Taman & Ruang Hijau Terbaik di Chiang Mai: Danau, Kebun, Air Terjun & Hutan

Chiang Mai jauh lebih hijau dari yang banyak orang kira. Pegunungan berhutan mengelilingi pusat kota, danau kampus yang jadi taman publik, hingga kebun raya dan air terjun taman nasional dalam jarak satu jam perjalanan. Panduan ini merangkum ruang luar terbaik di dalam dan sekitar kota.

Pemandangan kanal berbaris pohon dengan air mancur, mobil terparkir di tepi jalan, dan pegunungan berhutan di bawah langit biru cerah di Chiang Mai.

Rencanakan dan pesan perjalanan ini

Alat dari mitra Travelpayouts untuk membandingkan penerbangan dan hotel. Jika Anda memesan melalui tautan ini, kami dapat mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Penerbangan

Peta hotel

Chiang Mai lebih dikenal sebagai kota budaya dan kuliner, tapi sisi hijaunya sering terlupakan. Parit Kota Tua diapit pohon kamboja, kawasan Nimman berbatasan langsung dengan area kampus yang rindang, dan seluruh sisi barat kota menanjak ke Taman Nasional Doi Suthep-Pui. Mau jogging pagi, mendaki air terjun setengah hari, atau seharian di kebun raya kelas dunia — semuanya dekat. Untuk gambaran lengkap merencanakan waktu di sini, baca panduan lengkap aktivitas di Chiang Mai. Kalau kamu berencana pergi ke pegunungan sekitar kota, panduan perjalanan sehari dari Chiang Mai membahas rute dan logistiknya secara lengkap.

Ruang Hijau Kota & Jalur Jalan Kaki

Taman yang tenang di Chiang Mai dengan jembatan melengkung berwarna putih di atas kolam, dikelilingi pepohonan rindang dan dedaunan hijau, sempurna untuk berjalan-jalan di kota.
Photo life vibes

Kota ini punya lebih banyak ruang hijau dibanding kebanyakan kota Thailand seukurannya. Kawasan kawasan Nimman khususnya berbatasan langsung dengan kampus Universitas Chiang Mai, memberinya suasana yang rindang dan nyaman untuk berjalan kaki. Berikut ruang hijau yang bisa dijangkau tanpa harus keluar dari pusat kota.

Waduk Ang Kaew di Universitas Chiang Mai dikelilingi pohon-pohon rindang, pantulan jernih di danau, pegunungan dan langit biru di latar belakang.

1. Jalan atau Jogging Keliling Waduk Ang Kaew di Kampus CMU

Danau tenang yang dikelilingi lereng gunung berhutan di dalam kampus Universitas Chiang Mai. Jalur loop sepanjang 3 km sangat cocok untuk jogging pagi atau jalan santai sore hari, dan kanopinya membuat suhu terasa jauh lebih sejuk dibanding jalanan kota. Masuk gratis.

Jelajahi
Pemandangan sepanjang parit Kota Lama Chiang Mai dengan air mancur, tepi jalan berpepohonan, dan latar pegunungan di kejauhan di bawah langit biru cerah.

2. Bersepeda atau Berjalan di Sepanjang Parit Kota Tua

Parit kotak yang mengelilingi Kota Tua adalah salah satu koridor hijau paling menyenangkan di kota ini. Dipenuhi pepohonan dan sekitar 2 km per sisinya, ini adalah sirkuit alami yang ideal untuk pesepeda dan pejalan kaki, terutama indah di pagi hari sebelum lalu lintas mulai ramai.

Jelajahi
Dua orang berada di dalam terowongan bata kuno Wat Umong, salah satunya sedang memotret yang lain di dekat patung Buddha di ujung terowongan.

3. Temukan Ketenangan Hutan di Pelataran Kuil Wat Umong

Salah satu kuil tertua di Chiang Mai, terletak di taman hutan asri lengkap dengan hewan peliharaan, jalur meditasi, dan terowongan kuno berlumut. Area ini cukup terbuka dan damai sehingga terasa seperti taman umum, dan masuknya gratis. Siapkan waktu minimal satu jam.

Jelajahi
Gang sempit di Baan Kang Wat yang dipenuhi studio seniman dari kayu, tanaman hijau yang rimbun, papan tanda dekoratif, dan seseorang berjalan di depan.

