Panduan Lengkap Yingge Ceramics Old Street: Ibu Kota Keramik Taiwan
Yingge Ceramics Old Street di New Taipei City adalah pusat keramik utama Taiwan selama lebih dari dua abad. Dari cangkir teh suvenir yang terjangkau hingga keramik galeri, jalan ini menarik pencinta seni hingga kolektor serius. Padukan dengan Museum Keramik Yingge untuk pengalaman budaya satu hari penuh.
Fakta Singkat
- Lokasi
- Jianshanpu Road, Wenhua Road & Chongqing Street, Distrik Yingge, New Taipei City
- Cara ke sini
- New Taipei Metro Sanying Line: Stasiun Ceramics Old Street (jalan kaki 2 menit), atau Taiwan Railways: Stasiun Yingge (jalan kaki 10-15 menit)
- Waktu yang dibutuhkan
- 2-4 jam jika hanya di jalan utamanya; satu hari penuh jika digabung dengan Museum Keramik Yingge
- Biaya
- Jalan: gratis. Museum Keramik Yingge: NT$80 (gratis untuk warga New Taipei City, anak usia 12 ke bawah, lansia 65+, pelajar, dan penyandang disabilitas)
- Cocok untuk
- Pemburu keramik, pecinta kerajinan, keluarga, pelancong sehari dari Taipei
- Situs web resmi
- eng.taiwan.net.tw/m1.aspx?sNo=0002091&id=A12-00512

Apa Sebenarnya Yingge Ceramics Old Street
Yingge Ceramics Old Street, dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai 鶯歌陶瓷老街, adalah kawasan perdagangan bersejarah di Distrik Yingge, New Taipei City, sekitar 30 km barat daya pusat Taipei. Jalan utamanya membentang di Jianshanpu Road, menyambung ke Yuying Street dan Chongqing Street. Ketiganya membentuk pusat produksi dan jual-beli keramik tertua di Taiwan.
Ini bukan desa kerajinan buatan untuk wisata. Distrik Yingge sudah jadi sentra tembikar sejak awal abad ke-19, berkat endapan tanah liat lokal dan akses Dahan River yang memudahkan transportasi. Lama-kelamaan, jumlah tungku semakin banyak hingga akhirnya 'Yingge' jadi istilah langsung jika bicara keramik di Taiwan. Sekarang jalannya sudah ramah pejalan kaki dengan koridor bata merah, tapi toko, studio, dan gudang besarnya tetap menjalankan bisnis keramik asli.
ℹ️ Perlu diketahui
Kawasan ini adalah wilayah publik tanpa gerbang atau tiket masuk. Toko-toko biasanya buka sekitar jam 10:00 dan tutup 19:00, dengan jam operasional diperpanjang saat akhir pekan. Datang sebelum jam 10:30 di hari kerja, jalanan masih sepi.
Seperti Apa Rasanya Berjalan di Jalan Ini
Dari Stasiun Ceramic Old Street, kamu akan langsung tiba di ujung atas Jianshanpu Road. Pertama yang terasa adalah intensitasnya: memang jalannya tak panjang jika dibanding destinasi wisata lain, tapi sangat padat. Toko-toko berjejer di kedua sisi, pintunya terbuka lebar dengan rak keramik penuh hingga plafon. Kesannya kadang seperti pasar, kadang seperti galeri—tergantung tokonya.
Pilihan produknya sangat beragam. Di satu sisi, ada cangkir teh lukis tangan seharga NT$50, tatakan sumpit bentuk hewan, sampai piring suvenir berlapis glasir pemandangan tinta. Di sisi lain, studio independen di gang-gang menawarkan stoneware buatan seniman langsung lengkap dengan tanda tangan, harganya sebanding dengan tingkat kerajinan. Teko gaya Yixing kelas menengah buatan lokal biasanya di kisaran NT$800-3.000. Kuncinya, tahu mana toko yang jualan produksi massal dan mana karya studio, biasanya kelihatan dari lima detik pertama masuk.
