Kapuzinergruft (Makam Kekaisaran): Makam Dinasti Habsburg di Wina
Di bawah gereja Kapusin sederhana di Neuer Markt, terdapat salah satu situs pemakaman dinasti paling luar biasa di Eropa. Kapuzinergruft menyimpan jenazah 149 anggota keluarga Habsburg, termasuk Permaisuri Elisabeth (Sisi) dan Kaisar Franz Joseph, tersebar di beberapa ruang kubah yang melintasi empat abad sejarah kekaisaran. Suasananya lebih tenang dan terasa dibandingkan monumen megah lain di Wina.
Fakta Singkat
- Lokasi
- Tegetthoffstraße 2, 1010 Wina (Innere Stadt, di bawah Gereja Kapusin di Neuer Markt)
- Cara ke sini
- U1/U3 Stephansplatz (jalan kaki 5 menit); U1/U2/U4 Karlsplatz (jalan kaki 7 menit); Bus 2A ke Plankengasse/Albertinaplatz
- Waktu yang dibutuhkan
- 45–75 menit
- Biaya
- Dewasa sekitar €8; usia 6–18 tahun sekitar €4,80; di bawah 6 tahun gratis; harga khusus tersedia. Cek harga terbaru sebelum berkunjung.
- Cocok untuk
- Pecinta sejarah, penggemar dinasti Habsburg, dan mereka yang tertarik pada warisan kerajaan Eropa dan seni makam
- Situs web resmi
- www.kaisergruft.at

Apa Sebenarnya Kapuzinergruft Itu
Kapuzinergruft, secara resmi bernama Kaisergruft bei den P.P. Kapuzinern in Wien, adalah tempat pemakaman utama dinasti Habsburg. Didirikan tahun 1618 dan diresmikan 1632, letaknya di bawah Gereja Kapusin di Neuer Markt—sebuah alun-alun yang sering dilewati wisatawan Wina tanpa sadar apa yang tersembunyi di bawahnya. Sejak 1633, total 149 anggota Wangsa Habsburg dimakamkan di sini; termasuk 12 kaisar dan 19 permaisuri serta ratu. Sarkofagus yang paling banyak dikunjungi adalah milik Permaisuri Elisabeth (dikenal sebagai Sisi), Kaisar Franz Joseph I, dan Permaisuri Maria Theresa.
Gerejanya sendiri tampak sangat sederhana di luar, sesuai dengan prinsip kerendahan hati ordo Kapusin. Tak ada pintu masuk megah atau fasad mencolok yang menandakan apa yang ada di dalam. Anda akan menuruni tangga pendek (atau naik lift) menuju serangkaian ruang kubah yang saling terhubung, yang bertambah banyak seiring dinasti berkembang. Bagian tertua dari batu polos; ruang-ruang abad ke-18 makin barok; dan kamar terbaru, tempat pemakaman terakhir abad ke-20, tampil sangat bersahaja bila dibandingkan.
💡 Tips lokal
Jam buka tiap hari 10.00–18.00, terakhir masuk pukul 17.30. Jam khusus (lebih pendek) berlaku 1–2 November (10.00–14.00), 24 Desember (10.00–16.00), 31 Desember (10.00–15.00), dan 1 Januari (12.00–18.00). Pastikan cek jam terbaru sebelum berkunjung.
Tata Ruang: Menelusuri Empat Abad
Makam ini disusun berdasarkan urutan waktu, ruangan demi ruangan—dan urutannya memang penting. Anda mulai dari ruang terawal, di mana sarkofagusnya sederhana dan menghitam karena usia, lalu bergerak maju melewati zaman. Setiap ruangan mewakili era pemerintahan Habsburg yang berbeda, dan gaya hiasan pada peti mati mengikuti gambaran diri dinasti yang ikut berubah. Di ruang Karl dan ruang Kaisar abad ke-19, sarkofagus sudah berubah menjadi benda-benda monumental—dengan elang kekaisaran, patung duka cita, dan alegori rumit.
