Museum Terbaik di New York City: 18 Wajib Dikunjungi

New York City punya lebih dari 100 museum, jadi memilih yang terbaik kadang membingungkan. Panduan ini membantu Anda memilih museum terbaik di Manhattan, Brooklyn, dan Queens, mulai dari yang besar hingga yang tersembunyi.

Tampak depan Museum Guggenheim di New York City, dengan taksi kuning dan pejalan kaki di persimpangan sibuk di depan bangunan modern ikonik ini.

Tak ada kota lain di dunia yang menawarkan museum kelas dunia sebanyak ini dalam area sepadat New York City. Konsentrasinya luar biasa: hanya di sepanjang Museum Mile di Fifth Avenue ada sembilan museum dalam satu mil. Tapi pengalaman museum New York terbaik ada juga di luar jalur itu, mulai dari Smithsonian di Lower Manhattan yang selalu gratis, hingga bangunan apartemen di Lower East Side yang menyajikan sejarah imigran dengan cara yang sangat hidup. Mau Anda cuma punya satu sore atau seminggu penuh, dunia seni kota ini di kota ini benar-benar beragam. Untuk yang baru pertama kali ke New York dan bingung memilih, panduan pengunjung pertama kali kami berisi tips menyusun itinerary supaya waktu Anda di New York lebih efektif. Satu tips penting: sebagian besar museum besar menyarankan pemesanan tiket online dengan jam masuk yang sudah ditentukan, terutama saat musim panas atau musim liburan sekolah karena antrean di Met, MoMA, dan Museum 9/11 sering kali mengular.

✨ Tips pro

Penduduk New York State serta mahasiswa New York, New Jersey, dan Connecticut dengan kartu identitas bisa bayar seikhlasnya di The Met. Untuk pengunjung lain, tiket dewasa $30. MoMA gratis setiap Jumat malam pukul 16.00–20.00 (cek jadwal terbaru sebelum berkunjung).

Museum Raksasa Serba Ada

Pemandangan luas pintu masuk Metropolitan Museum of Art di Fifth Avenue dengan orang-orang duduk dan berjalan di tangga ikoniknya.
Photo Charles Parker

Museum-museum berikut butuh beberapa kali kunjungan supaya benar-benar tuntas dinikmati. Sisihkan waktu minimal tiga sampai empat jam untuk masing-masing museum, dan jangan coba lihat semuanya sekaligus. Upper East Side jadi rumah bagi museum-museum raksasa ini, yang berjajar di Museum Mile di Fifth Avenue.

Tampak depan Metropolitan Museum of Art yang megah, dengan deretan kolom ikonik, anak tangga besar, dan pengunjung yang duduk serta berlalu-lalang di luar pada hari cerah.

1. Nikmati Pagi (atau Lebih) di The Metropolitan Museum of Art

Museum seni terbesar di belahan Barat ini memamerkan lebih dari dua juta benda dari 5.000 tahun sejarah. Prioritaskan sayap Mesir, instalasi rooftop (musiman), dan galeri lukisan Eropa. Datanglah saat museum baru buka supaya tidak ramai.

Jelajahi
Pintu masuk kaca The Museum of Modern Art dengan pengunjung yang memasuki lobi yang terang benderang dan nama museum di atas pintu.

2. Lihat Langsung Starry Night Karya Van Gogh di MoMA

Koleksi MoMA adalah tolok ukur sejarah seni modern: Picasso, Warhol, Matisse, Pollock, semua ada. Gedungnya juga sangat nyaman untuk dieksplorasi. Jumat malam pukul 4–8 gratis dan jadi waktu terfavorit walau pasti ramai.

Jelajahi
Kerangka Tyrannosaurus rex berukuran besar yang dipamerkan di bawah cahaya terang di American Museum of Natural History, dengan pengunjung berjalan di bawah pameran tersebut.

3. Jelajahi 45 Aula Keajaiban Alam di AMNH

Aula fosil dinosaurus dan patung paus biru di Ocean Life Hall adalah ikon yang wajib dilihat. Tambahkan waktu ke planetarium Rose Center. Ada tur kilat gratis 75 menit setiap hari. Minimal sisihkan setengah hari di sini.

Jelajahi
Tampak luar Brooklyn Museum di hari cerah dengan arsitektur Beaux-Arts yang megah dan tangga monumental.

4. Temukan Koleksi Kelas Dunia Jauh dari Keramaian Midtown

1,5 juta koleksi Brooklyn Museum mampu bersaing dengan museum top mana pun, termasuk koleksi Mesir kuno, Afrika, dan program seni kontemporer terbaik di NYC. Pengunjung tak seramai The Met, dan bangunan gaya Beaux-Arts ini benar-benar menawan.