Aroma tanah liat memang nyata. Di studio dan ruang workshop yang masih punya tungku atau area produksi di belakang toko, kadang tercium wangi mineral lembut, berbeda dari jalan belanja biasa. Saat hari hangat dan pintu dibiarkan terbuka, wanginya sampai ke jalan. Detail sensori ini jadi bukti kamu memang di lokasi kerajinan nyata, bukan sekadar jalan wisata.
Pengalaman di Berbagai Waktu Seharian
Pada pagi hari di hari kerja, sekitar jam 10:00-12:00, suasana paling tenang. Pemilik toko sibuk merapikan display atau stok barang, sebagian toko masih tutup, atmosfer terasa seperti lingkungan lokal. Waktu ini cocok untuk menjelajah lebih dalam dan ngobrol langsung dengan pemilik toko soal koleksi mereka. Studio kecil yang jarang menerima rombongan tur biasanya lebih mudah diajak interaksi di jam-jam ini.
Menjelang siang, terutama akhir pekan, rombongan tur berdatangan dan suasana berubah. Jianshanpu Road jadi ramai dan berpindah toko perlu lebih sabar. Bukan pengalaman buruk, justru terasa hidup sebagai pusat dagang asli, bukan kawasan sisa masa lampau; hanya saja, memotret secara detail atau ngobrol santai dengan perajin jadi lebih sulit.
Sore hari sekitar jam 16:30-18:00 kembali sepi karena rombongan sudah pulang dan pembeli terakhir belum berdatangan. Pencahayaan di waktu ini bagus untuk foto-foto, dengan sinar rendah menyusuri jalan. Banyak toko tetap buka sampai sekitar 19:00 di hari kerja atau lebih lama saat akhir pekan, jadi tak perlu terburu-buru.
💡 Tips lokal
Akhir pekan antara pukul 12:00-15:00 adalah jam paling ramai. Jika ingin lebih leluasa, datanglah jam 10:00 pagi atau setelah jam 16:00.
Sejarah dan Budaya: Cerita di Baliknya
Industri keramik di Yingge sudah ada sekitar dua abad, sehingga ini salah satu tradisi kerajinan tertua yang masih berjalan di Taiwan. Lokasinya di pinggir Sungai Dahan memudahkan akses tanah liat dari perbukitan dan jalur distribusi barang ke Taiwan Utara. Pada masa penjajahan Jepang (1895-1945), tungku di Yingge menghasilkan banyak keramik rumah tangga untuk seluruh Taiwan.
Transformasi jalan ini menjadi pusat wisata sudah berjalan lebih dari 30 tahun melalui pedestrianisasi, renovasi fasad, serta program budaya. Jalan bata merah yang ditemui sekarang adalah hasil penataan itu. Ini bukan berarti ia jalanan yang 'artifisial', tapi Yingge memang kawasan kerajinan aktif yang memilih menata diri agar ramah wisatawan. Hasilnya, kawasan ini nyaman untuk dikunjungi tanpa kehilangan nuansa aslinya.
Museum Keramik Yingge Kota New Taipei yang resmi dibuka 2000 jadi titik balik pengalaman kawasan ini. Museum menampilkan sejarah produksi keramik dari zaman prasejarah hingga studio kontemporer dan memberi konteks lebih dalam pada aktivitas niaga di jalan ini. Untuk yang ingin memahami keramik, bukan sekadar belanja, tiket NT$80 rasanya sepadan. Kunjungi sebelum atau sesudah menyusuri jalan. Lihat juga panduan kami tentang museum terbaik Taipei.
Petunjuk Praktis: Cara ke Lokasi & Keliling Kawasan
Rute paling mudah dari pusat Taipei adalah naik kereta Taiwan Railways (TRA) ke Stasiun Yingge. Jalan kaki dari pintu keluar stasiun ke awal Jianshanpu Road sekitar 10-15 menit. Banyak pelancong memilih pilihan ini, terutama jika ingin sekalian mampir ke destinasi lain di jalur barat kereta.
Jika membawa kendaraan sendiri, perhatikan aturan parkir yang cukup ketat. Area parkir umum tersedia, tapi parkir sembarangan di jalan tanpa izin berpotensi diderek. Penting diingat, karena jalan kecil di Yingge terlihat seolah bisa dipakai parkir sebentar, padahal tidak diperkenankan.
