London Court: Lorong Tudor Menawan di Tengah Perth

Dibuka sejak 1937, London Court adalah lorong belanja beratap dua lantai bergaya Tudor di jantung CBD Perth, menghubungkan Hay Street Mall dan St Georges Terrace. Gratis masuk, ramah kursi roda, dan jadi alternatif arsitektur unik di tengah gedung-gedung kaca modern.

Fakta Singkat

Lokasi
645–647 Hay Street, Perth CBD WA 6000
Cara ke sini
Pusat kota Perth; cek Transperth untuk rute bus dan kereta terbaru menuju CBD
Waktu yang dibutuhkan
20–45 menit untuk berjalan dan melihat-lihat
Biaya
Gratis masuk; harga di tiap toko bervariasi
Cocok untuk
Pecinta arsitektur, penggemar sejarah, pejalan kaki yang penasaran di CBD
Pemandangan di dalam London Court Perth, menampilkan fasad bergaya Tudor, deretan toko dengan kanopi garis-garis, dan pengunjung berjalan di lorong.
Photo -wuppertaler (CC BY 4.0) (wikimedia)

Apa Itu London Court?

London Court adalah lorong perbelanjaan beratap gaya Tudor-revival yang menghubungkan Hay Street Mall dan St Georges Terrace di pusat kota Perth. Dibuka tanggal 29 Juli 1937 dan masih jadi salah satu lorong paling ikonik secara arsitektur di Australia Barat. Fasadnya sengaja dibuat terasa seperti jalanan Inggris kuno: jendela kayu, atap segitiga yang rumit, ornamen lambang, dan nuansa dramatis yang sangat kontras dengan gedung kaca di sekitarnya.

Lorong ini membentang sekitar 100 meter menembus satu blok. Bagian tengah dua lantai dan sebagian terbuka ke langit, memungkinkan cahaya alami masuk dan menciptakan nuansa berbeda dibanding mal tertutup kebanyakan. Saat mendung, detail kayu gelap menyerap cahaya dan lorong terasa makin atmosferik. Kalau cerah, bayangan balkon atas membentuk kontras grafis di fasad toko.

ℹ️ Perlu diketahui

London Court masuk dalam Daftar Cagar Budaya Negara Bagian Australia Barat. Berkunjung di sini gratis; tidak ada tiket masuk, tinggal melintas saja.

Dekatkan Diri ke Detail Arsitekturnya

Gaya bangunannya paling tepat disebut Tudor-revival atau mock-Tudor, trend dekoratif yang populer di Inggris dan jajahannya pada era antarperang. Di tiap ujungnya ada menara jam besar yang jadi pusat perhatian. Jam di Hay Street menampilkan figur St George dan naga, sedangkan di sisi St Georges Terrace ada jam dekoratif lainnya. Patung mekanik ini favorit pengunjung untuk difoto dan layak diamati kalau waktunya pas.

Jangan lupa menengadah saat melintas: lantai atas punya galeri terbuka dengan pagar kayu, sedangkan etalase toko dihias jendela kaca patri, penyangga ukir, dan lambang perisai. Detail ornamen luar biasa padat untuk ukuran masa kini, jadi perlahan-lahan menjelajah akan terasa lebih seru. Anda akan menemukan detail yang mudah terlewat, misal ukiran wajah di atas pintu, lambang lukis, hingga gantungan lentera besi tua.

Pencatatan warisan budaya oleh State Heritage Office mengakui pentingnya London Court bagi sejarah kota. Sebagai potongan sejarah yang masih berdiri, lorong ini merefleksikan ambisi dan selera estetik Perth di akhir 1930-an, saat kota ini membangun identitas Eropa-nya sendiri.

Tiket dan tur

Harga dan tanggal langsung dari mitra pemesanan kami. Jika Anda memesan, kami mungkin menerima komisi tanpa biaya tambahan.

  • The Bell Tower chiming experience

    Mulai dari 11 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Pinnacles and Swan Valley Full-day Guided Tour

    Mulai dari 201 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Perth and Fremantle Guided Tour and Swan River Cruise

    Mulai dari 110 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
  • Perth and Fremantle Tour in German with Hotel Pickup

    Mulai dari 84 €Konfirmasi instanPembatalan gratis

Nuansa Lorong Berubah Sepanjang Hari

Pagi hari sebelum toko buka, lorong ini sangat sunyi, sampai jejak kaki Anda sendiri terdengar. Cahaya masuk rendah lewat atap terbuka, dan detail kayu besi jadi lebih jelas tanpa keramaian. Ini waktu terbaik untuk memotret tanpa banyak orang berseliweran.

