjalanan — panduan ini membahas cara terbaik menikmati Split berdua, mulai dari waktu terbaik berkunjung, pilihan restoran, hingga wisata sehari yang benar-benar sepadan.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini
Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Penerbangan
Peta hotel
Ringkasan
- Jantung romantis Split adalah Istana Diocletian — sebuah kawasan hunian di dalam reruntuhan Romawi di mana 2.500 orang tinggal di antara gang-gang berlilin dan halaman bergaya barok. Datanglah pagi-pagi atau setelah pukul 20.00 agar bisa menikmatinya tanpa keramaian.
- Mei, Juni, September, dan Oktober adalah bulan terbaik untuk pasangan: cuaca hangat, keramaian masih terkendali, dan harga penginapan lebih terjangkau dibanding puncak musim panas.
- Wisata sehari ke Pulau Hvar naik katamaran cepat (sekitar 60 menit sekali jalan) adalah salah satu tambahan perjalanan paling memukau dari Split — pesan feri terlebih dahulu di bulan Juli dan Agustus.
- Bukit Marjan, taman hutan pinus seluas 300 hektar yang hanya 15 menit jalan kaki dari kota tua, adalah spot romantis paling terabaikan di kota ini — bawa piknik dan nikmati hingga matahari terbenam.
- Hindari restoran tepat di Alun-alun Peristil. Makanan yang lebih baik dengan harga lebih murah ada di gang-gang kota tua, dua blok dari sana.
Mengapa Split Cocok untuk Pasangan

Split dikenal sebagai gerbang pesta menuju pulau-pulau Dalmatia, dan reputasi itu memang layak disandangnya. Tapi itu baru separuh cerita. Di balik keramaian feri musim panas, ada kota dengan hampir 1.700 tahun sejarah berlapis, kawasan yang nyaman dijelajahi kaki, seafood segar dan anggur Dalmatia yang nikmat, serta kedalaman budaya yang cukup untuk mengisi beberapa hari tanpa perlu menyentuh pantai. Bagi pasangan, justru lapisan inilah yang menjadi daya tariknya: pagi hari bisa dihabiskan di dalam mausoleum kaisar Romawi yang telah beralih fungsi, makan siang di konoba di gang abad pertengahan, lalu mengakhiri malam dengan menyaksikan matahari tenggelam di balik pulau-pulau dari bukit berlindung pohon pinus Mediterania.
Split juga terbilang kompak sehingga tidak banyak kerumitan logistik. Kota tua, Promenade Riva, dan kaki Bukit Marjan semuanya berjarak di bawah 15 menit jalan kaki satu sama lain. Kemudahan itulah — dipadukan dengan budaya kuliner Dalmatia, malam-malam yang hangat, dan kualitas cahaya Adriatik di sore hari — yang menciptakan kondisi ideal untuk perjalanan yang menyenangkan tanpa perlu banyak perencanaan.
ℹ️ Perlu diketahui
Split adalah kota terbesar kedua di Kroasia dengan sekitar 167.000 penduduk (sensus 2011). Kota ini berfungsi sebagai kota hidup yang nyata sepanjang tahun, bukan sekadar resor musiman. Itulah yang membuatnya terasa otentik, tidak seperti destinasi wisata murni — meski di bulan Juli dan Agustus keramaian di kota tua bisa sangat padat, dan suasananya bisa bergeser dari romantis menjadi kacau.
Jantung Romantis: Istana Diocletian dan Kota Tua

Hal terpenting yang perlu dipahami tentang Istana Diocletian adalah bahwa ini bukan museum. Ini adalah kawasan hunian nyata. Sekitar 2.500 orang tinggal di dalam tembok-temboknya. Restoran, bar, apartemen, dan butik menempati ruang-ruang yang dulu dijaga prajurit Romawi. Kompleks warisan UNESCO ini membentang sekitar 215 kali 180 meter dan memuat puluhan bangunan dari berbagai abad. Menjelajahinya di pagi hari atau malam hari — sebelum rombongan wisata tiba atau setelah mereka pergi — adalah pengalaman yang luar biasa diam-diam, dan sama sekali gratis.
Bagi pasangan, cara terbaik adalah berhenti bergantung pada peta dan mulai menjelajah sesuka hati. Gang-gang di sebelah barat Katedral Santo Domnius lebih sempit, lebih jarang difoto, dan lebih bersuasana dibanding halaman utama Peristil. Katedral itu sendiri — yang diubah dari mausoleum oktagonal Diocletian pada abad ke-7 — layak dibayar tiket masuknya untuk mendaki menara lonceng demi pemandangan atap kota bergerabah dan Laut Adriatik di kejauhan. Usahakan datang saat golden hour.