4. Jelajahi Studio Taman Baan Kang Wat Dekat Wat Umong

Kumpulan studio seni kayu yang berdiri di taman teduh dekat Wat Umong. Suasananya yang santai dan rindang menjadikannya tujuan yang menyenangkan tersendiri, dan kamu bisa menggabungkannya dengan kunjungan ke kuil untuk menikmati sore hijau yang lengkap di pinggiran Nimman.

Jelajahi

Taman Pegunungan & Jalur Hutan Dekat Kota

Air terjun lebar yang mengalir menuruni lereng berbatu dan berhutan dengan papan tanda Mae Ya Waterfall dekat Chiang Mai di latar depan.
Photo Picas Joe

Kawasan kawasan Doi Suthep tepat di sebelah barat kota menawarkan pelarian ke hutan yang paling mudah dijangkau di Thailand utara — dari jalur hutan rimba berair terjun hingga danau dataran tinggi yang sempurna untuk piknik sore. Sebagian besar bisa dicapai dalam 20–40 menit dari Kota Tua dengan skuter atau Grab.

Seseorang meluncur dengan zipline di atas Danau Huay Tung Tao, dengan pondok bambu di tepi danau, pepohonan, dan langit biru di bawah sinar matahari siang hari.

5. Habiskan Sore Santai di Danau Huay Tung Tao

Waduk di kaki Doi Suthep yang dikelilingi pondok bambu tempat kamu bisa menyewa meja tepi danau dan menikmati ikan bakar segar dengan pemandangan gunung di belakangmu. Ini adalah destinasi pelarian favorit warga Chiang Mai, terutama populer di akhir pekan. Datanglah di hari kerja untuk suasana lebih lapang.

Jelajahi
Patung-patung batu menjaga anak tangga berlumut yang menuju ke bangunan kuil di Wat Pha Lat, tersembunyi di antara pepohonan hutan lebat yang hijau.

6. Mendaki Menembus Hutan Menuju Kuil Tersembunyi Wat Pha Lat

Jalur hutan di lereng Doi Suthep melewati air terjun, chedi berlumut, dan patung Buddha yang diselimuti akar pohon sebelum tiba di kuil hutan yang penuh atmosfer ini. Pendakian sekitar 45 menit satu arah dan bisa digabungkan dengan kunjungan ke Doi Suthep di atasnya.

Jelajahi
Teras batu kapur dan akar pohon di Air Terjun Lengket Bua Tong, dengan air jernih yang mengalir lembut di hutan Thailand yang rimbun dan hijau.

7. Naiki Kaskade di Air Terjun Lengket (Bua Tong)

Kandungan kalsium pada batu kapur membuat permukaan air terjun ini cukup kasar untuk dipanjat naik dengan kaki telanjang — kedengarannya mustahil sampai kamu mencobanya sendiri. Terletak di utara kota dekat jalan Chiang Dao, ini adalah pengalaman luar ruang yang benar-benar seru dan tak ada duanya di kawasan ini.

Jelajahi
Pemandangan sudut lebar yang memperlihatkan tebing batu oranye menjulang dengan orang-orang di bawahnya, dikelilingi pepohonan dan langit cerah, memancarkan nuansa petualangan dan keindahan alam.

8. Berenang di Air Biru-Hijau Grand Canyon Chiang Mai

Bekas tambang yang terendam air di selatan kota dengan warna biru-hijau memukau dan spot lompat tebing. Taman air di sebelahnya menyediakan seluncuran dan kolam renang untuk keluarga. Cocok untuk sore penuh, lebih baik dikunjungi di hari kerja agar terhindar dari keramaian akhir pekan. Bawa bekal sendiri atau beli di warung sekitar.

Jelajahi
Sekelompok jerapah memakan dedaunan di kandang kebun binatang berhutan dengan sinar matahari yang menembus pepohonan, menciptakan suasana satwa liar yang hidup dan ramah keluarga.

9. Saksikan Satwa Nokturnal di Chiang Mai Night Safari

Salah satu taman satwa malam terbesar di Asia, dengan wahana tram melewati kandang yang diterangi lampu dan zona predator di kaki Doi Suthep. Suasana hutan dan udara malam yang lebih sejuk menjadikannya pengalaman luar ruang yang nyaman, terutama untuk keluarga dengan anak-anak.