Pusat perhatian adalah sarkofagus ganda Permaisuri Maria Theresa dan suaminya, Kaisar Franz I Stephen dari Lorraine, selesai tahun 1753. Ini adalah karya terbesar di seluruh kompleks makam dan mengisi satu ruangan khusus, Maria Theresa Vault. Di atas tutupnya ada dua patung seukuran asli pasangan kerajaan, digambarkan seolah sedang berbincang. Detailnya sungguh istimewa: baju kebesaran, renda, medali, dan ekspresi wajah yang terasa sangat alami. Gaya barok di sini benar-benar ditampilkan maksimal—luangkan waktu beberapa menit di ruangan ini.
Franz Joseph I dan Permaisuri Elisabeth dimakamkan berdampingan dalam ruang Franz Joseph Vault. Peti mati Elisabeth adalah yang paling banyak menarik pengunjung; hampir selalu ada kerumunan kecil di sekitarnya. Makam Franz Joseph juga menonjol, tapi biasanya lebih sepi sehingga Anda bisa mengamati lebih saksama. Nuansa ruangannya berbeda dari ruang barok sebelumnya: terasa lebih modern, lebih personal, tidak terlalu dibungkus mitos.
Tiket dan tur
Pilihan terpilih dari mitra pemesanan kami. Harga bersifat indikatif; ketersediaan dan harga akhir dikonfirmasi saat Anda menyelesaikan pemesanan.
Imperial Vienna 72-hour hop-on hop-off bus
Mulai dari 55 €Konfirmasi instanPembatalan gratisSkip-the-Line Entrance with Guide to Schonbrunn Palace and Gardens
Mulai dari 45 €Konfirmasi instanPembatalan gratisLuggage Storage in Vienna
Mulai dari 6 €Konfirmasi instanPembatalan gratisStrauss Dinner Show
Mulai dari 99 €Konfirmasi instanPembatalan gratis
Suasana dan Pengalaman Indrawi
Suhu di bawah tanah selalu sejuk sepanjang tahun, sekitar 10–12°C, jadi sebaiknya bawa lapisan baju ekstra meski musim panas. Udara terasa khas: campuran bau batu dan tanah seperti di gereja tua atau ruang bawah tanah—bukan tak enak, tapi khas ruang bawah tanah. Pencahayaan dibuat remang-remang dengan sorot lampu ke sarkofagus utama, jadi fotografi butuh kesabaran dan tangan stabil. Akustik di sini teredam; pembicaraan otomatis pelan tanpa perlu diingatkan.
Saat buka jam 10.00, makam biasanya masih sangat sepi—waktu terbaik untuk berjalan santai, berhenti di depan sarkofagus tertentu tanpa keramaian, dan membaca label yang kebanyakan berbahasa Jerman. Setelah pukul 11.00 hingga 14.00, grup tur mulai berdatangan dan koridor makin padat. Audio guide (tersedia beberapa bahasa) membantu Anda menikmati kunjungan sesuai ritme sendiri, tanpa perlu menunggu tur terpandu.
💡 Tips lokal
Datanglah pukul 10.00 atau setelah 15.30 untuk menghindari puncak kunjungan grup tur. Pagi hari juga memberi suasana tenang untuk membaca prasasti, yang sering memuat detail biografi cukup mengejutkan.
Nilai Sejarah dan Budaya
Dinasti Habsburg memerintah Austria dan sebagian besar Eropa Tengah selama sekitar 600 tahun. Kapuzinergruft adalah jejak fisik akhir dinasti: setiap kaisar, dari Ferdinand II (wafat 1637) hingga Karl I (wafat 1922), dimakamkan di sini. Karl I adalah kaisar Habsburg terakhir, terguling setelah kekaisaran Austro-Hungaria runtuh tahun 1918. Pemakaman Karl I tahun 1989 (jenazah dipulangkan dari pengasingan di Madeira) menjadi pemakaman kekaisaran terakhir di Wina. Memahami sejarah politik ini membuat kunjungan terasa lebih bermakna. Untuk perspektif lebih luas tentang warisan Habsburg di seluruh kota, panduan sejarah kekaisaran Habsburg membahas jangkauan dinasti ini di istana, gereja, hingga monumen kota.
Sampai sekarang, para biarawan Kapusin masih merawat makam, tradisi yang sudah berjalan sejak abad ke-17. Pilihan membangun makam di gereja Kapusin juga sarat makna: mereka ordo pengemis yang menekankan hidup sederhana, sangat kontras dengan kemegahan makam kekaisaran. Ketegangan antara kesederhanaan monastik dan kemewahan dinasti ini terasa di setiap ruang dan semakin nyata semakin dalam Anda menjelajah kompleks.