Jalur utama jalannya datar dan mudah dilalui pejalan kaki, membuat kawasan ini cukup ramah bagi kebanyakan pengunjung. Meski begitu, ini tetap kawasan niaga tradisional—bukan zona wisata yang dibangun khusus. Trotoar tidak selalu lebar, beberapa toko ada satu anak tangga dari jalan, dan gang-gang sempit bisa menyulitkan untuk kursi roda atau stroller. Namun Museum Keramik Yingge sangat ramah akses, lengkap dengan lift dan ramp.
Yingge cocok jadi bagian dari itinerary satu hari yang juga mencakup destinasi di jalur barat TR. Tamsui, Sanxia, dan kota lain di arah barat bisa digabung dalam satu hari, asal transportasinya diatur. Untuk inspirasi susunan rute, cek juga panduan perjalanan sehari dari Taipei.
Tips Belanja: Cara Mendapatkan Keramik Terbaik
Hal terpenting saat belanja di Yingge: harga tak selalu mencerminkan mutu, dan sebaliknya. Toko yang fokus suvenir banyak di sekitar ujung stasiun Jianshanpu Road, tempat lalu lintas pejalan kaki paling ramai. Di sini ada banyak barang menarik dan murah, tapi sering kali dibuat massal. Sementara, studio kecil di gang dan ujung jalanlah yang menawarkan keramik buatan tangan dan dipanggang di tungku tradisional, lengkap dengan cap pembuat di bawahnya.
Beberapa toko menawarkan workshop keramik dengan biaya tambahan dan biasanya harus reservasi dulu. Mulai dari melukis keramik sendiri (cocok untuk anak-anak, tak perlu skill) sampai kelas membuat tembikar dengan roda selama 1-2 jam dan hasil karya bisa dibawa pulang setelah dibakar. Jika tujuan utama ingin ikut workshop, sebaiknya booking dulu lewat kontak resmi toko, karena walk-in belum tentu tersedia.
Untuk keperluan packing: umumnya toko akan membungkus belanjaan dengan kertas koran atau bubble wrap, kadang disediakan kotak jika sangat rapuh. Jika beli teko atau barang yang berongga, tanya soal kemasan sebelum bayar. Bagasi pesawat tetap berisiko meski dibungkus baik—sebaiknya barang penting dibawa masuk ke kabin.
💡 Tips lokal
Cari barang dengan segel atau cap pembuat di bagian dasar. Ini tanda keramik hasil studio, bukan produk massal—penting untuk nilai jual kembali dan keaslian.
Cuaca, Musim, dan Waktu Terbaik Berkunjung
Yingge adalah pengalaman jalanan terbuka, jadi cuaca sangat berpengaruh dibanding kunjungan ke museum. Iklim Taipei lembap subtropis: musim panas panas dan basah sekitar Mei-September, lebih sejuk dan kering Oktober-April. Periode Oktober-April biasanya paling nyaman untuk berjalan santai. Musim semi dan gugur umumnya paling menyenangkan.
Musim panas tetap enak saja asal persiapan. Jalan utama terbatas teduhnya, suhu siang pada Juli–Agustus bisa bikin malas kelamaan belanja. Mulailah pagi, pakai baju tipis, dan jadwalkan masuk toko ber-AC sekitar pukul 13:00-15:00, di saat paling panas. Jangan lupa bawa minum.
Musim dingin, sekitar Desember–Februari, punya suasana berbeda: udara sejuk, lebih sedikit turis, jalanan lebih tenang, cocok untuk eksplor pelan-pelan. Ada beberapa bagian jalan yang beratap, lumayan untuk teduh hujan ringan. Tapi payung lipat sebaiknya tetap dibawa, apalagi cuaca Taipei lumayan tak menentu soal hujan. Untuk panduan lengkap perencanaan musim, lihat juga waktu terbaik mengunjungi Taipei.
Siapa yang Perlu Mempertimbangkan Ulang Kunjungan
Yingge memang destinasi minat khusus. Kalau keramik dan dunia kerajinan bukan fokus utama, kawasan ini bisa terasa kurang berbeda dari area belanja atau kuliner di pusat Taipei. Perjalanan dari tengah kota butuh waktu minimal 30–45 menit satu arah—lumayan menyita waktu jika itinerary cuma dua-tiga hari. Kalau Anda tidak begitu suka tembikar, waktu mungkin lebih baik dipakai menjelajah area lain.