Jelajahi

Kebun Raya & Taman Kerajaan

Paviliun bergaya Thailand yang megah dikelilingi taman ornamental, halaman rumput terawat, dan kolam pantulan di kawasan taman botani.
Photo icon0 com

Lembah Mae Rim di utara kota adalah rumah bagi beberapa ruang hijau terkelola paling mengesankan di Thailand. Kalau kamu berencana jalan-jalan alam seharian penuh, inilah arahnya. Lihat juga panduan Chiang Mai bersama anak jika kamu membawa anak-anak, karena beberapa taman di sini punya fasilitas keluarga yang sangat baik.

Pemandangan udara Kebun Raya Queen Sirikit dengan hamparan bunga yang tertata indah, jalur berliku, pepohonan rindang, dan langit biru cerah di atasnya.

10. Habiskan Setengah Hari di Kebun Raya Ratu Sirikit

Salah satu kebun raya terbaik di Asia Tenggara, dengan kompleks rumah kaca yang menakjubkan, jembatan kanopi menembus hutan, dan lahan terbuka luas di lembah Mae Rim. Rencanakan minimal 3–4 jam. Rumah kaca bersuhu sedang saja sudah sepadan dengan perjalanannya, terutama di bulan-bulan panas.

Jelajahi
Pemandangan luas paviliun kerajaan Royal Park Rajapruek yang dikelilingi taman formal, kolam, dan latar belakang pegunungan di bawah langit cerah, Chiang Mai, Thailand.

11. Nikmati Tampilan Bunga di Royal Park Rajapruek

Taman hortikultura kerajaan permanen di selatan kota, dibangun untuk pameran bunga internasional tahun 2006 dan kini menjadi salah satu daya tarik taman terbaik di Thailand. Paviliun dari berbagai wilayah Thailand dan taman internasional memenuhi areanya, menjadikannya tujuan setengah hari yang santai dan menenangkan.

Jelajahi
Taman formal yang terawat dengan kolam dan gazebo bergaya Thailand yang indah, dilatari lereng berhutan Doi Suthep di Chiang Mai di bawah langit cerah.

12. Kunjungi Taman Kerajaan Istana Bhuphing di Doi Suthep

Kediaman musim dingin keluarga kerajaan Thailand di Doi Suthep ini membuka taman formalnya untuk pengunjung saat anggota kerajaan tidak berada di sana. Taman mawar, halaman terawat, dan udara pegunungan di ketinggian 1.400 m menjadikan ini salah satu kunjungan taman paling indah di Thailand utara. Periksa jadwal buka sebelum berangkat.

Jelajahi
Air Terjun Mae Sa mengalir deras melewati bebatuan besar di bawah jembatan kayu, dikelilingi hutan hijau yang rimbun di lembah Mae Rim.

13. Segar-Segaran di Kolam Alami Air Terjun Mae Sa

Sepuluh tingkat air terjun bertingkat di dalam taman nasional di lembah Mae Rim, dengan kolam renang alami di beberapa tingkatannya. Ini adalah air terjun bertingkat banyak yang paling mudah dijangkau dari kota dan bisa digabungkan dengan Kebun Raya Ratu Sirikit untuk seharian penuh menikmati hijaunya Mae Rim.

Jelajahi

💡 Tips lokal

Lembah Mae Rim cocok dijadikan satu perjalanan sehari: mulai di Kebun Raya Ratu Sirikit pagi hari, berenang di Air Terjun Mae Sa setelah makan siang, lalu mampir ke Elephant Nature Park atau titik pandang Mon Cham dalam perjalanan pulang. Sewa skuter atau pakai sopir agar lebih fleksibel.

Titik Pandang Dataran Tinggi & Pemandangan Alam Indah

Pemandangan panoramik luas dari titik pandang di pegunungan tinggi yang menghadap perbukitan hijau, lembah, dan puncak jauh di bawah langit biru dengan awan yang tersebar.
Photo Zaonar Saizainalin

Beberapa pemandangan hijau paling dramatis di kawasan ini membutuhkan perjalanan 30–90 menit ke pegunungan, tapi hasilnya luar biasa sepadan. panduan fotografi Chiang Mai memuat tips spesifik tentang waktu terbaik dalam sehari dan sepanjang tahun untuk memotret lanskap dataran tinggi ini.

Taman yang terawat dan rumah kaca kaca di Mon Cham, Chiang Mai, dikelilingi oleh perbukitan hijau subur dan jalur batu berkelok-kelok di bawah langit berawan.

14. Saksikan Kabut Pagi di Titik Pandang Mon Cham

Proyek pertanian dataran tinggi di atas Mae Rim yang terkenal dengan pemandangan lautan kabut saat fajar, ladang stroberi, dan kebun bunga berteras. Tiba sebelum pukul 7 pagi di musim dingin untuk kabut paling dramatis. Perjalanan naik melewati tikungan berliku di tengah hutan sudah menjadi setengah dari pengalamannya.

