Istana Amalienborg: Menjelajahi Kediaman Resmi Keluarga Kerajaan di Kopenhagen

Amalienborg adalah kediaman resmi keluarga kerajaan Denmark sekaligus salah satu kawasan arsitektur paling harmonis di Kopenhagen. Empat istana bergaya Rococo yang nyaris identik mengelilingi alun-alun segi delapan yang luas, dengan Museum Amalienborg di dalam Istana Christian VIII terbuka untuk pengunjung. Setiap siang, pergantian penjaga berlangsung tepat waktu dan santai, menjadi momen menarik untuk diikuti saat berkunjung.

Fakta Singkat

Lokasi
Amalienborg Slotsplads 5, 1257 København K, Indre By, Kopenhagen
Cara ke sini
Bus 26 dan 29 berhenti dekat sini; stasiun Metro terdekat adalah Kongens Nytorv (M1/M2), sekitar 10 menit jalan kaki
Waktu yang dibutuhkan
1,5 sampai 2,5 jam termasuk museum dan pergantian penjaga siang
Biaya
Museum: Dewasa 125 DKK, gratis untuk anak di bawah 18 tahun; pemegang Copenhagen Card gratis. Alun-alun dan upacara pergantian penjaga dapat disaksikan gratis.
Cocok untuk
Pencinta sejarah, penggemar arsitektur, keluarga, serta pengunjung baru di Kopenhagen
Pemandangan luas alun-alun Istana Amalienborg dengan patung berkuda di tengah dan kubah Gereja Frederik di latar belakang, di bawah langit biru cerah.

Apa Itu Amalienborg Sebenarnya?

Istana Amalienborg bukanlah satu bangunan, melainkan kompleks dari empat istana bergaya Rococo yang hampir identik dan ditata simetris mengelilingi alun-alun berbatu segi delapan yang besar, dengan patung berkuda Raja Frederik V di tengahnya. Keempat istana ini dibangun antara tahun 1750 hingga 1760 sebagai rumah para bangsawan. Keluarga kerajaan pindah ke sini setelah Istana Christiansborg terbakar pada 1794 dan sejak itu menjadi kediaman utama kerajaan.

Keempat istana memiliki nama resmi: Istana Christian VII (Istana Moltke), Istana Christian VIII (Istana Levetzau), Istana Frederik VIII (Istana Brockdorff), dan Istana Christian IX (Istana Schack). Raja yang sedang berkuasa, Raja Frederik X, menggunakan Istana Frederik VIII sebagai rumah utama di Kopenhagen. Pengunjung dapat masuk ke Museum Amalienborg yang berada di Istana Christian VIII dan terbuka untuk umum sebagai bagian dari koleksi Kerajaan Denmark.

ℹ️ Perlu diketahui

Alun-alun Amalienborg Slotsplads terbuka untuk umum sepanjang waktu dan gratis. Anda bebas berjalan di jalan berbatu, berdiri dekat fasad istana, dan memotret patung Frederik V tanpa harus membeli tiket museum.

Amalienborg terletak di Indre By, jantung kawasan bersejarah Kopenhagen, dan berada di sumbu visual yang sangat disengaja: kubah Gereja Marble (Frederiks Kirke) menutup pandangan ke arah barat, dan alun-alun terbuka langsung ke pelabuhan serta Gedung Opera Kopenhagen di timur. Ini salah satu contoh penataan kota abad ke-18 yang paling matang di Skandinavia.

Arsitektur dan Suasana Alun-Alun

Keempat istana dirancang arsitek Denmark Nicolai Eigtved dan menjadi puncak gaya Rococo Denmark—lebih sederhana dibanding versi Prancis, menonjolkan simetri, batu warna terang, dan proporsi yang pas tanpa dekorasi berlebihan. Dilihat dari tanah, nuansanya berwibawa dan tenang. Fasade-fasadenya hampir tak bisa dibedakan, menciptakan suasana tertutup yang jarang didapat di alun-alun besar lain.

