Belanja Terbaik di Chiang Mai: Pasar, Mal, dan Kerajinan

Chiang Mai adalah ibu kota kerajinan tangan Thailand Utara, tempat tradisi pengrajin Lanna berabad-abad bertemu dengan dunia kreatif kontemporer yang berkembang pesat. Dari pasar malam yang luas dan bengkel desa hingga mal gaya hidup butik dan pasar petani organik, panduan ini mencakup tempat belanja terbaik untuk berbagai kerajinan.

Pemandangan dari atas pasar Chiang Mai yang ramai dengan para pedagang menjual sayuran segar, buah-buahan, dan rempah dari kios-kios berwarna-warni, dipenuhi pengunjung yang berbelanja.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini

Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Penerbangan

Peta hotel

Belanja di Chiang Mai sangat memuaskan bagi yang tahu cara menjelajahinya. Berbeda dengan mal ber-AC raksasa di Bangkok, temuan terbaik di sini butuh sedikit pengetahuan — jalan desa mana yang harus ditempuh, walking street mana yang buka malam apa, dan kawasan mana yang menyembunyikan desainer independen terbaik. desa kerajinan tangan di timur dan selatan kota masing-masing mengkhususkan diri pada satu kerajinan yang telah diasah selama bergenerasi, sementara kawasan Nimman menawarkan pengalaman belanja paling modern di kota ini. Untuk gambaran lengkap soal di mana menginap sambil berbelanja keliling kota, lihat panduan kawasan Chiang Mai kami. Apakah kamu punya satu sore atau seminggu penuh, panduan di bawah ini mengatur pilihan belanja terbaik kota berdasarkan jenisnya agar kamu bisa merencanakan perjalanan dengan efisien.

Walking Street dan Pasar Malam

Seniman menggambar potret di tengah pasar malam yang ramai, dengan kerumunan orang yang berjalan dan lampu-lampu pasar di latar belakang.
Photo Markus Winkler

Walking street Chiang Mai termasuk yang terbaik di Thailand — masing-masing punya karakter dan ritmenya sendiri. panduan pasar malam kami membahas semuanya secara lengkap, tapi berikut ini tempat-tempat yang wajib dikunjungi para pembeli.

Kerumunan orang berjalan di sepanjang Chiang Mai Sunday Walking Street di Ratchadamnoen Road, menjelajahi kios pasar yang terang benderang dan toko-toko lokal saat senja.

1. Berburu Kerajinan Tangan di Sunday Walking Street

Jalan Ratchadamnoen ditutup untuk kendaraan setiap Minggu malam dan dipenuhi ratusan pedagang. Perpaduan perhiasan buatan tangan, kain tenun, barang lacquer, dan karya seni lokal menjadikannya acara belanja terbaik dalam seminggu. Datanglah setelah pukul 17.00 dan sisihkan waktu dua jam.

Jelajahi
Kerumunan berkumpul di bawah lampu pasar di Saturday Walking Street Chiang Mai di Wua Lai Road, menjelajahi stan-stan berwarna-warni dan pakaian tradisional di malam hari.

2. Temukan Kerajinan Perak Asli di Saturday Walking Street

Jalan Wua Lai berada di kawasan pengrajin perak tradisional, dan pasar malam Sabtunya mencerminkan warisan itu. Pengunjung lebih sedikit dibanding hari Minggu, pengrajin lokal lebih banyak, dan harga perhiasan perak buatan tangan, keramik, serta kerajinan Thailand Utara pun lebih terjangkau.

Jelajahi
Pasar malam yang ramai dan semarak dengan seorang seniman menggambar potret di pinggir jalan, dikelilingi wisatawan dan lampu-lampu warna-warni yang menangkap energi hidup Chiang Mai Night Bazaar.

3. Jelajahi Night Bazaar untuk Oleh-Oleh dan Jajanan

Pasar malam permanen di Jalan Chang Klan buka setiap malam, menjadikannya pilihan paling andal jika kamu melewatkan walking street akhir pekan. Paling bagus untuk kaus, barang-barang suku pegunungan, dan patung gajah ukiran. Tawar dengan serius dan jelajahi kompleks dalam ruangan untuk menemukan barang berkualitas lebih baik.

Jelajahi
Kios makanan di pasar malam dengan sayuran segar dan peralatan dapur yang terang benderang, dilihat dari belakang seorang pengunjung yang duduk santai di suasana malam yang hidup.

4. Makan dan Belanja di Ploen Ruedee Night Market

Pasar malam di kawasan Nimman ini lebih banyak dikunjungi anak muda dan warga lokal dibanding pasar di Kota Tua. Lapak makanan mendominasi, tapi ada juga pedagang kecil yang menjual aksesori buatan tangan, cetakan seni, dan lilin. Musik live membuat suasananya semakin hidup — cocok untuk menghabiskan malam sambil menikmati bir dan camilan.