Demikian juga, pelancong yang fokus pada kawasan bersejarah Taipei, arsitektur kuil, atau kuliner kaki lima akan dapat pengalaman lebih padat di area seperti Dihua Street atau Wanhua. Yingge paling cocok untuk yang memang mencari pengalaman keramik dan kerajinan.
Tips Orang Dalam
- Jalan sampai ujung Jianshanpu Road lalu masuk ke gang-gang kecil sebelum kembali ke jalan utama. Toko terdekat stasiun biasanya yang paling berorientasi turis; studio lebih jauh dan yang di dalam gang dijalankan langsung oleh perajin.
- Kalau ingin belanja serius, sebaiknya kunjungi dulu Museum Keramik Yingge. Koleksi tetapnya sangat membantu untuk mengenal jenis glasir, tanah liat, dan periode sejarah sehingga belanja jadi jauh lebih terasa maknanya.
- Beberapa toko menawarkan harga grosir jika membeli dalam jumlah tertentu. Bila berencana beli hadiah lebih dari satu, jangan sungkan tanya soal diskon jumlah.
- Setiap tahun biasanya ada Festival Keramik Yingge dengan pameran luar ruangan, demo seniman, dan stan dari berbagai studio yang belum tentu ada toko resminya. Jadwal biasanya di musim gugur, tapi tanggal pasti berbeda tiap tahun. Cek info dari Dinas Pariwisata New Taipei.
- Bawa uang tunai pecahan kecil. Banyak studio kecil hanya menerima cash, dan ATM terdekat mungkin butuh jalan kaki kembali ke arah stasiun.
Untuk Siapa Yingge Ceramics Old Street?
- Kolektor keramik dan pencinta kerajinan yang ingin destinasi belanja spesialis
- Keluarga dengan anak-anak yang tertarik ikut workshop kerajinan langsung
- Pelancong yang minat pada sejarah kerajinan Taiwan dan warisan industri
- Wisatawan satu hari yang ingin menggabungkan Yingge dengan destinasi lain di jalur barat TRA
- Pembeli hadiah yang ingin suvenir khas buatan lokal, bukan sekadar barang turis standar
Atraksi Terdekat
Kombinasikan kunjunganmu dengan:
- Jalur Tebing Bitou
Jalur Tebing Bitou (鼻頭角步道) mengikuti punggungan sempit di atas Samudra Pasifik di Distrik Ruifang, New Taipei City. Masuk gratis dan panjangnya sekitar 3,5 km, menawarkan pemandangan laut paling dramatis yang mudah diakses dari Taipei. Beberapa bagian jalur direnovasi sejak 2020, jadi pastikan cek info terbaru sebelum berangkat.
- Desa Kucing Houtong
Desa Kucing Houtong adalah bekas pemukiman pertambangan di Distrik Ruifang, New Taipei City, yang kini dipenuhi kucing dan mengubah desa industri yang nyaris punah menjadi salah satu tujuan wisata foto sehari terbaik di Taiwan. Masuk desa gratis, bisa dicapai naik kereta Taiwan Railways dari Taipei, dan cocok dikombinasikan dengan Taman Ekologi Tambang Batu Bara Houtong yang bersebelahan.
- Kawasan Museum Emas Jinguashi
Terletak di pegunungan Kecamatan Ruifang, Museum Emas Jinguashi melestarikan kompleks tambang emas dan tembaga era Jepang. Ada terowongan bawah tanah, arsitektur kolonial, tugu tawanan perang, serta pemandangan pantai Pasifik — semua dalam satu taman terbuka.
- Jiufen Old Street
Jiufen Old Street (Jishan Street) adalah gang sempit yang dihiasi lampion, berliku di bekas kota tambang emas di atas pantai timur laut Taiwan. Gratis masuk dan mudah diakses dengan kereta serta bus dari Taipei. Datang pagi atau bertahan hingga senja, saat lampion merah berpijar di antara kabut pegunungan.