Patung berkuda Frederik V di tengah dipesan khusus pada pematung Prancis Jacques Saly dan butuh lebih dari 20 tahun untuk diselesaikan. Dianggap sebagai salah satu patung berkuda perunggu terbaik dari abad ke-18 di Eropa Utara. Berdiri di dekatnya pagi hari sebelum rombongan wisata datang, Anda akan merasakan betapa proporsi tiap istana dibuat mundur pas, membuat geometri segi delapan terasa tanpa membuat Anda terintimidasi.

Jika Anda ingin melihat lebih banyak karya arsitektur kerajaan dan gerejawi di Kopenhagen, Marble Church yang berada tepat di belakang alun-alun sangat layak digabungkan dalam kunjungan yang sama. Kubahnya salah satu yang terbesar di Skandinavia dan bagian dalam gereja terbuka untuk umum.

Pergantian Penjaga Setiap Siang

Setiap hari pukul 12 siang, Penjaga Kerajaan berbaris dari Kastil Rosenborg menuju Amalienborg untuk menggantikan penjaga yang bertugas. Mereka melintasi jalan-jalan pusat Kopenhagen, jadi Anda bisa menonton arak-arakan di tengah perjalanan jika tahu titik yang tepat, atau menunggu saja di Amalienborg Slotsplads dan lihat mereka tiba tepat pukul 12:00.

Upacara di alun-alun berlangsung resmi namun tidak berlebihan. Para penjaga berseragam biru tua dengan topi tinggi berbulu menjalankan tugas pergantian dengan presisi. Jika sang raja atau ratu sedang berada di istana, arak-arakan akan diiringi band penuh, membuat acaranya jauh lebih meriah. Tidak ada pengumuman hari apa yang ada musiknya, jadi datang beberapa menit lebih awal untuk mengamati persiapan sangat disarankan.

💡 Tips lokal

Datanglah ke alun-alun sebelum pukul 11:45 agar bisa berdiri di posisi strategis dekat pusat. Alun-alun cepat penuh di musim panas dan hari libur. Berdiri di tangga depan salah satu istana akan memberi Anda sudut pandang sedikit lebih tinggi di atas kerumunan.

Upacaranya berlangsung sekitar 20–30 menit dan gratis untuk ditonton. Di luar musim panas, alun-alun terasa jauh lebih sepi bahkan saat siang, sehingga suasananya lebih syahdu dan tanpa berdesakan. Saat musim dingin, cahaya miring sore memantulkan warna hangat ke fasade istana—sesuatu yang tidak didapat di bawah matahari tegak musim panas.

Menjelajah Museum Amalienborg

Museum Amalienborg berlokasi di Istana Christian VIII dan menjadi bagian dari Koleksi Kerajaan Denmark. Koleksi tetapnya mengisahkan sejarah kerajaan Denmark dari tahun 1860-an hingga sekarang melalui ruang-ruang berperabot, benda pribadi, regalia kerajaan, hingga arsip. Uniknya, Anda bisa melihat ruang kerja, ruang resepsi, serta apartemen privat yang dipulihkan sesuai periode sejarah tertentu.

Museum ini unik karena tidak sekadar menampilkan kemewahan ruangan, tapi fokus pada institusi monarki dari waktu ke waktu. Pameran menyoroti bagaimana kerajaan bekerja, menyelenggarakan acara publik, hingga kehidupan sehari-hari para raja dan ratu. Dimensi ruang privat yang ditampilkan cukup mengejutkan, mengingat eksterior bangunannya tampak sangat megah.

Tiket masuk dewasa 125 DKK, anak usia 0–17 gratis. Pemegang Copenhagen Card juga gratis masuk. Pintu masuk museum berada di gerbang terdekat dengan Frederiksgade. Ada lift dan platform khusus, membuat museum ini 100% ramah kursi roda dan akses bagi pengunjung dengan mobilitas terbatas.

💡 Tips lokal

Kalau Anda berencana mengunjungi beberapa objek wisata utama di Kopenhagen, Copenhagen Card sudah termasuk tiket Museum Amalienborg dan bisa menghemat banyak. Selalu cek daftar objek yang tercakup sebelum membeli kartunya.