Jelajahi

Desa Kerajinan Tangan dan Pengalaman Workshop

Pengrajin wanita berbusana tradisional menenun dengan alat tenun tangan, dikelilingi kain bordir berwarna-warni dan sebuah permadani di bengkel kerajinan desa.
Photo Fernando B M

Di sebelah timur dan selatan kota, desa-desa seperti Bo Sang dan Baan Tawai telah mengkhususkan diri pada satu kerajinan selama bergenerasi. Perjalanan setengah hari menyusuri Jalan San Kamphaeng atau ke selatan menuju Baan Tawai memungkinkanmu menyaksikan para pengrajin bekerja dan membeli langsung dari pembuatnya. Destinasi ini cocok dipadukan dengan kelas memasak atau spa untuk itinerary budaya yang lengkap — lihat panduan kelas memasak kami untuk inspirasi.

Pemandangan jalan Desa Ukir Kayu Baan Tawai yang menampilkan toko-toko teduh, lapak pinggir jalan, dan beberapa orang berjalan serta mengendarai motor di bawah jaring hitam.

5. Beli Ukiran Jati Langsung dari Desa Baan Tawai

Desa di selatan kota ini adalah pusat ukiran kayu Thailand, dengan puluhan workshop yang menghasilkan furnitur, patung Buddha, dan panel dekoratif. Harganya jauh lebih murah dibanding toko di kota. Banyak pedagang yang melayani pengiriman internasional, sehingga pembelian barang besar pun tidak jadi masalah.

Jelajahi
Payung besar berwarna merah dengan bunga yang dilukis dan teks Festival Payung Bo Sang, dipajang di luar bangunan kayu tradisional di desa pengrajin.

6. Saksikan Proses Melukis Payung di Desa Bo Sang

Para pengrajin di desa ini telah membuat payung dari kertas dan sutra secara manual selama berabad-abad. Kamu bisa menyaksikan setiap tahap produksi, mulai dari pembuatan kertas sa hingga pelapisan lacquer. Harga payung mulai dari beberapa ratus baht dan menjadi hadiah yang cantik sekaligus ringan untuk dibawa pulang.

Jelajahi
Geyser alami di San Kamphaeng Hot Springs menyembur dengan latar belakang pepohonan hijau, bebatuan, dan langit biru cerah di siang hari.

7. Gabungkan Wisata Kerajinan dengan Pemandian Air Panas San Kamphaeng

San Kamphaeng adalah gerbang menuju desa kerajinan di bagian timur sekaligus memiliki pemandian air panas alami yang bisa kamu nikmati setelah seharian berbelanja. Padukan dengan Bo Sang dan berbagai perhentian kerajinan di pinggir jalan untuk wisata sehari penuh yang memuaskan ke arah timur kota.

Jelajahi
Eksterior Wat Sri Suphan di Chiang Mai yang dilapisi perak, dengan ukiran logam yang rumit dan sebuah altar di depannya di bawah langit biru cerah.

8. Saksikan Pengrajin Perak Terbaik di Sekitar Wat Sri Suphan

Kuil Perak di kawasan Wualai sendiri merupakan bukti hidup tradisi kerajinan perak Chiang Mai — seluruh permukaannya dilapisi logam tempa tangan. Di jalan-jalan sekitarnya terdapat banyak workshop perak tempat kamu bisa menyaksikan para pengrajin bekerja dan membeli langsung dari mereka.

Jelajahi

Pasar Produk Lokal dan Kehidupan Sehari-hari

Tampilan dari atas pasar Thailand yang ramai dengan keranjang berisi sayuran dan buah-buahan segar, serta pembeli yang berbelanja di berbagai lapak berwarna-warni.
Photo Jean Papillon

Cara terbaik memahami sebuah kota di Thailand adalah melalui pasar makanannya. Pasar lokal Chiang Mai menyediakan berbagai kekhasan Thailand Utara yang tidak akan kamu temukan di tempat lain. Padukan kunjungan pasar dengan kelas memasak untuk benar-benar memahami apa yang kamu lihat — dan cara mengolahnya.

Pemandangan interior Pasar Warorot dengan kios-kios ramai yang menjual makanan dan pakaian, pengunjung yang padat, dan papan nama Thailand yang berwarna-warni di beberapa lantai.