Jelajahi

Seni Modern dan Kontemporer

New York tetap jadi pusat dunia seni kontemporer, dan museum-museum di bawah ini punya pendekatan berbeda dalam menampilkannya. Whitney berada di ujung High Line di kawasan Chelsea dan Meatpacking District, jadi pas sekali jika ingin sekalian jalan-jalan menikmati galeri seni di kawasan yang trendi ini.

Tampilan lebar nan cerah bagian luar spiral putih ikonik Solomon R. Guggenheim Museum di bawah langit biru, diapit bangunan New York City.

5. Jelajahi Spiral Unik di Guggenheim Rancangan Frank Lloyd Wright

Bangunannya sendiri sudah jadi pengalaman: ramp spiral karya Wright memberi cara baru menikmati karya seni, tak sekadar ruangan kotak. Koleksi seninya kuat, tapi arsitekturnya yang jadi daya tarik utama. Pesan tiket jauh-jauh hari karena sering habis.

Jelajahi
Eksterior modern Whitney Museum of American Art yang mencolok, menampilkan panel kaca dan logam, berdiri di sebuah jalan kota di bawah langit biru cerah.

6. Menelusuri Seni Amerika dari 1900an hingga Kini di Whitney

Gedung rancangan Renzo Piano di Whitney punya teras outdoor bertingkat dengan pemandangan Sungai Hudson dan koleksi seni Amerika terlengkap di dunia. Jumat malam bisa bayar seikhlasnya. Koleksi utamanya layak dikunjungi berkali-kali.

Jelajahi
Fasad abu-abu bertumpuk khas New Museum mendominasi jalan Lower East Side yang ramai, dengan orang-orang dan kendaraan yang melintas di depannya saat senja.

7. Temukan Seni Baru yang Paling Eksperimen di New Museum

Satu-satunya museum di NYC yang khusus menyajikan seni kontemporer, selalu memamerkan karya terkini yang belum tentu tampil di museum besar lain. Gedungnya berbentuk tumpukan kotak di Bowery juga ikonik. Bersiaplah untuk terkesan, heran, atau bahkan terprovokasi.

Jelajahi
Gedung bata merah bersejarah MoMA PS1 berdiri di antara struktur industri di Queens dengan pemandangan cakrawala New York City terlihat di latar belakang.

8. Lihat Seni Eksperimental di MoMA PS1 Queens

Cabang MoMA di Queens menempati gedung sekolah abad ke-19 yang dialihfungsikan untuk pameran seni eksperimental. Seri DJ Warm Up di halaman belakang jadi agenda wajib musim panas. Dari Midtown ke sini naik subway kurang dari 15 menit.

Jelajahi

Sejarah dan Memori

Tampilan jarak dekat 9/11 Memorial di New York City yang menampilkan nama-nama terukir dengan sekuntum mawar putih dan pohon-pohon musim gugur di latar belakang.
Photo Daniel Höhe

Beberapa pengalaman museum yang paling mengena di New York justru berangkat dari peristiwa atau komunitas tertentu. Museum-museum ini membutuhkan perhatian khusus yang berbeda dengan museum seni biasa, dan banyak pengunjung justru paling terkesan setelah ke sini. Kalau ingin tahu cara mengatur waktu di Lower Manhattan, tempat sebagian museum ini berada, silakan cek panduan kawasan kami.

Bendera kecil Amerika dan bunga diletakkan di atas nama-nama yang terukir di pinggir Memorial 9/11, dengan kolam memorial dan gedung kota di latar belakang.

9. Menyelami Sejarah Modern di National September 11 Museum

Berlokasi tepat di pondasi asli Twin Towers, museum ini menghadirkan kisah tragedi 11 September lewat artefak, pesan suara, dan kesaksian petugas penyelamat. Suasananya sangat menyentuh dan penuh penghormatan. Pesan tiket lebih awal, sediakan waktu 2–3 jam, dan datang lebih pagi.

Jelajahi
Gedung tenement khas New York City dengan deretan jendela dan tangga darurat besi hitam, menampilkan arsitektur bersejarah di bawah cahaya matahari.

10. Masuk ke Apartemen Imigran Asli di Tenement Museum

Museum ini menghidupkan sejarah: apartemen di Orchard Street yang telah dipugar, tempat keluarga imigran tinggal dari 1860-an hingga 1930-an. Tur berpemandu bercerita tentang keluarga imigran Irlandia, Italia, dan Yahudi dengan kisah intim yang menyentuh. Tempat terbatas, pesanlah jauh hari.

Jelajahi
Pemandangan lebar gedung utama bergaya Beaux-Arts di Ellis Island, dikelilingi pepohonan, air, dan langit biru dengan awan tipis di latar depan.