Copenhagen Card mencakup tiket masuk ke banyak museum besar kota serta transportasi umum bebas batas. Bandingkan saja harganya jika Anda berencana kunjungi tiga atau lebih objek utama dalam sekali perjalanan.

Pengalaman di Amalienborg Sepanjang Hari

Pagi hari sebelum pukul 09:00, alun-alun hampir selalu lengang. Batu-batunya biasanya masih basah, cahaya lembut, dan penjaga sudah berjaga namun belum ada keramaian. Ini waktu terbaik untuk fotografi: kosong tanpa turis, sudut pandang leluasa, dan pelabuhan tampak jelas di ujung alun-alun. Area Nyhavn di dekatnya biasanya sudah mulai ramai jika Anda mau ngopi sebelum atau sesudah.

Tengah hari sekitar pukul 12 jadi puncak keramaian berkat pergantian penjaga. Setelah selesai, biasanya pukul 12:30–13:00, alun-alun kembali lengang seiring pengunjung bergerak ke tempat lain. Inilah momen tepat masuk museum jika belum, karena antrean biasanya lebih pendek daripada tepat sebelum upacara.

Sore hari, terutama setelah jam 15:00, suasana alun-alun lebih tenang. Jam tutup museum bervariasi sesuai musim, jadi pastikan cek jadwal terbaru jika ingin berkunjung sore. Di musim panas, cahaya senja membuat fasade barat bersinar keemasan cukup lama setelah museum tutup, dan alun-alun tetap nyaman untuk bersantai.

Untuk rute santai di kawasan ini, tur jalan kaki pusat kota Copenhagen bisa jadi pilihan tepat, dengan Amalienborg di ujung utara sebelum berbalik arah ke Nyhavn dan Kongens Nytorv.

Tips Praktis Untuk Berkunjung

Batu-batu di alun-alun memang tradisional tapi tidak rata, sehingga bisa membuat pegal bagi pengguna kursi roda atau yang jalan kaki dengan keterbatasan di bagian luar. Di dalam museum, seperti disebutkan, tersedia akses lift. Gunakan sepatu datar dan tertutup jika ingin berlama-lama di alun-alun.

Cuaca sangat berpengaruh di sini karena banyak aktivitas dilakukan di luar ruangan, terutama di alun-alun dan saat pergantian penjaga. Hujan memang meredam suasana tapi tidak membatalkan upacara—penjaga tetap berbaris apapun kondisi cuacanya. Jaket anti air semestinya masuk daftar bawaan terutama bulan Oktober hingga April. Bagian alun-alun yang menghadap pelabuhan sering jadi lorong angin, membuat suhu terasa lebih dingin terutama musim dingin.

Bagi fotografer: bulan-bulan musim dingin menghadirkan cahaya rendah yang dramatis walau waktu siang lebih singkat. Musim panas, golden hour hadir sekitar pukul 20:00. Untuk referensi musim terbaik berkunjung ke Kopenhagen, waktu terbaik mengunjungi Copenhagen membahas plus-minus antara cuaca, kepadatan pengunjung, dan durasi cahaya sepanjang tahun.

Tidak ada kafe atau restoran khusus di dalam kompleks istana. Pilihan makan terdekat bisa ditemukan di sekitar Frederiksstaden atau sepanjang Bredgade, sekitar lima menit jalan kaki ke selatan. Restoran tepi air di Nyhavn hanya 10 menit jalan kaki dan cocok jadi penutup wisata setengah hari di sini.

Siapa yang Mungkin Kurang Pas Berkunjung

Jika Anda lebih suka atraksi yang interaktif atau imersif, Museum Amalienborg mungkin terasa agak statis. Ruangan-ruangan di sini sangat terawat, tetapi penyajiannya tradisional: ruangan berisi perabot, vitrin benda koleksi, dan label interpretasi. Jika dibandingkan museum nasional yang lebih besar, museum ini kecil dan khusus membahas sejarah kerajaan, bukan budaya Denmark secara umum.

Untuk cakupan sejarah Denmark yang lebih luas, sebaiknya singgah juga ke National Museum of Denmark, yang membahas sejarah Denmark dari zaman prasejarah hingga kini dan butuh waktu jauh lebih lama untuk dijelajahi tuntas.