- Alun-alun Peristil saat senja Halaman utama istana ini mulai dipadati warga lokal menjelang malam. Pesan minuman dari salah satu bar di sekitarnya dan nikmati perubahan cahaya di tiang-tiang Romawi. Musisi kadang tampil secara spontan di sini. Salah satu pengalaman gratis terbaik di kota ini.
- Ruang Bawah Tanah Istana Diocletian (Podrumi) Gudang bawah tanah di bawah istana ini sungguh memiliki atmosfer yang kuat — langit-langit berkubah, pencahayaan redup, dan lebih sepi dibanding jalanan di atasnya. Tempat ini menjadi latar syuting lubang naga dalam Game of Thrones. Di hari yang panas, suhu di dalam juga terasa jauh lebih sejuk.
- Gerbang Emas (Zlatna Vrata) Gerbang yang paling terawat dari keempat gerbang istana, berada di sisi utara. Luangkan waktu sebentar untuk mengagumi skala dan detail ukiran batu Romawi aslinya. Patung Gregorius dari Nin tepat di luar gerbang adalah ikon kota — mengusap ibu jari kakinya konon membawa keberuntungan.
- Kubah Vestibul Ruang antesala berbentuk lingkaran tanpa atap tepat di dalam pintu masuk selatan. Saat tengah hari, cahaya masuk melalui langit-langit terbuka dan jatuh di atas dinding batu kuno. Tidak ada biaya masuk, dan sering lebih sepi dari gang-gang di sekitarnya.
⚠️ Yang bisa dilewati
Restoran yang langsung menghadap Alun-alun Peristil mematok harga mahal karena lokasinya. Makanannya jarang sepadan dengan harganya. Masuk dua atau tiga gang lebih dalam ke kota tua dan kamu akan menemukan kualitas lebih baik dengan harga yang jauh lebih masuk akal. Hal yang sama berlaku untuk kopi dan minuman di jalur wisata utama yang menghadap Riva.
Riva dan Seni Berjalan-Jalan di Malam Hari

Promenade Riva membentang di sepanjang sisi selatan Istana Diocletian, menghadap pelabuhan dan selat Brač. Pohon-pohon palem berjejer di jalur pejalan kaki yang lebar, teras-teras kafe menghadap ke laut, dan di malam-malam hangat seluruh kota seperti mengalir ke sini antara pukul 18.00 hingga 21.00. Warga lokal sering menyebutnya ruang tamu kota, dan itu tepat: inilah tempat orang datang untuk melihat dan dilihat, menikmati aperitivo, dan membiarkan malam berjalan dengan santai. Bagi pasangan, Riva paling nikmat dijadikan titik berangkat, bukan tujuan akhir.
Di puncak musim panas, Riva bisa terasa terlalu ramai dan sedikit kehilangan keintiman. Kenikmatannya justru ada pada memulai malam dengan minuman di sini, menyaksikan kapal-kapal hilir mudik di pelabuhan, lalu perlahan bergerak ke gang-gang kota tua saat cahaya memudar. Pengisi jalan tampil hampir setiap malam di musim panas. Musik live dari bar-bar sekitar sering terdengar selama Split Summer Festival, yang berlangsung sekitar pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus di berbagai venue kota tua termasuk Peristil, Teater Nasional Kroasia, dan berbagai panggung luar ruangan. Cek program terkini di situs resmi Dinas Pariwisata Split sebelum berkunjung.
Bukit Marjan: Spot Terbaik yang Sering Terlewat

Bukit MarjanBukit Marjan adalah semenanjung berhutan yang menjulang di sebelah barat kota tua, dan secara konsisten diabaikan oleh pengunjung yang tidak tahu keberadaannya. Taman ini mencakup sekitar 300 hektar pohon pinus dan cemara Mediterania, dengan jalur hiking dan bersepeda yang ditandai dengan jelas, beberapa kapel kecil yang dipahat di dinding tebing, titik pandang panoramik ke kota dan pulau-pulau, serta keheningan yang hampir total dalam sepuluh menit dari pusat kota.
Pendakian ke titik pandang utama di Telegrin (178 meter) membutuhkan sekitar 30 hingga 40 menit dari kota tua. Pada hari yang cerah, kamu bisa melihat Brač, Hvar, Šolta, dan di hari yang benar-benar jernih bahkan hingga Vis. Matahari terbit maupun terbenam sama-sama memukau dari jalur bagian atas. Untuk perjalanan lebih panjang, jalur berlanjut ke Sustipan — sebuah taman bekas pemakaman di ujung barat semenanjung, salah satu spot paling tenang dan paling bersuasana di Split bagi pasangan yang ingin menikmati pemandangan tanpa keramaian.