Jelajahi
Dua perempuan Hmong berpakaian tradisional duduk di panggung kayu di depan gubuk bambu, salah satunya tersenyum sambil memegang kain, dengan kerajinan tangan buatan sendiri yang dipajang di sekitar mereka.

15. Jelajahi Hutan Pegunungan di Sekitar Desa Hmong Doi Pui

Terletak di dalam Taman Nasional Doi Suthep-Pui, desa Hmong ini berada di hutan dataran tinggi yang sejuk dan biasanya dikunjungi bersamaan dengan Wat Doi Suthep. Kawasan taman dan pemandangan pegunungan di sekitarnya adalah daya tarik utamanya, terutama udara yang lebih dingin dan jalur hutan di dekatnya.

Jelajahi
Penginapan kayu dan toko-toko lokal berjajar di sepanjang jalan basah di Mae Kampong Village, dengan hutan hijau yang rimbun di latar belakang.

16. Ikuti Aliran Sungai Hutan di Desa Mae Kampong

Desa ekowisata yang terjaga baik di lembah berhutan di timur Chiang Mai, dengan rumah-rumah kayu yang melintangi aliran sungai, kebun teh, dan air terjun di dekatnya. Perjalanan 90 menit sangat pemandangannya indah, dan desa itu sendiri mengundang kamu untuk berjalan pelan dan mampir minum kopi di kafe tepi sungai milik warga.

Jelajahi
Matahari terbit menerangi ladang berterasering dan lereng bukit berkabut di Stasiun Pertanian Kerajaan Doi Ang Khang di Chiang Mai, dikelilingi tanaman hijau yang subur.

17. Kunjungi Doi Ang Khang untuk Taman Beriklim Sedang dan Pemandangan Dataran Tinggi

Stasiun pertanian kerajaan dekat perbatasan Myanmar yang menanam stroberi, persik, dan bunga beriklim sedang di ketinggian yang sejuk. Pemandangan dataran tinggi berkabut dan taman percobaan yang terawat tidak ada duanya di Thailand. Paling baik dikunjungi November hingga Februari saat bunga-bunga sedang mekar.

Jelajahi
Dua orang mendayung rakit bambu di atas waduk tenang yang dikelilingi bukit berhutan dan pegunungan di kejauhan di bawah langit biru.

18. Kayak di Antara Pulau-Pulau Berhutan di Bendungan Mae Ngat

Waduk pemandangan indah di utara Chiang Mai di mana hutan yang terendam menciptakan lanskap menakjubkan berupa pucuk-pucuk pohon yang mencuat dari permukaan air. Kayak, sewa rumah apung, dan menginap semalam tersedia, menjadikannya salah satu pelarian dari kota yang paling santai dan fotogenik.

Jelajahi

Sorotan Taman Nasional: Doi Inthanon

Taman terawat dengan hamparan bunga berwarna-warni dan semak di lereng bukit, dengan chedi ikonik Taman Nasional Doi Inthanon menjulang di latar belakang di bawah langit biru cerah.
Photo Messy Moe

Taman Nasional Doi Inthanon, sekitar 90 menit di barat daya kota, adalah mahkota dari semua daya tarik alam Chiang Mai. panduan perjalanan sehari ke Doi Inthanon membahas logistik lengkapnya, tapi sorotan di bawah ini adalah ruang hijau yang sudah cukup untuk membuat perjalanannya sepadan.

Pemandangan luas dari puncak Doi Inthanon, memperlihatkan pegunungan hijau subur, perbukitan bergelombang, dan langit dramatis dengan awan berpencar di atas titik tertinggi Thailand.

19. Berdiri di Hutan Awan di Puncak Doi Inthanon

Titik tertinggi Thailand di 2.565 mdpl ini diselimuti hutan awan yang sejuk sepanjang tahun. Ekosistem puncaknya sangat berbeda dari kota di dataran rendah: pohon-pohon berlumut, bunga rhododendron, dan kabut yang hampir selalu hadir. Bawa jaket apa pun musimnya.

Jelajahi
Dua Pagoda Kembar Kerajaan dengan puncak menara emas dikelilingi taman berwarna-warni yang terawat di bawah langit biru cerah dengan awan putih bergelembung di puncak Gunung Doi Inthanon.