Kalau Anda hanya tertarik pada pergantian penjaga, tidak perlu membeli tiket museum sama sekali. Upacara dan alun-alun bisa dinikmati gratis. Wisatawan hemat tetap bisa menikmati inti pengalaman Amalienborg tanpa biaya apa-apa.

Tips Orang Dalam

  • Jika sang raja atau ratu sedang berada di istana, akan ada bendera yang berkibar di atas istana yang ditempati. Di hari-hari seperti ini, pergantian penjaga akan diiringi oleh marching band penuh, sehingga upacaranya terasa jauh lebih meriah dibanding hari biasa.
  • Pemandangan terbaik ke arah Gedung Opera Kopenhagen dari alun-alun bisa dinikmati lewat pintu keluar sisi pelabuhan. Cukup berjalan di lorong antara istana sisi timur untuk mencapai tepi laut dalam kurang dari dua menit.
  • Audio guide dan lembar panduan museum tersedia dalam berbagai bahasa di Istana Christian VIII. Panduan bahasa Inggris sangat lengkap, dan ruang museum cukup ringkas untuk dinikmati secara mandiri tanpa tur.
  • Alun-alun berbatu sering digunakan sesi foto privat yang sudah dipesan, terutama pagi hari. Jika datang sebelum pukul 08:30, besar kemungkinan Anda bisa menikmati suasana lengang.
  • Gabungkan kunjungan Amalienborg dan Kastil Rosenborg dalam satu hari untuk menyusuri rute penjaga kerajaan secara terbalik, sekaligus melihat dari mana mereka memulai perjalanan. Jarak keduanya sekitar 15 menit jalan kaki melalui kawasan dengan deretan bangunan paling menarik di pusat kota.

Untuk Siapa Istana Amalienborg?

  • Pengunjung pertama ke Kopenhagen yang ingin melihat istana aktif
  • Pecinta arsitektur dan desain yang tertarik gaya Rococo khas Denmark
  • Keluarga dengan anak, karena upacara pergantian penjaga gratis dan seru untuk segala usia
  • Pencinta sejarah yang ingin mendalami budaya kerajaan Eropa dan monarki Skandinavia
  • Fotografer yang suka memotret pagi atau cahaya musim dingin

Atraksi Terdekat

Hal lain yang bisa dilihat di Indre By (Kota Tua):

  • The Black Diamond

    The Black Diamond adalah ekstensi modern dari Perpustakaan Kerajaan Denmark, dibalut granit hitam mengilap dengan sudut menghadap pelabuhan di Slotsholmen. Masuk gratis, atriumnya betul-betul mengesankan, dan bangunan ini punya nilai lebih untuk yang meluangkan waktu memahaminya.

  • Kebun Botani Universitas Kopenhagen

    Tersembunyi di belakang Stasiun Nørreport, Kebun Botani Universitas Kopenhagen menawarkan oase hijau seluas 10 hektar dengan rumah kaca bergaya Victoria, danau tenang, dan sekitar 8.000 spesies tanaman. Masuk ke kebun gratis, jadi tempat ini cocok untuk siapa pun yang ingin melepas penat di tengah kota.

  • Istana Christiansborg

    Istana Christiansborg berdiri di pulau kecil Slotsholmen di pusat Kopenhagen, menjadi rumah Parlemen Denmark, Mahkamah Agung, Kantor Perdana Menteri, sekaligus Ruang Resepsi Kerajaan. Ini satu-satunya gedung yang menyatukan tiga cabang pemerintahan nasional dan kerajaan. Menaranya setinggi 106 meter jadi spot melihat pemandangan Kopenhagen secara gratis terbaik di kota.

  • Alun-Alun Balai Kota (Rådhuspladsen)

    Rådhuspladsen adalah plaza terbuka luas di pusat Kopenhagen — gratis, buka kapan saja, dan dikelilingi salah satu balai kota paling fotogenik di Skandinavia. Saat pagi atau tengah malam, suasana kota bisa langsung terasa di sini.