9. Belanja Layaknya Warga Lokal di Pasar Warorot

Pasar tertua di Chiang Mai ini buka setiap hari di dekat Sungai Ping, tersebar di beberapa lantai. Cabai kering, sosis khas Thailand Utara, rangkaian bunga melati, gulungan kain, dan peralatan masak keramik memenuhi setiap kios. Datanglah di pagi hari untuk merasakan suasana paling hidup dan pilihan produk segar yang paling lengkap.

Jelajahi
Tampilan dari atas pasar outdoor yang ramai dengan sayuran segar berwarna-warni, buah-buahan, dan pedagang lokal yang sedang berinteraksi, menangkap suasana hidup Pasar Petani Jing Jai di Chiang Mai.

10. Belanja Produk Organik di Pasar Petani Jing Jai

Buka pada pagi hari akhir pekan di dekat Universitas Chiang Mai, pasar ini mempertemukan petani organik, roaster kopi spesialti, dan produsen makanan artisan. Ini adalah tempat terbaik untuk membeli kopi Thailand Utara, kain celup alami, dan selai buatan rumahan langsung dari para pembuatnya.

Jelajahi
Pasar malam yang ramai di Chiang Mai dengan kerumunan orang yang makan street food dan para pedagang menyajikan hidangan di bawah lampu pasar yang terang.

11. Wisata Kuliner di Pasar Malam Chang Phuak

Pasar kecil di luar gerbang utara ini lebih dikenal sebagai destinasi kuliner daripada tempat belanja, tapi kios daging panggang, pad kra pao, dan nasi ketan di sini sudah legendaris. Si Ibu Topi Koboi yang tersohor sudah memasak di sini selama puluhan tahun. Datanglah dengan perut kosong.

Jelajahi

Kawasan Belanja Kontemporer dan Gaya Hidup

Jalan di Chiang Mai dengan berbagai toko butik, papan nama trendi, dan suasana urban yang mencerminkan kawasan belanja kontemporer.
Photo Markus Winkler

Dunia kreatif Chiang Mai telah melahirkan deretan toko butik, desainer independen, dan konsep gaya hidup yang bisa menandingi Bangkok dalam hal orisinalitas. kawasan Nimman adalah pusatnya, sementara sudut-sudut di sekitar Jalan Doi Suthep dan area universitas punya karakter tersendiri yang khas.

Bangunan bata dengan atap terakota mengelilingi alun-alun yang tenang berbaris pohon hijau di One Nimman di Chiang Mai, di bawah langit berawan.

12. Jelajahi Butik dan Pasar Akhir Pekan di One Nimman

Kompleks gaya hidup terbuka di ujung Jalan Nimmanhaemin ini menjadi jangkar kawasan belanja paling trendi di kota. Merek lokal pilihan, makanan spesialti, dan plaza tengah yang menampung pasar pop-up setiap akhir pekan menjadikannya alamat terbaik untuk belanja Chiang Mai kontemporer.

Jelajahi
Persimpangan ramai di Nimmanhaemin Road di Chiang Mai dengan gedung-gedung modern, arsitektur tradisional Thailand, lampu lalu lintas, dan sekelompok orang yang menyeberang jalan.

13. Eksplorasi Butik Independen di Sepanjang Jalan Nimmanhaemin

Menelusuri soi-soi bernomor di Nimman akan mengungkapkan roaster kopi yang menjual biji kopi sendiri, desainer dengan koleksi terbatas, dan studio keramik dengan glasir buatan sendiri. Sisihkan setidaknya dua jam untuk menjelajah dengan santai. Soi 7 dan Soi 9 sangat menarik untuk toko-toko independen.

Jelajahi
Gang sempit di Baan Kang Wat yang dipenuhi studio seniman dari kayu, tanaman hijau yang rimbun, papan tanda dekoratif, dan seseorang berjalan di depan.

14. Temukan Karya Unik di Baan Kang Wat Artist Village

Kluster studio kayu bergaya taman di dekat Wat Umong ini menampung para pembuat keramik, desainer tekstil, pengrajin perhiasan, dan ilustrator yang menjual karya buatan sendiri di tempat. Akhir pekan biasanya ada lebih banyak pedagang. Suasananya lebih tenang dan lebih autentik dibanding walking street — ideal untuk pembelian yang lebih disengaja.

Jelajahi

✨ Tips pro

Sebagian besar pedagang di walking street hanya menerima uang tunai. Siapkan uang pecahan kecil (20–100 baht) untuk jajanan dan pembelian kecil. ATM di Jalan Ratchadamnoen dan sekitar Gerbang Tha Phae mudah dijangkau sebelum mengunjungi pasar Minggu.