11. Melacak Asal-usul Keluarga di Ellis Island National Museum of Immigration

Lebih dari 12 juta orang masuk AS lewat pulau ini antara 1892–1954. Koleksi kisah pribadi dan aula besar yang dipugar membuat pengalaman tentang imigrasi terasa nyata. Naik feri Patung Liberty dari Battery Park; sediakan waktu satu pagi penuh.

Jelajahi
Fasad bata Museum of the City of New York dengan spanduk yang tergantung di antara kolom putih, pohon, dan beberapa orang di trotoar.

12. Mengenal Perjalanan New York di Museum City of New York

Museum of the City of New York di Museum Mile adalah tempat terbaik untuk memahami perjalanan kota dari koloni Belanda menjadi metropolis dunia. Koleksi fotografi dan petanya keren, dan antreannya jauh lebih pendek dari museum seni di sekitarnya.

Jelajahi
Gedung Museum of Jewish Heritage dengan atap bertingkat yang khas, menghadap tepi air dan dikelilingi gedung pencakar langit Manhattan serta promenade yang dipenuhi pepohonan.

13. Mengunjungi Memorial Holocaust di Museum of Jewish Heritage

Museum di Battery Park City ini memperkenalkan kehidupan Yahudi sebelum, saat, dan setelah Holocaust lewat testimoni pribadi dan koleksi artefak pilihan. Bangunan heksagonal dan kebunnya memperkuat makna pengalaman. Sediakan waktu 90–120 menit untuk kunjungan reflektif.

Jelajahi

Koleksi Spesial yang Lebih Intim

Rumah megah bersejarah dengan fasad ornamen, jendela besar, dan detail arsitektur klasik, dikelilingi gedung-gedung kota pada hari yang cerah.
Photo Pixabay

Beberapa pengalaman museum terbaik di New York justru didapat di tempat yang skalanya lebih kecil, di mana Anda bisa menikmati setiap koleksi tanpa merasa dikejar waktu. Museum Mile di Upper East Side juga menjadi lokasi beberapa museum semacam ini, biasanya menempati mansion lama yang mempercantik nuansa koleksinya.

Lukisan Renaissance berbingkai 'The Triumph of the Eucharist and the Catholic Faith' karya Leonard Limousin dengan lima figur berpakaian mewah dan latar belakang pastoral yang semarak, dipajang di The Frick Collection.

14. Menikmati Lukisan Master di Rumah Mewah Frick yang Intim

Vermeer, Rembrandt, El Greco dipajang di ruangan yang lebih terasa seperti rumah pribadi ketimbang museum besar. The Frick adalah antidot kelelahan museum. Kamis malam bayar seikhlasnya. Galeri barunya sangat layak dikunjungi.

Jelajahi
Tampilan eksterior Neue Galerie New York, sebuah rumah mewah bersejarah bergaya Beaux-Arts dengan fasad bata merah dan batu di sudut jalan kota.

15. Temukan 'Woman in Gold' Karya Klimt di Neue Galerie

Mansion kecil di Fifth Avenue ini menyimpan koleksi seni Jerman dan Austria awal abad ke-20 terbaik di luar Eropa, termasuk potret legendaris karya Klimt. Café Sabarsky menyajikan kue khas Wina. Masuk dibatasi, tiket harus dipesan terlebih dahulu.

Jelajahi
Langit-langit bermotif indah dengan aksen emas dan rak buku menjulang tinggi di ruang baca bersejarah Morgan Library & Museum di bawah pencahayaan hangat.

16. Baca Alkitab Gutenberg di Morgan Library & Museum

Perpustakaan pribadi J.P. Morgan ini punya naskah Dickens asli, Alkitab Gutenberg, serta manuskrip iluminasi abad pertengahan di salah satu ruangan tercantik Midtown. Ruang perpustakaan utamanya luar biasa tenang dan kerap diremehkan.

Jelajahi
Eksterior Cooper Hewitt, Smithsonian Design Museum menampilkan rumah besar bersejarah dari bata yang tertutup tanaman ivy dengan halaman rumput, pohon, dan area duduk di luar ruangan.

17. Rancang Koleksi Sendiri di Cooper Hewitt Smithsonian Design Museum

Museum khusus sejarah desain satu-satunya di AS membekali setiap pengunjung dengan Pen digital untuk mengumpulkan dan memodifikasi koleksi. Bertempat di mansion keluarga Carnegie di Museum Mile, sangat direkomendasikan buat penggemar arsitektur, desain produk, atau fesyen.