20. Jalan-Jalan di Taman Bunga Sekitar Pagoda Kembar Kerajaan

Dua chedi megah yang berdiri di taman terawat sempurna pada ketinggian 2.200 m, dengan perbatasan bunga liar, pagar pangkas rapi, dan kabut gunung yang mengalir melewatinya. Taman ini paling indah dari November hingga Februari saat bunga-bunga beriklim sedang mekar di sekitar area pagoda.

Jelajahi
Pagar kayu berjajar di sepanjang jalur gunung hijau lebat yang menghadap lembah berkabut dan puncak jauh, menangkap keindahan lanskap dataran tinggi saat matahari terbit.

21. Daki Jalur Kew Mae Pan Menembus Hutan Awan Dataran Tinggi

Jalur melingkar sepanjang 3 km dekat puncak Doi Inthanon dengan pemandangan pegunungan panoramik dan melewati ekosistem rawa dataran tinggi serta hutan awan yang langka. Panduan wajib disertakan dari November hingga Mei saat pengamatan burung sangat luar biasa. Ini adalah jalur pendakian terbaik di taman nasional ini.

Jelajahi
Air Terjun Wachirathan mengalir deras menuruni tebing berbatu yang dikelilingi hutan hijau lebat di bawah langit cerah, di Taman Nasional Doi Inthanon.

22. Rasakan Percikan Air Terjun Wachirathan, Air Terjun Terkuat di Doi Inthanon

Tirai air lebar yang menghantam kolam berkabut, dikelilingi hutan lebat tepat di tepi jalan utama taman nasional. Ini adalah air terjun paling deras di taman dan percikannya bisa membasahimu dari jarak 20 meter. Kunjungi di musim hujan untuk volume dan dramanya yang maksimal.

Jelajahi

✨ Tips pro

Taman Nasional Doi Inthanon mengenakan tiket masuk yang berbeda berdasarkan kebangsaan dan usia (terpisah dari tiket per lokasi). Tiba di puncak sebelum pukul 8 pagi untuk peluang terbaik menikmati pemandangan jernih sebelum awan menumpuk, terutama di musim kemarau.

Tanya Jawab

Ruang hijau terbaik di Chiang Mai untuk jogging pagi di mana?

Waduk Ang Kaew di kampus Universitas Chiang Mai adalah pilihan utama. Jalur mengelilingi danau teduh, bebas kendaraan, dan dilatari lereng gunung berhutan. Jalur jalan parit Kota Tua juga bagus kalau kamu menginap di area Kota Tua.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Taman Nasional Doi Inthanon?

November hingga Februari adalah waktu ideal. Suhu sejuk, bunga liar mekar di sekitar Pagoda Kembar Kerajaan, dan jalur Kew Mae Pan biasanya buka di musim dingin. Musim hujan (Juli–Oktober) menghadirkan kehijauan pekat dan air terjun penuh, tapi beberapa jalur tutup dan kabut sering menghalangi pemandangan.

Adakah taman di Chiang Mai yang cocok untuk keluarga dengan anak kecil?

Ada. Kebun Raya Ratu Sirikit punya jalur beraspal lebar dan rumah kaca menarik yang cocok untuk anak-anak. Air Terjun Mae Sa punya kolam dangkal untuk bermain air. Grand Canyon Chiang Mai punya taman air. Chiang Mai Night Safari memang dirancang untuk keluarga dan sangat cocok untuk anak-anak kecil.

Seberapa jauh ruang hijau utama dari Kota Tua Chiang Mai?

Waduk Ang Kaew dan Wat Umong kurang dari 10 menit dengan skuter. Danau Huay Tung Tao dan Air Terjun Lengket sekitar 20–30 menit. Air Terjun Mae Sa dan Kebun Raya Ratu Sirikit 45–60 menit. Taman Nasional Doi Inthanon membutuhkan sekitar 90 menit dari Kota Tua dan paling baik dijadikan perjalanan seharian penuh.

Apakah worth it mengunjungi Royal Park Rajapruek dan Kebun Raya Ratu Sirikit sekaligus?

Keduanya cukup berbeda. Kebun Raya Ratu Sirikit lebih luas dan lebih mengesankan untuk keanekaragaman tanaman serta jembatan kanopinya, jadi ini pilihan lebih baik kalau hanya punya waktu untuk satu tempat. Royal Park Rajapruek lebih datar, lebih teratur, dan lebih cocok untuk jalan santai menikmati desain taman formal dan berfoto.