✨ Tips pro
Beli bahan piknik dari Pasar Pazar — pasar produk segar di udara terbuka tepat di sebelah timur tembok istana — lalu bawa ke salah satu titik pandang Bukit Marjan. Keju lokal, prosciutto, roti, dan sebotol anggur putih Dalmatia seperti pošip atau grk dari kios pasar harganya sangat terjangkau, dan suasananya jauh mengalahkan teras restoran mana pun. Pasar buka setiap pagi, umumnya tiap hari, meski beberapa kios mungkin tutup di hari Minggu atau di luar musim.
Wisata Sehari yang Seru Berdua

Posisi Split sebagai pusat feri utama pantai Dalmatia tengah adalah salah satu keunggulan terbesarnya bagi pasangan. Dalam radius dua jam naik kapal atau bus, kamu bisa menjangkau kota-kota pulau abad pertengahan, taman nasional dengan kolam ngarai berwarna pirus, dan beberapa pantai paling indah di Adriatik. Setidaknya sisihkan satu hari penuh untuk wisata sehari dari Split — kamu tidak akan menyesal.
- Pulau Hvar (terbaik secara keseluruhan untuk pasangan) Katamaran cepat dari Split ke Kota Hvar membutuhkan sekitar 60 menit (Jadrolinija mengoperasikan beberapa keberangkatan setiap hari; tarif bervariasi per musim — cek harga terkini di jadrolinija.hr sebelum berangkat). Kota Hvar memiliki loggia bergaya Venesia, benteng di atas bukit dengan pemandangan ke Kepulauan Pakleni, dan ladang lavender di pedalaman. Meski punya reputasi sebagai kota pesta, suasana siang harinya sungguh indah. Datanglah di hari kerja jika bisa. Feri kepulangan beroperasi hingga malam, jadi kamu bisa tinggal untuk makan malam.
- Trogir (terbaik untuk sejarah) Kota pulau abad pertengahan terdaftar UNESCO yang berjarak 27 kilometer di barat Split, bisa dijangkau dengan bus dalam waktu kurang dari 45 menit dengan harga beberapa euro saja. Kota tuanya lebih kecil dan sering lebih tenang dari Split, dengan alun-alun katedral yang intim dan restoran seafood yang enak di sepanjang tepi laut. Pilihan yang bagus untuk setengah hari dan cocok dipadukan dengan malam di Split.
- Taman Nasional Krka (terbaik untuk alam) Sekitar 90 menit naik bus atau ikut tur terorganisir. Krka menawarkan pemandangan ngarai sungai dengan air terjun bertingkat dan kolam yang jernih. Paling nyaman dikunjungi pada bulan Mei, Juni, atau September saat pengunjung lebih sedikit. Perlu diketahui bahwa aturan berenang di dekat air terjun utama Skradinski Buk telah berubah dalam beberapa tahun terakhir — cek peraturan terkini di np-krka.hr sebelum berangkat.
Jika anggaran memungkinkan, menyewa kapal pribadi mengelilingi Pulau Šolta, Brač, atau menuju Gua Biru di Biševo adalah salah satu pengalaman paling berkesan yang bisa dilakukan pasangan dari Split. Tur kapal dari Split tersedia mulai dari tur kelompok hemat hingga kapal sewaan pribadi dengan nakhoda. Sewa kapal pribadi setengah hari biasanya mulai dari €350 hingga €500 tergantung kapal dan musim — dibagi berdua memang mahal, tapi pengalamannya sulit tertandingi.
Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Split Berdua
Jawaban jujur soal waktu: hindari paruh kedua Juli dan seluruh Agustus kecuali kamu memang datang khusus untuk Split Summer Festival atau acara tertentu. Kota tua benar-benar sulit dinavigasi di puncak musim, harga penginapan ada di titik tertinggi, dan suasananya berubah dari kota hunian menjadi simpul transit wisata. Waktu terbaik mengunjungi Split untuk pasangan adalah Mei, Juni, atau September — itu bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan kesimpulan yang konsisten dari mereka yang benar-benar mengenal kota ini.
Mei membawa hari-hari hangat dengan rata-rata sekitar 20°C, laut yang mulai cukup nyaman untuk berenang menjelang akhir bulan, dan berbagai acara musik seperti Split Spring atau festival lainnya dengan penampilan lokal dan internasional di beberapa venue. Kota masih punya ritme lokal yang terasa nyata di bulan Mei — restoran sudah buka penuh, antrean masih pendek, dan harga penginapan jauh lebih murah dibanding Agustus. September menarik kembali keramaian musim panas sambil mempertahankan air laut yang hangat dan malam-malam yang panjang. Oktober sering diremehkan: suhu masih nyaman, pantai hampir kosong, dan harga penginapan turun drastis.