Dari pertengahan pagi hingga awal sore, arus pengunjung padat. Karena posisinya memang jalur utama antara Hay Street Mall dan St Georges Terrace, lorong ini lebih sering jadi jalan pintas ketimbang destinasi belanja. Pegawai kantor, turis, dan pencari oleh-oleh lewat silih berganti. Suasana berubah jadi sibuk dan riuh, suara langkah dan obrolan memantul di dinding. Saat jam mekanik bergerak, banyak yang berkumpul menonton.

Menjelang sore, arus pejalan kaki menurun lagi seiring perkantoran tutup. Kualitas cahaya senja berubah signifikan, sering kali hangat dari arah barat. Kalau berkunjung di musim panas, ketika suhu Perth bisa lebih dari 30°C, lorong ini jadi jalan pintas yang teduh dan terasa jauh lebih sejuk dibanding jalan terbuka.

💡 Tips lokal

Patung mekanik pada jam di sini wajib dilihat; cek jamnya saat tiba dan perhatikan apakah sedang bergerak.

Ada Apa Saja di Dalamnya?

Sebagian besar toko di London Court menawarkan produk khusus, mulai dari perhiasan, toko cinderamata, hingga suvenir, dan beberapa jenis usaha kecil lainnya. Pilihan toko beragam, bukan dikurasi khusus, dan tiap toko punya kualitas serta harga bervariasi. Kalau mencari opal Australia, perhiasan emas, atau hadiah bernuansa turis, di sini banyak pilihannya. Tapi kalau mencari fashion kekinian atau toko besar, ini bukan tempatnya.

Lorong ini bukan destinasi kuliner. Tidak ada kafe atau tempat makan signifikan di dalam lorong. Kalau mau ngopi atau makan siang, di blok sekitar CBD Perth tersedia banyak pilihan, dan Hay Street Mall ada persis di samping lorong.

Pengunjung yang ingin mengeksplor CBD juga bisa mampir ke Perth Mint, jaraknya hanya beberapa menit jalan kaki di Hay Street, untuk pengalaman sejarah yang lebih lengkap, termasuk tur dan atraksi emas.

Informasi Praktis untuk Pengunjung

London Court berada di 647–653 Hay Street Mall, Perth WA 6000. Pintu masuk di Hay Street Mall sangat mudah dikenali—cari saja menara jam bergaya Tudor di tengah area pejalan kaki. Masuk dari St Georges Terrace sama menonjolnya di sisi perkantoran. Kedua pintu buka selama jam kerja umum; lorong bisa diakses publik sebagai jalan tembus, tapi waktu buka tiap toko bisa berbeda. Sebaiknya cek jam buka masing-masing sebelum sengaja datang.

Akses ke sini sangat mudah dari manapun di CBD Perth. Pusat kota dilayani zona transportasi gratis Transperth untuk bus dalam jaringan CAT (Central Area Transit). Selalu cek jadwal dan rute terbaru ke Transperth, karena kadang berubah. Lorong mudah diakses dengan kursi roda lewat pintu Hay Street menurut situs Visit Perth.

Kalau berencana berjalan-jalan seharian di pusat kota, London Court cocok digabung dengan keliling CBD Perth dan mampir ke Perth Cultural Centre yang berisi museum dan galeri utama di utara CBD.

⚠️ Yang bisa dilewati

Jam buka lorong dan toko-toko tidak tersedia dari satu sumber resmi. Kalau ingin mengunjungi toko tertentu, hubungi langsung sebelum berangkat.

Penilaian Jujur: Worth It Nggak?

London Court layak untuk kunjungan singkat sekitar 20 menit, bukan destinasi setengah hari penuh. Daya tarik utamanya adalah sejarah dan arsitekturnya, bukan pusat belanja. Bangunan 1930-an ini benar-benar unik, dan dua menara jam mekanikya jadi magnet utama. Sebagai tujuan belanja, pilihannya cukup spesifik dan terbatas.