Jelajahi

Museum Gratis & Afiliasi Smithsonian

Aula museum yang ramai di New York City dengan kerangka dinosaurus besar yang dipajang dan bendera Amerika di latar belakang
Photo fan yang

Ada juga sejumlah museum keren di New York yang tidak memungut biaya masuk sama sekali—ini sering mengejutkan pengunjung yang terbiasa tiket mahal. Koleksinya tetap istimewa, bukan sekadar pelipur lara. Untuk lebih banyak aktivitas hemat di kota ini, cek juga panduan hal gratis yang bisa dilakukan di New York City dari kami.

Pintu masuk megah National Museum of the American Indian menampilkan kolom-kolom besar, patung-patung rumit, dan pengunjung yang berkumpul di luar pada hari yang cerah.

18. Lihat Koleksi Seni Suku Asli Amerika Terbesar Gratis

Museum afiliasi Smithsonian di Custom House megah ini menampilkan koleksi seni dan budaya suku asli Amerika terbesar di dunia, semuanya gratis. Rotunda oval bangunannya juga layak dinikmati. Jarang ramai walau di hari libur.

Jelajahi
Jet tempur dipamerkan di dek atas kapal induk, dengan latar cakrawala kota New York di bawah langit cerah.

19. Masuk Kapal Induk Perang Dunia II di Intrepid Museum

Kapal induk yang sudah dinonaktifkan ini kini bersandar di Hudson Pier 86, memamerkan 30+ pesawat dan Space Shuttle Enterprise. Salah satu museum paling interaktif dan ramah keluarga di kota ini. Sediakan 2–3 jam; jangan lewatkan tur kapal selamnya.

Jelajahi
Tampilan eksterior The Met Cloisters dengan dinding batu abad pertengahan, menara, taman yang tertata rapi, dan pepohonan rindang di bawah langit biru cerah.

20. Kunjungi Biara Abad Pertengahan di The Met Cloisters

Dirakit dari potongan biara abad pertengahan Eropa asli dan berdiri di atas tebing Fort Tryon Park, The Cloisters punya koleksi permadani Unicorn yang legendaris dan benda abad pertengahan terbaik. Tiket The Met berlaku di sini. Bisa naik subway jalur A.

Jelajahi

Tanya Jawab

Apakah saya harus memesan tiket museum lebih dulu di New York City?

Untuk museum besar, sebaiknya ya. The Met, MoMA, dan Museum 9/11 menyarankan pemesanan tiket dengan waktu kunjungan, khususnya musim liburan dan musim panas. Neue Galerie dan Tenement Museum kapasitasnya terbatas dan sering sold out. Museum kecil seperti Morgan Library dan Cooper Hewitt jarang butuh pemesanan kecuali di musim ramai.

Museum mana saja yang gratis di New York City?

National Museum of the American Indian selalu gratis. MoMA gratis setiap Jumat pertama tiap bulan, pukul 16.00–20.00. Whitney punya sistem bayar seikhlasnya di Jumat malam. The Met bisa bayar seikhlasnya untuk Warga New York State dan mahasiswa NY/NJ/CT yang memenuhi syarat; lainnya bayar tiket biasa. New-York Historical Society dan Brooklyn Museum juga punya jadwal gratis atau diskon pada hari tertentu.

Apakah New York City Pass layak dibeli untuk museum?

Tergantung itinerary Anda. Pass beberapa destinasi bisa menghemat biaya jika ingin masuk museum berbayar dan observation deck dalam beberapa hari. Ideal untuk yang ingin mengunjungi Met, MoMA, AMNH, dan beberapa observation deck dalam 3–5 hari. Panduan pass NYC kami membahas opsi terpopuler dan daftar manfaatnya.

Apa itu Museum Mile di New York City?

Museum Mile adalah ruas Fifth Avenue antara 82nd–105th Street di Upper East Side, di mana sembilan institusi budaya utama berdiri saling berdekatan. Termasuk Metropolitan Museum of Art, Guggenheim, Jewish Museum, Cooper Hewitt, El Museo del Barrio, Museum of the City of New York, dan Neue Galerie. Setiap bulan Juni ada Museum Mile Festival, semua buka gratis malam hari.

Berapa hari yang dibutuhkan untuk menikmati museum terbaik di New York City?

Agar bisa menikmati Met, MoMA, AMNH, Whitney, dan Guggenheim tanpa tergesa-gesa, sediakan 4–5 hari khusus museum. Jika ingin ke Museum 9/11, Tenement Museum, dan Frick juga, tambah 2 hari lagi. Umumnya, menggabungkan kunjungan museum 2–3 jam dengan jalan kaki di neighborhood dan kuliner jauh lebih menyenangkan daripada maraton museum seharian berturut-turut.