Makam ini sangat terhubung dengan situs Habsburg lain di Innere Stadt Wina. Istana Hofburg berjarak 10 menit berjalan kaki ke utara dan mencakup Museum Sisi serta Apartemen Kekaisaran. Perbendaharaan Kekaisaran di kompleks Hofburg menyimpan mahkota permata Habsburg. Ketiga tempat ini membentuk benang merah perjalanan sejarah kekaisaran Wina.
Panduan Praktis: Cara ke Sana dan Masuk
Pintu masuk berada di Tegetthoffstraße 2, menghadap alun-alun Neuer Markt. Pintu makam ada di kanan pintu utama gereja dan jelas bertanda. Tiket dibeli di meja kecil begitu Anda masuk. Makam ini diklaim sepenuhnya ramah difabel, tanpa tangga di pintu utama dan tersedia lift ke ruang bawah tanah, menjadikannya salah satu situs bawah tanah bersejarah yang paling mudah diakses di Wina.
Dari Stephansplatz (U1/U3), jalan kaki ke selatan menyusuri Kärntner Straße sekitar lima menit, lalu belok kanan ke Tegetthoffstraße. Dari Karlsplatz (U1/U2/U4), berjalan kaki tujuh menit ke utara. Bus 2A berhenti di Plankengasse/Albertinaplatz, hanya dua menit dari pintu. Jalan-jalan di sekitar sini adalah zona pejalan kaki pusat kota Wina, jadi akses sangat mudah dari berbagai arah. Jika Anda ingin menghabiskan seharian di distrik satu, tur jalan kaki Innere Stadt bisa membantu Anda menata kunjungan makam sebagai bagian dari rute yang lebih besar.
ℹ️ Perlu diketahui
Fotografi diperbolehkan di seluruh area makam. Tripod kurang cocok karena lorong sempit, tapi kamera saku dan ponsel bekerja baik di kondisi cahaya rendah. Jangan gunakan flash karena justru menghilangkan detail sarkofagus.
Siapa yang Cocok Berkunjung & Siapa yang Mungkin Lewat
Kapuzinergruft cocok bagi pengunjung dengan pengetahuan sejarah Habsburg atau yang bersedia memakai audio guide. Tanpa konteks, barisan peti mati indah di sini bisa terasa mengulang setelah beberapa ruangan. Tempat ini bukan museum dengan panel narasi interpretatif: informasinya ada pada label dan audio guide, pengalaman utamanya hening dan reflektif.
Pecinta kisah Sisi akan menikmati kunjungan singkat ke sini. Sarkofagus Permaisuri Elisabeth memang ikonik, namun di makam ini hanya sedikit penjelasan soal biografinya selain tahun dan gelar di peti. Museum Sisi di Hofburg lebih mengulas sisi biografi Sisi secara mendalam dan jadi pilihan utama bila Anda penggemar kisah Elisabeth. Makam lebih cocok untuk pecinta sejarah dinasti secara umum.
Anak kecil mungkin merasa tempat ini menyeramkan atau kurang menarik. Ruangannya gelap, dingin, dan seluruh isi makam memang tentang kematian dan pemakaman. Tidak ada fitur interaktif maupun fasilitas di ruang bawah tanah. Jika Anda punya klaustrofobia, ingat bahwa beberapa ruang tua berdinding kubah di sini sempit dan rendah, meskipun ruang baru lebih terbuka.
Sekitar Area Neuer Markt
Neuer Markt sendiri adalah alun-alun yang nyaman meski bersahaja, dengan air mancur Donnerbrunnen di tengahnya—mahakarya abad ke-18 oleh Georg Raphael Donner yang dulu pernah mengundang kontroversi akibat patung alegori separuh telanjang. Setelah dari makam, alun-alun ini jadi titik orientasi yang pas untuk eksplorasi lingkungan sekitar. Museum Albertina hanya lima menit jalan kaki ke arah barat laut, dan Opera Negara Vienna juga berjarak hampir sama di arah selatan. Kärntner Straße, jalur pejalan kaki utama Innere Stadt, berada di sisi timur alun-alun.