Musim dingin di Split sebenarnya cukup hangat untuk ukuran Eropa utara, dan suasana musim dingin di Split punya daya tarik tersendiri bagi pasangan yang ingin menikmati kota tanpa keramaian. Pasar Advent hadir di bulan Desember dengan kios makanan lokal dan anggur panas. Istana Diocletian tanpa kerumunan adalah pengalaman yang sama sekali berbeda. Beberapa feri antar pulau beroperasi dengan jadwal terbatas dan sejumlah restoran tutup untuk musim itu, tapi inti kota tetap sangat hidup dan terbuka.
- Mei dan Juni: cuaca hangat, festival, keramaian masih terkendali, bisa berenang di laut dari pertengahan Mei — terbaik secara keseluruhan untuk pasangan
- Juli dan Agustus: puncak keramaian dan harga; Split Summer Festival (pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus) menghadirkan konser dan pertunjukan malam di berbagai venue kota tua, yang sedikit mengimbangi situasinya
- September dan Oktober: keseimbangan ideal antara cuaca, pantai yang hampir kosong, harga lebih murah, dan cahaya sore terbaik sepanjang tahun
- November hingga Maret: sepi, lebih murah, terasa benar-benar lokal; beberapa rute feri dan restoran beroperasi dengan jadwal terbatas, tapi istananya jadi milikmu
⚠️ Yang bisa dilewati
Jika tanggal perjalananmu jatuh di awal Juli, cek apakah Ultra Europe sedang berlangsung. Festival ini menarik puluhan ribu pengunjung dan praktis memenuhi kota beserta kawasan sekitarnya. Harga penginapan melonjak di semua kategori, dan kamar di kota tua bisa mustahil ditemukan tanpa memesan tiga hingga empat bulan sebelumnya.
Tanya Jawab
Apakah Split, Kroasia bagus untuk perjalanan romantis?
Ya, sungguh. Perpaduan kota tua Romawi yang nyaman dijelajahi kaki, makan malam di tepi laut, akses feri mudah ke pulau-pulau seperti Hvar, dan ritme Mediterania yang santai membuat Split sangat cocok untuk pasangan. Paling enak dikunjungi di musim peralihan — Mei, Juni, dan September — saat kota paling bersuasana dan paling tidak ramai. Musim panas tetap bisa, tapi butuh lebih banyak kesabaran dan perencanaan lebih awal.
Area mana yang paling romantis untuk menginap di Split?
Di dalam atau tepat di sekitar Istana Diocletian untuk suasana terbaik, meski kamarnya bisa kecil dan suara dari kota tua bisa terdengar hingga larut malam di akhir pekan. Kawasan Manuš tepat di utara istana menawarkan akses yang baik dengan sedikit lebih tenang. Jika tidur nyenyak menjadi prioritas, baca ulasan khusus soal kebisingan dengan seksama sebelum memesan penginapan di dalam tembok istana.
Seberapa jauh Hvar dari Split dan apakah sepadan dikunjungi dalam sehari untuk pasangan?
Kota Hvar berjarak sekitar 60 menit dari Split naik katamaran cepat. Perjalanannya sangat sepadan. Kotanya kompak dan indah, dengan benteng di atas bukit yang menghadap pelabuhan dan Kepulauan Pakleni. Datanglah di hari kerja jika memungkinkan — akhir pekan di musim panas bisa sangat ramai. Feri kepulangan beroperasi hingga malam, jadi kamu bisa tinggal untuk makan malam dan naik kapal yang lebih lambat.
Bagaimana cuaca di Split, Kroasia pada bulan Mei?
Mei adalah salah satu bulan terbaik untuk mengunjungi Split berdua. Suhu biasanya berkisar antara 15°C hingga 22°C, dengan curah hujan rendah dan sinar matahari yang semakin panjang. Laut masih agak dingin untuk sebagian orang di awal bulan tapi menghangat seiring berjalannya Mei. Kota sudah punya semangat pra-musim dengan semua fasilitas buka tapi jumlah wisatawan masih terkendali. Acara musik besar seperti Split Festival biasanya berlangsung di musim panas (sering Juli) bukan Mei — cek tanggal terkini di situs resmi Dinas Pariwisata Split.
Apakah ada hal romantis yang bisa dilakukan secara gratis di Split?
Banyak. Menjelajahi Istana Diocletian tidak dipungut biaya. Halaman Vestibul dengan kubah terbukanya gratis untuk dimasuki. Bukit Marjan bisa diakses secara gratis dan menawarkan beberapa pemandangan terbaik di kota. Menikmati Promenade Riva saat matahari terbenam hanya butuh biaya satu minuman. Pasar Pazar gratis untuk dijelajahi. Banyak hal yang membuat Split terasa romantis — arsitekturnya, cahayanya, dan ritmenya — tidak memerlukan tiket masuk sama sekali.