Landmark Belanja dan Konteks Budaya

Chedi bata kuno yang dihiasi lentera dan pot berwarna-warni di sebuah kuil di Chiang Mai, mencerminkan konteks sejarah dan budaya.
Photo Guillaume Meurice

Memahami tradisi kerajinan di balik barang yang kamu beli akan membuat pengalaman belanja di Chiang Mai jauh lebih bermakna. Beberapa landmark penting menghubungkan kehidupan komersial kota ini dengan sejarah budayanya yang lebih dalam.

Para pengunjung berjalan dan memberi makan burung merpati di dekat tembok bata ikonik Tha Phae Gate di Chiang Mai di bawah langit yang sebagian berawan.

15. Jadikan Gerbang Tha Phae sebagai Titik Awal Belanjamu

Gerbang ini menandai titik masuk bersejarah bagi karavan dagang yang datang dari Sungai Ping dan tetap menjadi titik orientasi terbaik untuk belanja di Kota Tua. Pasar Warorot, Night Bazaar, dan Sunday Walking Street semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau naik songthaew.

Jelajahi
Fasad bergaya kolonial Chiang Mai City Arts and Cultural Centre dengan Monumen Tiga Raja, dikelilingi pohon dan pengunjung pada hari yang cerah.

16. Kenali Warisan Kerajinan Lanna di Pusat Seni Kota

Menghabiskan satu jam di museum ini sebelum mengunjungi desa kerajinan akan memberimu konteks nyata tentang apa yang kamu beli. Pameran tentang tenun, keramik, dan kerajinan perak Lanna menjelaskan tradisi daerah di balik barang-barang yang akan kamu temukan di workshop dan pasar seluruh kota.

Jelajahi
Dua perempuan Hmong berpakaian tradisional duduk di panggung kayu di depan gubuk bambu, salah satunya tersenyum sambil memegang kain, dengan kerajinan tangan buatan sendiri yang dipajang di sekitar mereka.

17. Beli Tekstil Suku Pegunungan Langsung di Desa Doi Pui

Sulaman Hmong, tas tenun, dan perhiasan perak yang dijual di sini berasal langsung dari keluarga-keluarga desa, bukan dari pemasok grosir. Karya mereka jelas berbeda dari barang-barang produksi massal yang ada di Night Bazaar. Kunjungi di pagi hari sebelum wisatawan dari Doi Suthep tiba.

Jelajahi

Tanya Jawab

Hari apa saja pasar walking street di Chiang Mai beroperasi?

Sunday Walking Street beroperasi setiap Minggu malam di Jalan Ratchadamnoen mulai sekitar pukul 16.00. Saturday Walking Street beroperasi setiap Sabtu malam di Jalan Wua Lai mulai sekitar pukul 17.00. Night Bazaar di Jalan Chang Khlan buka setiap malam sepanjang minggu.

Apa oleh-oleh terbaik yang bisa dibeli di Chiang Mai?

Kerajinan khas Chiang Mai yang paling ikonik adalah payung lukis tangan dari Bo Sang, ukiran jati dari Baan Tawai, kerajinan perak dari kawasan Wua Lai, dan kain tenun tangan khas Thailand Utara. Kopi single origin sangrai lokal dan rempah kering Thailand Utara adalah oleh-oleh makanan yang praktis dibawa pulang.

Apakah tawar-menawar lazim dilakukan di pasar Chiang Mai?

Tawar-menawar adalah hal biasa di Night Bazaar dan sebagian besar pasar berbasis kios. Di walking street, harga untuk barang buatan tangan biasanya sudah cukup adil, jadi tawar dengan sopan atau terima harga yang ditawarkan untuk karya pengrajin. Toko harga tetap seperti One Nimman dan studio Baan Kang Wat umumnya tidak bisa ditawar.

Apakah toko-toko di Chiang Mai bisa mengirim barang ke luar negeri?

Banyak workshop ukiran kayu dan furnitur yang lebih besar di Baan Tawai menawarkan pengiriman internasional dan bisa mengatur pengiriman kontainer untuk barang berukuran besar. Beberapa toko di Sunday Walking Street dan Night Bazaar juga melayani pengiriman internasional dasar untuk barang yang lebih kecil. Selalu konfirmasi asuransi dan nomor lacak sebelum membayar.

Pasar mana yang paling cocok dikunjungi jika hanya ada satu malam di Chiang Mai?

Sunday Walking Street di Jalan Ratchadamnoen adalah pilihan terkuat, menggabungkan pilihan kerajinan terbaik, jajanan kaki lima, dan suasana yang paling meriah. Jika berkunjung pada hari lain, Night Bazaar buka setiap malam. Pada Sabtu malam, Wua Lai Walking Street menawarkan pengalaman yang lebih lokal dan tidak terlalu ramai.