Beberapa kedai kopi klasik Wina mudah dijangkau dengan berjalan kaki dan cocok jadi akhir kunjungan—kebanyakan orang memang ingin duduk tenang setelahnya. Kontras nuansanya sangat khas Wina: kemegahan kematian di bawah tanah, secangkir Melange dan Apfelstrudel di atasnya.
Tips Orang Dalam
- Sarkofagus ganda Maria Theresa dan Francis I Stephen sering difoto dari depan pintu. Berkelilinglah ke sisi ruangan untuk melihat detail ukiran pada penutupnya, di sanalah karya terbaiknya bisa dihayati.
- Audio guide sangat layak untuk dibeli. Label di dalam ruangan kebanyakan dalam bahasa Jerman; meski ada pamflet bahasa Inggris, audio guide memberikan konteks biografi dan sejarah yang membuat kunjungan jauh lebih bermakna.
- Bagian terbaru makam yang dibangun abad ke-20 tampil sangat sederhana bila dibandingkan ruang barok sebelumnya. Umumnya pengunjung hanya sebentar di sini, tapi kontras gaya pemakaman antara abad ke-17 dan ke-20 justru jadi pelajaran menarik dari kompleks ini.
- Jika berkunjung sekitar 1–2 November (Hari Raya Semua Orang Kudus dan Arwah), jam buka terbatas 10.00–14.00. Hari-hari ini atmosfer makam terasa sangat berbeda dari biasanya.
- Makam ini termasuk dalam Vienna PASS yang berlaku di banyak tempat wisata favorit kota. Jika Anda berencana mengunjungi banyak situs Habsburg dalam waktu singkat, cek dulu apakah pass ini benar-benar lebih hemat daripada beli tiket satu per satu.
Untuk Siapa Kapuzinergruft (Makam Kekaisaran)?
- Wisatawan yang benar-benar tertarik sejarah Habsburg atau Eropa Tengah dan ingin merasakan langsung kisah dinasti ini
- Penggemar arsitektur dan seni makam: variasi gaya sarkofagus dari batu polos abad ke-17 hingga barok abad ke-18 sangat edukatif
- Pengunjung yang menggabungkan kunjungan ke makam dengan kompleks Hofburg untuk pengalaman sejarah kekaisaran seharian penuh
- Mereka yang ingin rehat tenang, kontemplatif jauh dari keramaian Innere Stadt
- Solo traveler yang lebih suka pengalaman audio mandiri daripada tur kelompok
Atraksi Terdekat
Hal lain yang bisa dilihat di Innere Stadt (Distrik 1):
- Museum Albertina
Berlokasi di bekas istana Habsburg di tepi Ringstrasse, Albertina menyimpan salah satu koleksi seni grafis terbesar dan terbaik di dunia. Dengan lebih dari satu juta gambar dan cetakan serta pameran bergilir seniman modern, museum ini memikat baik pengunjung biasa maupun penikmat seni serius.
- Perpustakaan Nasional Austria (Prunksaal State Hall)
Prunksaal, atau State Hall di Perpustakaan Nasional Austria, adalah mahakarya Barok yang dibangun untuk Kaisar Karl VI pada 1723–1726. Panjangnya sekitar 80 meter, dihiasi lukisan langit-langit karya Daniel Gran, dan menyimpan sekitar 200.000 buku bersejarah di rak-rak kayu kenari ukiran indah. Salah satu interior paling menakjubkan di Eropa Tengah.
- Burgtheater
Burgtheater adalah teater nasional Austria dan salah satu pentas berbahasa Jerman paling bergengsi di dunia. Gedung bergaya Neo-Renaissance di Ringstraße Wina ini berdiri sejak 1888, dengan sejarah kelembagaan yang berakar dari masa Kaisarin Maria Theresa. Baik Anda ingin menonton pertunjukan atau tur berpemandu, tempat ini selalu meninggalkan kesan.
- Café Central
Berlokasi di Palais Ferstel, distrik pertama Wina yang penuh sejarah, Café Central sudah menjadi tempat ngopi sekaligus kongko sejak 1876. Pernah jadi tempat berkumpul Freud, Trotsky, dan kaum intelektual Eropa Tengah, café ini tetap dikenal sebagai salah satu kedai kopi dengan arsitektur paling memukau di dunia.