Wisatawan yang lewat sambil penasaran akan puas menjelajah di sela Hay Street dan St Georges Terrace. Tapi jika menanti pengalaman belanja eksklusif atau museum sejarah yang luas, mungkin ekspektasinya terlalu tinggi. Anak-anak biasanya senang dengan patung jamnya; yang tak suka keramaian, datang saja pagi hari.

Untuk merangkai satu hari penuh eksplorasi destinasi utama Perth, cek juga itinerari 3 hari di Perth untuk melihat bagaimana London Court bisa masuk rangkaian kunjungan di CBD.

Buat yang suka memotret arsitektur di tengah kota, tempat ini juga bisa disambung dengan His Majesty's Theatre di dekat sini—contoh arsitektur kota Perth awal abad ke-20 yang masih terjaga baik.

Tips Orang Dalam

  • Jangan lewatkan patung jam mekanik — atraksi kecil yang sering terlewat pengunjung.
  • Foto gerbang Hay Street sering sekali muncul di media sosial. Jika ingin sudut yang berbeda, ambil gambar dari tengah lorong, arahkan ke menara jam di Hay Street, dan pastikan galeri hiasan terlihat di atas.
  • Lorong ini teduh dan lebih sejuk dibanding jalan terbuka. Cocok jadi tempat singgah siang hari saat musim panas Perth yang bisa lebih dari 30°C.
  • Galeri balkon lantai atas paling jelas dilihat dari dalam lorong. Luangkan waktu untuk melihat ke atas, jangan hanya lewat — detail perisai dan penyangga ukiran lebih terlihat jika Anda benar-benar memperhatikan.
  • Jika Anda tertarik detail status cagar budaya dan sejarah arsitektur, State Heritage Office Australia Barat punya data lengkap yang bisa diakses online dan lebih detail dari kebanyakan sumber wisata.

Untuk Siapa London Court?

  • Penggemar arsitektur dan sejarah dengan minat pada gaya dekoratif era antarperang
  • Pecinta fotografi yang mencari objek kontras dengan latar skyline modern CBD
  • Keluarga dengan anak kecil yang penasaran dengan patung jam mekanik
  • Pelintas antara Hay Street Mall dan St Georges Terrace yang ingin rute lebih menarik dari jalan biasa
  • Pengunjung yang ingin mencari perhiasan opal Australia atau cinderamata unik

Atraksi Terdekat

Hal lain yang bisa dilihat di Perth CBD:

  • Art Gallery of Western Australia

    Art Gallery of Western Australia (AGWA) adalah institusi seni publik terkemuka di negara bagian ini, berlokasi di gedung geometris khas tahun 1979 di Perth Cultural Centre. Tiket masuk umum gratis, koleksi permanen mencakup seni Australia dan internasional lintas zaman, dan galeri hanya beberapa langkah dari Stasiun Kereta Perth.

  • Bell Tower (The Swan Bells)

    Bell Tower di Barrack Square menyimpan salah satu instrumen musik terbesar di dunia: 18 lonceng, termasuk 12 lonceng bersejarah dari St Martin-in-the-Fields, London. Dengan panorama sungai, pameran interaktif, dan sesi membunyikan lonceng langsung, tempat ini pantas jadi ikon di waterfront Perth CBD.

  • Elizabeth Quay

    Elizabeth Quay adalah kawasan publik gratis di tepi Sungai Swan, pusat Perth, yang dibuka pada Januari 2016. Di sini ada deretan tempat makan pinggir sungai, karya seni publik, jalan setapak di tepi inlet, serta akses mudah ke feri dan kereta — berfungsi sebagai tempat kumpul sekaligus gerbang menuju CBD.

  • His Majesty's Theatre

    His Majesty's Theatre di Hay Street telah menjadi jantung budaya Perth sejak dibuka di malam Natal tahun 1904. Kombinasi arsitektur Edwardian megah dan panggung pertunjukan kelas dunia, cocok untuk penikmat teater maupun pencinta sejarah bangunan bersejarah Australia Barat.

Tempat terkait:Perth CBD
Destinasi terkait:Perth, Australia

Sedang merencanakan perjalanan? Temukan aktivitas personal dengan aplikasi Nomado.